Wednesday, 17 December 2014

, , , ,

Opini: Keutamaan Orang Berilmu

Suasana Mengaji di Pesantren
Hai sobat blog karyabuatanku, pada postingan kali ini penulis akan membahas tentaang keutamaan orang berilmu. Untuk lebih jelasnya, silahkan untuk membacanya.

Sunday, 7 December 2014

, ,

Logo UKM Cinta Rebana (CR) ITS

Berikut ini merupakan logo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Cinta Rebana (CR) ITS. UKM itu merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya khususnya. Namun, tak jarang pula kita dapat menjumpai mahasiswa dari PENS dan PPNS yang mungkin ikut kegiatan dari UKM tersebut seperti Maulid Diba' rutin tiap malam Jumu'ah di Masjid Manarul Ilmi ITS.

Berikut untuk yang format .png:

Tuesday, 11 November 2014

, ,

Opini: Pesantren Berbasis Teknologi

Pengajian Kitab di Suatu Pondok Pesantren

Assalamu'alaikum sobat setia blog Karya Buatanku, lama tak buat postingan tentang opini. Kali ini topik pembahasan dari opini yang akan diangkat adalah pesantren berbasis teknologi.

Sunday, 28 September 2014

, ,

Kelas baru, bahasa baru

Tahun ini aku memulai petualanganku untuk berburu ilmu di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Adalah ITS : Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang kini menjadi tempatku bertholabul 'ilmi setelah MA NU TBS Kudus dan PP. MUS-YQ Kudus selama tiga tahun lalu.

Wednesday, 13 August 2014

, , ,

Syauqul Habib - Laila 'Alaiyya + Lyric




لَيْلَى عَلَيَّ الْهَجْرُ طَالَ وَلَمْ اَزَلْ ٢×    صَبًّا وَ لُوْعًا فِى هَوَاكِ مِنَ الْاَزَلْ ٢×
جُوْدِى فَمَا اَبْقَيْتِ دَاخِلَ مُهْجَتِى    اِلاَّ وِدَاداً  كَادَ يَغْشَاهُ الْوَجَلْ
جُوْدِ فَغَيْرُ الدَّمْعِ مَالِى مُؤْنِسٌ    ذَهَبَ الْفُؤَادُ وَ لَمْ يُسَاوِرْهُ الْمَلَلْ
اَصْبَحْتُ فِى يَوْمِى وَلَيْلِى هَائِمًا    اَرْجُوْ وِصَالِى قَبْلَ يَحْضُرُنِى الْاَجَلْ
لَمْ يَبْقَ لِى اِلَّا خَيَالٌ زَائِرٌ    مَاغَابَ عَنِّى لاَوَلاَ اَبَدًا اَفَلْ
فَتَزَاحَمَتْ فِى الْعَنِى تَشْكُوْ دَمْعَةٌ    اَلْمَقْصُوْدُ ذِى عَلَى الْفُؤَادِ وَمَا حَمَلْ
غَدَوْتُ اَهْدِفُ بِاسْمِ لَيْلَى ضَارِعًا    اِنِّى ضَعِيْفٌ سَامَنِى اَمْرٌ جَلَلْ
بِاللهِ يَا لَيْلَى صِلِنِى اِنَّنِى     ضَيْفٌ اَرَدْنِىْ كُلُّ اَنْوَاعِ الْعِلَلْ
لَيْلَى اَمَايَرْضِيْكِ اَنِّى عَاكِفٌ    بِبَابِ عِزِّكِ مَاسَئِمْتُ وَلَنْ عَمَلْ
هَذَافُؤَادِى قَلِّبِى وَفَتِّشَى     اِنْ كَانَ فِيْهِ الْغَيْرُ فَالْهِجْرَانُ حَالْ

Sunday, 10 August 2014

,

Memulai Kembali



Logo Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya


Ahad, 10 Agustus 2014. Hari itu merupakan hari pertama dari perjalananku untuk menimba ilmu di Kota Pahlawan ini untuk semester pertama. Sebelumnya, sudah satu bulan diriku menjalani program matrikulasi yang diadakan oleh pihak ITS kepada para calon mahasiswa baru PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi).

Wednesday, 23 July 2014

, ,

Juli Spesial

Halo pembaca, lama tak posting nih. Hal itu dikarenakan minimnya fasilitas pendukung untuk melakukan pembaruan posting pada blog, terlebih lagi sejak pemilik blog ini menjalani matrikulasi bagi peserta PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi) yang diselenggarakan di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang berlangsung sejak tanggal 23 Juni 2014 M.

Sebenarnya program matrikulasi ini jika mampu lolos pada gelombang pertama, penulis dapat pulang pada tanggal 20. Akan tetapi, nasib penulis ternyata belum mujur. Ia harus menjalani program matrikulasi gelombang ke dua. Alhasil, penulis pun harus melewati ujian matrikulasi gelombang ke dua yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 23 Juli 2014 M. Konsekuensinya adalah planning yang sudah jauh-jauh hari direncakannya bersama teman-temannya berupa buka bersama teman-teman MTs M3R yang sedianya dilaksanakan pada hari itu juga dan buka bersama anggota CSS MoRA Kudus yang rencanya dilaksanakan pada Kamis tanggal 24 Juli 2014 M harus ia lewatkan.

Tapi, hikmah dari gagal lolosnya penulis pada gelombang pertama adalah pemahaman penulis pada materi yang diajarkan semakin matang. Semoga dengan ini, penulis dapat menempuh studinya di ITS Surabaya tanpa ada kesulitan yang tak dapat dipecahkannya. Amiin

Surabaya, 26 Romadlon 1435 H / 23 Juli 2014 M.

Friday, 6 June 2014

, ,

Opini: Pro-Kontra Pengaktifan Kembali Jalur Kereta Api Semarang-Rembang

Stasiun Kereta Api
Karyabuatanku - Rembang. Baru-baru ini, berembus kabar pengaktifan kembali jalur kereta api yang menghubungkan Semarang dan Rembang. Namun rencana tersebut malah menimbulkan banyak pro-kontra bagi warga yang berada di sepanjang jalur kereta api lama. Berikut ini adalah sebagian hal positif (pro) dan negatif (kontra) dari rencana pengaktifan kembali jalur kereta api Semarang-Rembang.

Sunday, 1 June 2014

,

Alhamdulillah I

Screenshoot Pengumuman SPAN-PTAIN 2014 milikku.

Alhamdulillah, itulah kata yang aku ucapkan begitu mengetahui bahwa diriku lolos SPAN PTAIN (SNMPTNnya Kementrian Agama). Bagaimana tidak, aku sempat khawatir dikarenakan pada SNMPTN yang diumumkan pada hari Selasa 27 Mei 2014 M kemarin, aku gagal lolos. Aku pun berhusnudzon jikalau SNMPTN belum terbuka bagiku, masih ada SPAN PTAIN.

Monday, 5 May 2014

, , , , ,

Humor: Sepeda Nabi Adam

Menurut jama'ah haji yang berasal dari negara kita Indonesia. Di Arab Saudi terdapat satu benda aneh, para jama'ah haji Indonesia menyebutnya dengan sebutan SEPEDA NABI ADAM. Hal itu berdasarkan pada ukurannya yang super besar, melebihi ukuran sepeda pada umumnya.

Inilah gambarnya
Gambar Sepeda Nabi Adam

Sunday, 4 May 2014

Sowan Sesepuh PKB, Jokowi Disuruh Baca Kitab Kuning


JOMBANG - Calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatunnasyiin, Paculgowang, Jombang, Jawa Timur. Di sana, ia bertemu dengan pimpinan ponpes KH Muhammad Abdul Azis Mansyur yang juga ketua Majelis Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Tuesday, 29 April 2014

Download Corel Draw X4 Portable

Corel X4
Corel Draw merupakan software yang paling banyak dipakai oleh para desainer, yang digunakan untuk membuat atau merancang sebuah desain grafis oleh perorangan ataupun perusahaan, dalam penggunaanya corel draw dapat digunakan untuk membuat logo, pamflet, ilustrasi, koran, brosur, majalah, buletin, desain web serta masih banyak lagi kegunaannya.

Wednesday, 16 April 2014

,

Opini: Pentingkah UN?


Akhirnya UN (Ujian Nasional) datang juga. Namun, pelaksanaan UN masih terdapat masalah, mulai dari kekurangan soal, soal terdapat unsur politik, dan lain sebagainya. 

Thursday, 3 April 2014

,

Puisiku: Pusaran Cinta

Pusaran Cinta
Oleh: Ahmad Hanan

Ku ingin satu
Namu ku dapat kebih dari itu. . .

Kini semuanya
menjadi pusaran cinta 
mengapa? ? ?

Ingin aku terbebas
bergerak tanpa batas
dengan semua fleksibelitas. . .

mengapa?
mengapa harus pusaran cinta? ? ?

Kudus, 2 J. Akhir 1435 H.
1 April 2014 M  

Saturday, 29 March 2014

, ,

Unik: Beli Tas untuk Istri, Jokowi "Nawar" Rp 60.000 Jadi Rp 75.000

Bakal calon presiden PDI Perjuangan, Joko Widodo (tengah), melihat tas sebelum membelinya saat berkampanye di Pasar Ramayana, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2014) siang.

CIANJUR, KOMPAS.com — Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo alias Jokowi membeli sebuah tas wanita saat kampanyeblusukan ke Pasar Ramayana, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2014) siang, untuk sang istri, Iriana. Jokowi menyempatkan menawar harga tas bercorak merah itu kepada penjualnya.

Friday, 21 March 2014

, ,

Cara Menampilkan On Screen Keyboard pada Windows XP


Ini adalah tips untuk menampilkan On Screen Keyboard sewaktu keyboard Anda bermasalah, buatlah shortcut Keyboard di Dekstop Anda. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
,

Merubah Windows XP SP2 menjadi SP3 tanpa Install Ulang

Artikel ringan namun suatu saat pasti akan berguna untuk anda atau mungkin saat ini juga ada yang sedang mencari artikel seperti ini. Sederhana namun cukup bermanfaat, "memanipulasi status SP2 menjadi SP3 pada sistem operasi Windows XP".

Thursday, 6 March 2014

, ,

KH Abdullah bin Nuh, Ulama Produktif yang Mendunia


Bangsa Indonesia memiliki sejumlah tokoh atau pelaku sejarah yang memiliki peran besar dalam perjuangan dan kemerdekaan bangsa ini. Di antaranya adalah KH Abdullah bin Nuh, seorang kiai kharismatik asal Cianjur, pendiri Pesantren al-Ghozali Bogor.
,

Kiai Manshur Popongan, Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah


KH Muhammad Manshur, adalah pendiri Pondok Pesantren Popongan, Dusun Popongan, Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Kiai Manshur adalah putera Syaikh Muhammad Abdul Hadi Giri Kusumo, seorang mursyid Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah di Giri Kusumo Mranggen Demak.
,

Warga NU Gembira Ketua Muhammadiyah Ikut Tahlil 40 Hari KH. Sahal Kajen

Ketua PBNU, KH. Said Aqil Siradj (Kiri) dan Ketua Umum Muhammadiyyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin

Acara tahlilan 40 hari wafatnya Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh di Kajen-Margoyoso-Pati yang digelar pada Selasa (4/3) malam sangat meriah. Kemeriahan ini terasa ketika banyak tokoh nasional datang dari Jakarta, baik dari PBNU dan MUI, maupun para pengurus NU dari berbagai daerah. Bahkan, beberapa pengurus NU dari Jawa Timur datang tiga hari sebelumnya.
,

Puisi Gus Mus: Lirboyo, Kaifa Hal

Lirboyo, Kaifa Hall....

Lirboyo,
Masihkah tebu-tebu berderet manis melambai di sepanjang jalan menyambut langkah gamang santri anyar menuju gerbangmu? Ataukah seperti di mana-mana pabrik-pabrik dan bangunan bangunan bergaya spanyolan yang angkuh dan genit menggantikannya?

Lirboyo, 
Masikah mercusuar-mercuar petromak sepembuluh bambu setia menemani para santri barsaharul layali? Ataukah seperti di mana-mana neon-neon kebiruan yang berjaga kini seperti bola-bola lampu menggantikan teplok-teplok gothakan?

Lirboyo, 
Masihkah shorof dan i'lal dihafal diserambi, dapur dan pematang? Dan senandung alfiah membuai merdu? Ataukah seperti di mana-mana santri lebih suka menghafal lagu-lagu dan alunan dangdut dari transistor modern masa kini?

Lirboyo, 
Masihkah musyawarah pendalaman ilmu dan halaqoh-halaqoh menghidupkan malam-malam penuh ghirah dan himmah? Ataukah seperti di mana-mana diskusi-diskusi sarat ietilah tanpa kelanjutan dinilai lebih bergengsi dan bergaya?

Lirboyo, 
Masihkah sari-sari pikiran al Ghazaly dikaji sore dan setiap saat dicontohkan dalam perilaku Bapak Kiai? Ataukah seperti di mana-mana penggalan-penggalan kata-kata mutiara dianggap lebih bermakna salam kaligrafi dan majalah-majalah?

Lirboyo, 
masihkah santri-santri bersama-sama melakukan sholat setiap waktu dalm derajat ganjaranya yang berlipat da puluh tujuh? Ataukah seperti di mana-mana orang merasa tak punya waktu sibuk memburu saat-saat kesendirian untuk diri sendiri?

Lirboyo, 
Masihkah Mbah Manab, Mbah Marzuqi, dan Mbah Mahrus memercikkan tsawab berkah dala, suksesi ilmu dan amaliyah? Ataukah di mana-mana mereka tidak punya arti apa-apa kecuali buat dikenang sesekali dalam upacara haul yang gegap gempita?

Lirboyo, 
Masihkah senggotmu tersa berat bagi penimbanya? Ataukah lebih beraat lagi?

Lirboyo, 
Kaifa Hal? Bagaimana kabar Gus Idris, Gus War, Gus Imam, Gus Maksum?

Lirboyo, 
Di mana-mana ada lirboyo
Di mana-mana ada Mbah Manab
Di mana-mana ada Mbah Marzuqi
Di mana-mana ada Mbah Mahrus
Dari senggotmu mereka menimba 

Lirboyo,
Aku Rindu Kau...!!!
________________
Rembang, 821407
Ahmad Musthofa Bisri
, ,

Cara Menjadikan IDM Full Version (Bebas dari Pesan FAKE SERIAL NUMBER)

Halo pembaca setia blog Karya Buatanku, kali ini penulis ingin membagikan ilmunya kepada anda semua. Pada kesempatanan ini, penulis akan menjelaskan bagaimana cara membuat IDM menjadi full version (Bebas dari pesan Fake Serial Number). 

Wednesday, 19 February 2014

, ,

Puisiku - Dia

Dia
Oleh: Ahmad Hanan

Ingin ku mengenalnya
Namu tak tahu siapa dirinya

Tuhan,
Izinkanlah diriku,
menyingkap tabir itu

Dia memang perhiasan dunia,
yang terlihat mempesona
bagi siapa saja
yang mengenal dirinya

Kudus, 19 R. Akhir 1435 H.
19 Februari 2014 M
, ,

Puisiku - Ilahi

Ilahi
Oleh:Ahmad Hanan

Betapa sempurnanya dzatMu
Kau menciptakan, 
tanpa ada kekurangan

Ya Rabbana..
Kuatkanlah diriku ini
Berilah petunjuk pada hambamu ini
Agar selalu di jalan yang Kau ridhoi

Ilahi…
Sungguh indah ciptaanmu
ingin aku memandangnya selalu,
bila saja ada waktu

Kudus, 19 R. Akhir 1435 H.
19 Februari 2014 M

Tuesday, 11 February 2014

7 Minuman yang Buruk bagi Tubuh

Ada banyak sekali minuman kemasan yang dijual di supermarket terdekat dan dalam sekejap mampu menghilangkan dahaga dan membuat kita segar atau semangat lagi. Namun tahukah Anda bahwa minuman-minuman tersebut akan berakibat buruk jika terlalu banyak di konsumsi? Oleh sebab itu, kami mau membagikan informasi 7 minuman yang sebaiknya Anda hindari demi kesehatan tubuh Anda.

Monday, 10 February 2014

, , ,

Tips Menghindari Penyakit Mata

Karyabuatanku - Seringkali penglihatan kita mengalami gangguan berupa penyakit yang menyerang pada mata kita, diantaranya: belek, mata merah, dan sebagainya. Pastilah kita akan menjadi sangat terganggu. Terlebih lagi bila akan ada menghadiri suatu acara, pandangan kita menjadi berkurang karena beberapa masalah tadi. Tulisan kali ini akan membahas mengenai beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit mata yang diambil dari beberapa sumber. Silahkan dibaca untuk lebih jelasnya.

Saturday, 8 February 2014

Monday, 3 February 2014

,

Nyata! Manusia Dengan Jari Terbanyak Di Dunia

Sungguh Tuhan Maha Berkehendak, aneh tapi nyata manusia pada umumnya dilahirkan dengan 10 jari tangan dan 10 jari kaki. Namun tidak dengan bocah India yang satu ini.


Adalah Akshat Saxena, anak yang lahir dengan 34 jari tangan dan kaki. Karena keunikannya, dia memecahkan rekor dunia sebagai manusia dengan jari terbanyak. Setelah melakukan pengamatan, juru bicara Guinness World Records mengatakan bahwa bocah laki-laki ini memiliki tujuh jari pada setiap tangan dan 10 jari pada setiap kaki.
, ,

Opini: Cinta itu Misteri

Cinta itu Misteri
                Kadang kita merasakan apa yang dinamakan dengan jatuh cinta. Jika kita membahas dan menjabarkannya, kita akan semakin kesulitan untuk memahaminya. Mengapa demikian? Hal itu dikarenakan cinta adalah hal yang jika diperjelas akan menjadi semakin rumit saja.
                Cinta memang tak mengenal adanya batasan usia, waktu, maupun tempat. Terkadang cinta bersemi dari ketidak sengajaan, misalkan saja di transportasi umum, tempat wisata, dan sebagainya.
                Berkali-kali pula menyambangi orang, namun objeknya pun sering berganti pula. Hal itulah yang menjadikan cinta sebagai sebuah misteri yang menghiasi kehidupan ini. Tanpa adanya cinta, mungkin saja dunia ini akan terasa hampa bagaikan makan nasi tanpa lauk sebagai pelengkap makan kita.
                Akan tetapi, sebelum hati benar ditambatkan pada pelabuhan yang tepat. Eloknya kita memilih dahulu mana yang kita anggap pantas untuk menjadi pendamping hidup, yang akan selalu menemani kita di kala suka maupun duka.
 Oleh: Ahmad Hanan
,

Puisi: Maafkanlah Aku

Maafkanlah Aku
Oleh: Ahmad Hanan

Maafkanlah aku,
Di kala kau datang,
Aku malahan pergi meninggalkanmu

Maafkanlah aku,
Di kala kau membutuhkanku,
Aku tak menggubrismu...

Maafkanlah aku,
Sekali lagi,
Maafkanlah aku...

Kudus, 1 Februari 2014 M


Untuk mengenang sesorang yang jauh dan masih membekas di kalbu ini ;(

Sunday, 2 February 2014

,

Puisi: Mungkinkah Kau?

Mungkinkah Kau?
Oleh: Ahmad Hanan

Mungkinkah kau...
Sang Dewi...
Pembawa berita gembira
Pada mahluk lemah ini?

Mungkinkah kau...
Sang Dewi...
Pelipur lara dan luka
Penyejuk jiwa tak berdaya ini?

Ataukah kau
Hanya sebagai hiasan belaka?
Yang gampang datang dan pergi?

Ku harap kau selalu ada
Menemani tiap langkahku
Menghiburku dari kesedihan ini
Mungkinkah kau?

Kudus, 2 Februari 2014 M

,

Subhanallah, Semangat dan Kerja Keras Pasangan Tuna Netra Pembuat Al Quran Braille

Suharto dan Istrinya, Hanik. Pembuat Al Qur'an Braille

Keterbatasan fisik bukan penghalang untuk memberi makna bagi orang-orang di sekitar kita. Ini juga yang dilakoni pasangan suami istri Hanik Indrawati (35) dan Suharto (43). Meski buta, mereka terus bekerja keras untuk berbuat sesuatu. Buahnya, pasangan yang menikah sejak tahun 2004 lalu ini berhasil membuat Al Quran dengan huruf braille.

Thursday, 30 January 2014

Happy Birthday to...

Selamat ulang tahun buat si UC. Semoga bertambahnya umurmu, kau bisa lebih dewasa dan lebih tegar dalam menjalani kerasnya kehidupan yang penuh liku ini. Aku juga berharap engkau bisa menggapai apa yang kau inginkan. Jangan terlalu memikirkan suatu perkara yang kau anggap itu sebuah duka, sebab jika kau terus memikirkannya, kau akan semakin terpuruk dalam kesedihan itu. Tataplah masa depan dengan senyumanmu. :D .

Friday, 24 January 2014

Lirik Syiir Syaikhona

مع السلامة فى امان شيخنا
Ma’as salaamah fii amaanih syaikhona

الله ربى ارحم مربي روحنا يا ربنا
Allahu robbirham murobbi ruuhinaa yaa robbanaa

عين المحب بالدموع حازنا
‘Ainul muhibbi biddumuu’i haazina

روعا على افتراق ما قد اوصانا يا شيخنا
Rou’an ‘alaftirooqi man qod ahshonaa,, yaa syaikhonaa

رواضنا باسوة محاسنا
Rowwadlonaa bi uswatin mahaasinaa

شرفه الله فى جوار نبينا يا شيخنا
Syarrofahullah fii jiwaar nabiyyinaa yaa robbanaa

ونتبع عزمك وكنت متقنا
Wanattabi”azmak wakunta mutqinaa

ارح ونوما كالعروس امنا يا شيخنا
Arih wa nauman kal ‘aruusi aaminaa yaa syaikhona

فاعف اذا لم ترض من اعمالنا
Fa’fu idzaa lam tardlo min a’maalinaa

دوما دعاءا ربنا اغفر شيخنا
Dauman du’aa an robbanaghfir syaikhona yaa robbanaa
,

Pohon Ini Dianggap Paling Beracun di Dunia

DREAMERSRADIO.COM - Disekitar lingkungan kita banyak tanaman beracun yang tumbuh, tetapi pohon yang bernama Manchineel ini dianggap sebagai pohon paling beracun di dunia dan masuk dalam Guiness Records. Bahkan karena bahayanya, maka pohon ini diberi papan peringatan.

Tentunya papan peringatan tersebut dibuat agar, manusia tidak mendekati pohon yang bisa berakibat fatal. Manchineel ini mengandung racun dalam berbagai level sehingga manusia dihimbau untuk selalu menjaga jarak dengan pohon tersebut.

Akibat hujan, aliran Kali Gelis menjadi deras dan keruh + Foto

Derasnya aliran Kali Gelis

Jumat, 24 Januari 2014.
Akibat hujan yang mengguyur Kudus selama hampir satu pekan terakhir ini, Kali Gelis yang membagi Kota Kudus menjadi Kudus Wetan dan Kudus Kulon itu mengalir dengan deras. Selain itu, aliran Kali Gelis pun sempat memasuki rumah warga di bantaran Kali Gelis. Tak ayal, kerugian materi pun harus ditanggung oleh warga yang tergenang.

RAIS AAM PBNU WAFAT, Ini Intruksi Shalat Ghaib dan Tahlilan PBNU

Assalamu’laikum warahmatullahi wabarakatuh 

Salam silaturahim kami sampaikan, teriring doa semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT serta diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Amin. 

Sehubungan dengan wafatnya Rais Aam PBNU DR. KH MA Sahal Mahfudh, yang wafat pada hari Jumat, 22 Rabiul Awwal 1435 H/24 Januari 2014 M, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan ini mengintruksikan kepada Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia agar menyelenggarakan Shalat Ghaib dan Tahlilan untuk almarhum. 

Kami harapkan intruksi ini diteruskan sampai ke tingkat Pengurusan MWCNU, Ranting dan Anak Ranting. 

Demikian Intruksi ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami haturkan terima kasih. 

Wallahul muwafiq ilaa aqhwamith thariq

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sumber: Situs Resmi PBNU
, ,

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un, Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh Wafat

KH. Sahal Mahfudh

Jakarta, NU Online
Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh yang lazim disapa Mbah Sahal, wafat pada Jum'at, (24/1) dini hari pukul 01.05 WIB. Mbah Sahal yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) wafat di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Mathali'ul Falah, Kajen, Pati, Jawa Tengah.

Wednesday, 15 January 2014

, , ,

SYEIKH NAWAWI AL BANTANI (Digelari Imam Nawawi Kedua)

Imam Nawawi Al Bantani Al Jawi
Karyabuatanku - Nama Imam Nawawi tidak asing lagi bagi dunia Islam terutama dalam lingkungan ulama-ulama Syafi'iyah. Ulama ini sangat terkenal kerana banyak karangannya yang dikaji pada setiap zaman dari dahulu sampai sekarang. Pada penghujung abad ke-18 lahir pula seorang yang bernama Nawawi di Banten, Jawa Barat. Setelah dia menuntut ilmu yang sangat banyak, mensyarah kitab-kitab bahasa Arab dalam pelbagai disiplin ilmu yang sangat banyak pula, maka dia digelar Imam Nawawi ats-Tsani, ertinya Imam Nawawi Yang Kedua. Orang pertama memberi gelaran demikian ialah Syeikh Wan Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathani.

Gelaran yang diungkapkan oleh Syeikh Ahmad al-Fathani dalam seuntai gubahan syairnya itu akhirnya diikuti oleh semua orang yang menulis riwayat ulama yang berasal dari Banten itu. Sekian banyak ulama dunia Islam sejak sesudah Imam Nawawi yang pertama (wafat 676 Hijrah/1277 Masehi) sampai sekarang ini belum ada orang lain yang mendapat gelaran Imam Nawawi ats-Tsani, kecuali Syeikh Nawawi, ulama kelahiran Banten yang dibicarakan ini. Rasanya gelaran demikian memang dipandang layak, tidak ada ulama sezaman dengannya mahupun sesudahnya yang mempertikai autoritinya dalam bidang ilmiah keislaman menurut metode tradisional yang telah wujud zaman berzaman dan berkesinambungan.

Sungguhpun Syeikh Nawawi ats-Tsani al-Bantani diakui alim dalam semua bidang ilmu keislaman, namun dalam dunia at-thariqah ash-shufiyah, gurunya Syeikh Ahmad Khathib Sambas tidak melantik beliau sebagai seorang mursyid Thariqat Qadiriyah-Naqsyabandiyah, tetapi yang dilantik ialah Syeikh Abdul Karim al-Bantani, iaitu ayah saudara kepada Syeikh Nawawi al-Bantani, yang sama-sama menerima thariqat itu kepada Syeikh Ahmad Khathib Sambas. Apakah sebabnya terjadi demikian hanya diketahui oleh Syeikh Ahmad Khathib Sambas dan Syeikh Nawawi al-Bantani. Syeikh Nawawi al-Bantani mematuhi peraturan yang diberikan itu, sehingga beliau tidak pernah mentawajuh/membai'ah seseorang muridnya walaupun memang ramai murid beliau yang menjadi ulama besar yang berminat dalam bidang keshufian.

Lahir dan Pendidikan
Nama lengkapnya adalah Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar ibnu Arabi bin Ali al-Jawi al-Bantani. Beliau adalah anak sulung seorang ulama Banten, Jawa Barat, lahir pada tahun 1230 Hijrah/1814 Masehi di Banten dan wafat di Mekah tahun 1314 Hijrah/1897 Masehi. Ketika kecil, beliau sempat belajar kepada ayahnya sendiri, dan di Mekah belajar kepada beberapa ulama terkenal pada zaman itu, di antara mereka yang dapat dicatat adalah sebagai berikut: Syeikh Ahmad an-Nahrawi, Syeikh Ahmad ad-Dumyati, Syeikh Muhammad Khathib Duma al-Hanbali, Syeikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Maliki, Syeikh Zainuddin Aceh, Syeikh Ahmad Khathib Sambas, Syeikh Syihabuddin, Syeikh Abdul Ghani Bima, Syeikh Abdul Hamid Daghastani, Syeikh Yusuf Sunbulawani, Syeikhah Fatimah binti Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani, Syeikh Yusuf bin Arsyad al-Banjari, Syeikh Abdus Shamad bin Abdur Rahman al-Falimbani, Syeikh Mahmud Kinan al-Falimbani, Syeikh Aqib bin Hasanuddin al-Falimbani. Demikian saja para gurunya yang dapat dicatat daripada berbagai-bagai sumber, dan berkemungkinan banyak yang belum dapat dicatat di sini.

Dipercayai beliau datang ke Mekah dalam usia 15 tahun dan selanjutnya setelah menerima pelbagai ilmu di Mekah, beliau meneruskan pelajarannya ke Syam (Syiria) dan Mesir. Setelah keluar dari Mekah kerana menuntut ilmu yang tidak diketahui berapa lamanya, lalu beliau kembali lagi ke Mekah. Keseluruhan masa beliau tinggal di Mekah dari mulai belajar, mengajar dan mengarang hingga sampai kemuncak kemasyhurannya lebih dari setengah abad lamanya. Diriwayatkan bahawa setiap kali beliau mengajar di Masjidil Haram sentiasa dikelilingi oleh pelajar yang tidak kurang daripada dua ratus orang. Kerana sangat terkenalnya beliau pernah diundang ke Universiti al-Azhar, Mesir untuk memberi ceramah atau fatwa-fatwa pada beberapa perkara yang tertentu.

Belum jelas tahun berapa beliau diundang oleh ahli akademik di Universiti al-Azhar itu, namun difahamkan bahawa beliau sempat bertemu dengan seorang ulama terkenal di al-Azhar (ketika itu sebagai Syeikhul Azhar), iaitu Syeikh Ibrahim al-Baijuri (wafat 1860 Masehi) yang sangat tua dan lumpuh kerana tuanya. Kemungkinan Syeikh Ibrahim al-Baijuri, Syeikhul Azhar yang terkenal itu termasuk salah seorang di antara guru kepada Syeikh Nawawi al-Bantani.

Murid-Murid Beliau
Diriwayatkan bahawa Syeikh Nawawi al-Bantani mengajar di Masjidil Haram menggunakan bahasa Jawa dan Sunda ketika memberi keterangan terjemahan kitab-kitab bahasa Arab. Barangkali ulama Banten yang terkenal itu kurang menguasai bahasa Melayu yang lebih umum dan luas digunakan pada zaman itu. Oleh sebab kurang menguasai bahasa Melayu, maka tidak berapa ramai muridnya yang berasal dari luar pulau Jawa (seperti Sumatera dan Semenanjung Tanah Melayu dan Patani). Tetapi Tok Kelaba al-Fathani menyebut bahawa beliau menerima satu amalan wirid daripada Syeikh Abdul Qadir bin Mustafa al-Fathani, dan Syeikh Abdul Qadir itu menerimanya daripada Syeikh Nawawi al-Bantani. Syeikh Abdul Qadir al-Fathani (Tok Bendang Daya II) sebenarnya bukan peringkat murid kepada Syeikh Nawawi al-Bantani tetapi adalah peringkat sahabatnya. Syeikh Nawawi al-Bantani (1230 Hijrah/1814 Masehi) lebih tua sekitar empat tahun saja daripada Syeikh Abdul Qadir al-Fathani (Tok Bendang Daya II, 1234 Hijrah/1817 Masehi). Adapun murid Syeikh Nawawi al-Bantani di pulau Jawa yang menjadi ulama yang terkenal sangat ramai, di antara mereka ialah, Kiyai Haji Hasyim Asy'ari, Pengasas Pondok Pesantren Tebuireng, Jawa Timur, bahkan beliau ini dianggap sebagai bapa ulama Jawa dan termasuk pengasas Nahdhatul Ulama. Murid Syeikh Nawawi al-Bantani yang terkenal pula ialah Kiyai Haji Raden Asnawi di Kudus, Jawa Tengah, Kiyai Haji Tubagus Muhammad Asnawi di Caringin, Purwokerto, Jawa Barat, Syeikh Muhammad Zainuddin bin Badawi as-Sumbawi, Syeikh Abdus Satar bin Abdul Wahhab as-Shidqi al-Makki, Sayid Ali bin Ali al-Habsyi al-Madani dan ramai lagi.
Kyai Kholil Bangkalan, Madura
Syech Tubagus Ahmad Bakri, Purwakarta
KH. Hasyim Asy’ari
Salah seorang cucunya, yang juga mendapat pendidikan sepenuhnya daripada beliau ialah Syeikh Abdul Haq bin Abdul Hannan al-Jawi al-Bantani (1285 Hijrah/1868 Masehi - 1324 Hijrah/1906 Masehi). Pada halaman pertama Al-Aqwalul Mulhaqat, Syeikh Abdul Haq al-Bantani menyebut bahawa Syeikh Nawawi al-Bantani adalah orang tuanya (Syeikhnya), orang yang memberi petunjuk dan pembimbingnya. Pada bahagian kulit kitab pula beliau menulis bahawa beliau adalah `sibthun' (cucu) an-Nawawi Tsani. Selain orang-orang yang tersebut di atas, sangat ramai murid Syeikh Nawawi al-Bantani yang memimpin secara langsung barisan jihad di Cilegon melawan penjajahan Belanda pada tahun 1888 Masehi. Di antara mereka yang dianggap sebagai pemimpin pemberontak Celegon ialah: Haji Wasit, Haji Abdur Rahman, Haji Haris, Haji Arsyad Thawil, Haji Arsyad Qasir, Haji Aqib dan Tubagus Haji Ismail. Semua mereka adalah murid Syeikh Nawawi al-Bantani yang dikaderkan di Mekah.

Karya-Karya Beliau
Berapa banyakkah karya Syeikh Nawawi ats-Tsani al-Bantani yang sebenarnya belum diketahui dengan pasti. Barangkali masih banyak yang belum masuk dalam senarai yang ditulis oleh penulis-penulis sebelum ini. Saya telah memiliki karya ulama Banten ini sebanyak 30 judul. Judul yang telah saya masukkan dalam buku berjudul Katalog Besar Persuratan Melayu, sebanyak 44 judul. Semua karya Syeikh Nawawi al-Bantani ditulis dalam bahasa Arab dan merupakan syarahan daripada karya orang lain. Belum ditemui walau sebuah pun karyanya yang diciptakan sendiri. Juga belum ditemui karyanya dalam bahasa Melayu, Jawa ataupun Sunda. Oleh sebab kekurangan ruangan di antara 44 judul di bawah ini saya catat sekadarnya saja, ialah:

1. Targhibul Musytaqin, selesai Jumaat, 13 Jamadilakhir 1284 Hijrah/1867 Masehi. 
Cetakan awal Mathba'ah al-Miriyah al-Kainah, Mekah, 1311 Hijrah.

2. Fat-hus Shamadil `Alim, selesai awal Jamadilawal 1286 Hijrah/1869 Masehi. Dicetak oleh Mathba'ah Daril Kutubil Arabiyah al-Kubra, Mesir 1328 Hijrah.

3. Syarah Miraqil `Ubudiyah, selesai 13 Zulkaedah 1289 Hijrah/1872 Masehi. Cetakan pertama Mathba'ah al-Azhariyah al-Mashriyah, Mesir 1308 Hijrah.

4. Madarijus Su'ud ila Iktisa'il Burud, mulai menulis 18 Rabiulawal 1293 Hijrah/1876 Masehi. Dicetak oleh Mathba'ah Mustafa al-Baby al-Halaby, Mesir, akhir Zulkaedah 1327 Hijrah.

5. Hidayatul Azkiya' ila Thariqil Auliya', mulai menulis 22 Rabiulakhir 1293 Hijrah/1876 Masehi, selesai 13 Jamadilakhir 1293 Hijrah/1876 Masehi. Diterbitkan oleh Mathba'ah Ahmad bin Sa'ad bin Nabhan, Surabaya, tanpa menyebut tahun penerbitan.

6. Fat-hul Majid fi Syarhi Durril Farid, selesai 7 Ramadan 1294 Hijrah/1877 Masehi. Cetakan pertama oleh Mathba'ah al-Miriyah al-Kainah, Mekah, 1304 Hijrah.

7. Bughyatul 'Awam fi Syarhi Maulidi Saiyidil Anam, selesai 17 Safar 1294 Hijrah/1877 Masehi. Dicetak oleh Mathba'ah al-Jadidah al-'Amirah, Mesir, 1297 Hijrah.

8. Syarah Tijanud Darari, selesai 7 Rabiulawal 1297 Hijrah/1879 Masehi. Cetakan pertama oleh Mathba'ah 'Abdul Hamid Ahmad Hanafi, Mesir, 1369 Masehi.

9. Syarah Mishbahu Zhulmi 'alan Nahjil Atammi, selesai Jamadilawal 1305 Hijrah/1887 Masehi. Cetakan pertama oleh Mathba'ah al-Miriyah al-Kainah, Mekah, 1314 Hijrah atas biaya saudara kandung pengarang, iaitu Syeikh Abdullah al-Bantani.

10. Nasha-ihul `Ibad, selesai 21 Safar 1311 Hijrah/1893 Masehi. Cetakan kedua oleh Mathba'ah al-Miriyah al-Kainah, Mekah, 1323 Hijrah.

11. Al-Futuhatul Madaniyah fisy Syu'bil Imaniyah, tanpa tarikh. Dicetak di bahagian tepi kitab nomor 10, oleh Mathba'ah al-Miriyah al-Kainah, Mekah, 1323 Hijrah.

12. Hilyatus Shibyan Syarhu Fat-hir Rahman fi Tajwidil Quran, tanpa tarikh. Dicetak oleh Mathba'ah al-Miriyah, Mekah, 1332 Hijrah.

13. Qatrul Ghaits fi Syarhi Masaili Abil Laits, tanpa tarikh. Dicetak oleh Mathba'ah al-Miriyah, Mekah, 1321 Hijrah.

14. Mirqatu Su'udi Tashdiq Syarhu Sulamit Taufiq, tanpa tarikh. Cetakan pertama oleh Mathba'ah al-Miriyah, Mekah 1304 Hijrah.

15. Ats-Tsimarul Yani'ah fir Riyadhil Badi'ah, tanpa tarikh. Cetakan pertama oleh Mathba'ah al-Bahiyah, Mesir, Syaaban 1299 Hijrah. Dicetak juga oleh Mathba'ah Mustafa al-Baby al-Halaby, Mesir, 1342 Hijrah.

16. Tanqihul Qaulil Hatsits fi Syarhi Lubabil Hadits, tanpa tarikh. Dicetak oleh Mathba'ah Dar Ihya' al-Kutub al-'Arabiyah, Mesir, tanpa tarikh.

17.Bahjatul Wasail bi Syarhi Masail, tanpa tarikh. Dicetak oleh Mathba'ah al-Haramain, Singapura-Jeddah, tanpa tarikh.

18. Fat-hul Mujib Syarhu Manasik al- 'Allamah al-Khatib, tanpa tarikh. Dicetak oleh Mathba'ah at-Taraqqil Majidiyah, Mekah, 1328 Hijrah.

19. Nihayatuz Zain Irsyadil Mubtadi-in, tanpa tarikh. Diterbitkan oleh Syarikat al-Ma'arif, Bandung, Indonesia, tanpa tarikh.

20. Al-Fushushul Yaqutiyah 'alar Raudhatil Bahiyah fi Abwabit Tashrifiyah, tanpa tarikh. Dicetak oleh Mathba'ah al-Bahiyah, Mesir, awal Syaaban 1299 Hijrah.

Penyumbang Ilmu Fiqh
Syekh Nawawi termasuk ulama tradisional besar yang telah memberikan sumbangan sangat penting bagi perkembangan ilmu fiqh di Indonesia. Mereka memperkenalkan dan menjelaskan, melalui syarah yang mereka tulis, berbagai karya fiqh penting dan mereka mendidik generasi ulama yang menguasai dan memberikan perhatian kepada fiqh.

Ia menulis kitab fiqh yang digunakan secara luas, Nihayat al-Zain. Kitab ini merupakan syarah kitab Qurrat al-‘Ain, yang ditulis oleh ulama India Selatan abad ke-16, Zain ad-Din al-Malibari (w. 975 M). ulama India ini adalah murid Ibnu Hajar al-haitami (wafat 973 M), penulis Tuhfah al-Muhtaj, tetapi Qurrat dan syarah yag belakangan ditulis al-Malibari sendiri tidak didasarkan pada Tuhfah.

Qurrat al-'Ain belakangan dikomentari dan ditulis kembali oleh pengarangnya sendiri menjadi Fath al-Muin. Dua orang yang sezaman dengan Syekh Nawawi Banten di Makkah tapi lebih muda usianya menulis hasyiyah (catatan) atas Fath al-Mu'in. Sayyid Bakri bin Muhammad Syatha al-Dimyathi menulis empat jilid I'aanah at-Thalibbin yang berisikan catatan pengarang dan sejumlah fatwa mufti Syafi'i di Makkah saat itu, Ahmad bin Zaini Dahlan. Inilah kitab yang popular sebagai rujukan utama.

Syekh Nawawi Banten juga menulis dalam bahasa Arab Kasyifah as-Saja', syarah atas dua karya lain yang juga penting dalam ilmu fiqh. Yang satu teks pengantar Sullamu at-Taufiq yang ditulis oleh 'Abdullah bin Husain bin Thahir Ba’lawi (wafat 1272 H/ 1855 M). yang lain ialah Safinah an-Najah ditulis oleh Salim bin Abdullah bin Samir, ulama Hadrami yang tinggal di Batavia (kini: Jakarta) pada pertengahan abad ke-19.

Kitab daras (text book) ar-Riyadh al Badi’ah fi Ushul ad-Din wa Ba’dh Furu’ asy-Syari’ah yang membahas butir pilihan ajaran dan kewajiban agama diperkenalkan oleh Kyai Nawawi Banten pada kaum muslimin Indonesia. Tak banyak diketahui tentang pengarangnya, Muhammad Hasbullah. Barangkali ia sezaman dengan atau sedikit lebih tua dari Syekh Nawawi banten. Ia terutama dikenal karena syarah Nawawi, Tsamar al-Yani’ah. Karyanya hanya dicetak di pinggirnya.

Sullam al-Munajat merupakan syarah Nawawi atas pedoman ibadah Safinah ash-Shalah karangan Abdullah bin ‘Umar al-Hadrami, sedangkan Tausyih Ibn Qasim merupakan komentarnya atas Fath al-Qarib. Walau bagaimanapun, masih banyak yang belum kita ketahui tentang Syekh Nawawi Banten. (ditulis oleh Martin Muntadhim S.M.)

Nasionalisme
Tiga tahun bermukim di Mekah, beliau pulang ke Banten. Sampai di tanah air beliau menyaksikan praktek-praktek ketidakadilan, kesewenang-wenangan dan penindasan dari Pemerintah Hindia Belanda. Ia melihat itu semua lantaran kebodohan yang masih menyelimuti umat. Tak ayal, gelora jihadpun berkobar. Beliau keliling Banten mengobarkan perlawanan terhadap penjajah. Tentu saja Pemerintah Belanda membatasi gara-geriknya. Beliau dilarang berkhutbah di masjid-masjid. Bahkan belakangan beliau dituduh sebagai pengikut Pangeran Diponegoro yang ketika itu memang sedang mengobarkan perlawanan terhadap penjajahan Belanda (1825- 1830 M).

Sebagai intelektual yang memiliki komitmen tinggi terhadap prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran, apa boleh buat Syaikh Nawawi terpaksa menyingkir ke Negeri Mekah, tepat ketika perlawanan Pangeran Diponegoro padam pada tahun 1830 M. Ulama Besar ini di masa mudanya juga menularkan semangat Nasionalisme dan Patriotisme di kalangan Rakyat Indonesia. Begitulah pengakuan Snouck Hourgronje. Begitu sampai di Mekah beliau segera kembali memperdalam ilmu agama kepada guru-gurunya. Beliau tekun belajar selama 30 tahun, sejak tahun 1830 hingga 1860 M. Ketika itu memang beliau berketepatan hati untuk mukim di tanah suci, satu dan lain hal untuk menghindari tekanan kaum penjajah Belanda. Nama beliau mulai masyhur ketika menetap di Syi'ib ‘Ali, Mekah. Beliau mengajar di halaman rumahnya. Mula-mula muridnya cuma puluhan, tapi makin lama makin jumlahnya kian banyak. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia. Maka jadilah Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi sebagai ulama yang dikenal piawai dalam ilmu agama, terutama tentang tauhid, fiqih, tafsir, dan tasawwuf.

Nama beliau semakin melejit ketika beliau ditunjuk sebagai pengganti Imam Masjidil Haram, Syaikh Khâtib al-Minagkabawi. Sejak itulah beliau dikenal dengan nama resmi ‘Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi.’ Artinya Nawawi dari Banten, Jawa. Piawai dalam ilmu agama, masyhur sebagai ulama. Tidak hanya di kota Mekah dan Medinah saja beliau dikenal, bahkan di negeri Mesir nama beliau masyhur di sana. Itulah sebabnya ketika Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Mesir negara yang pertama-tama mendukung atas kemerdekaan Indonesia.

Syaikh Nawawi masih tetap mengobarkan nasionalisme dan patriotisme di kalangan para muridnya yang biasa berkumpul di perkampungan Jawa di Mekah. Di sanalah beliau menyampaikan perlawanannya lewat pemikiran-pemikirannya. Kegiatan ini tentu saja membuat pemerintah Hindia Belanda berang. Tak ayal, Belandapun mengutus Snouck Hourgronje ke Mekah untuk menemui beliau.

Ketika Snouck–yang kala itu menyamar sebagai orang Arab dengan nama ‘Abdul Ghafûr-bertanya:
"Mengapa beliau tidak mengajar di Masjidil Haram tapi di perkampungan Jawa?"


Dengan lembut Syaikh Nawawi menjawab:
"Pakaianku yang jelek dan kepribadianku tidak cocok dan tidak pantas dengan keilmuan seorang professor berbangsa Arab."

Lalu kata Snouck lagi: "Bukankah banyak orang yang tidak sepakar seperti anda akan tetapi juga mengajar di sana?"

Syaikh Nawawi menjawab :
"Kalau mereka diizinkan mengajar di sana, pastilah mereka cukup berjasa".

Dari beberapa pertemuan dengan Syaikh Nawawi, Orientalis Belanda itu mengambil beberapa kesimpulan. Menurutnya, Syaikh Nawawi adalah Ulama yang ilmunya dalam, rendah hati, tidak congkak, bersedia berkorban demi kepentingan agama dan bangsa. Banyak murid-muridnya yang di belakang hari menjadi ulama, misalnya K.H. Hasyim Asy’ari (Pendiri Nahdhatul Ulama), K.H. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), K.H. Khalil Bangkalan, K.H. Asnawi Kudus, K.H. Tb. Bakrie Purwakarta, K.H. Arsyad Thawil, dan lain-lainnya.

Konon, K.H. Hasyim Asy’ari saat mengajar santri-santrinya di Pesantren Tebu Ireng sering menangis jika membaca kitab fiqih Fath al-Qarîb yang dikarang oleh Syaikh Nawawi. Kenangan terhadap gurunya itu amat mendalam di hati K.H. Hasyim Asy’ari hingga haru tak kuasa ditahannya setiap kali baris Fath al-Qarib ia ajarkan pada santri-santrinya.

Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi menikah dengan Nyai Nasimah, gadis asal Tanara, Banten dan dikaruniai 3 anak: Nafisah, Maryam, Rubi’ah. Sang istri wafat mendahului beliau.

Gelar-Gelar
Berkat kepakarannya, beliau mendapat bermacam-macam gelar. Di antaranya yang diberikan oleh Snouck Hourgronje, yang menggelarinya sebagai Doktor Ketuhanan. Kalangan Intelektual masa itu juga menggelarinya sebagai al-Imam wa al-Fahm al-Mudaqqiq (Tokoh dan pakar dengan pemahaman yang sangat mendalam). Syaikh Nawawi bahkan juga mendapat gelar yang luar biasa sebagaia al-Sayyid al-‘Ulama al-Hijâz (Tokoh Ulama Hijaz). Yang dimaksud dengan Hijaz ialah Jazirah Arab yang sekarang ini disebut Saudi Arabia. Sementara para Ulama Indonesia menggelarinya sebagai Bapak Kitab Kuning Indonesia.

Karamah
Konon, pada suatu waktu pernah beliau mengarang kitab dengan menggunakan telunjuk beliau sebagai lampu, saat itu dalam sebuah perjalanan. Karena tidak ada cahaya dalam zsyuqduf yakni rumah-rumahan di punggung unta, yang beliau diami, sementara aspirasi tengah kencang mengisi kepalanya. Syaikh Nawawi kemudian berdoa memohon kepada Allah Ta’ala agar telunjuk kirinya dapat menjadi lampu menerangi jari kanannya yang untuk menulis. Kitab yang kemudian lahir dengan nama Marâqi al-‘Ubudiyyah syarah Matan Bidâyah al-Hidayah itu harus dibayar beliau dengan cacat pada jari telunjuk kirinya. Cahaya yang diberikan Allah pada jari telunjuk kiri beliau itu membawa bekas yang tidak hilang. Karamah beliau yang lain juga diperlihatkannya di saat mengunjungi salah satu masjid di Jakarta yakni Masjid Pekojan. Masjid yang dibangun oleh salah seorang keturunan cucu Rasulullah saw Habib Utsmân bin 'Agîl bin Yahya al-'Alawi, Ulama dan Mufti Betawi (sekarang ibukota Jakarta), itu ternyata memiliki kiblat yang salah. Padahal yang menentukan kiblat bagi mesjid itu adalah Sayyid Utsmân sendiri.

Tak ayal , saat seorang anak remaja yang tak dikenalnya menyalahkan penentuan kiblat, kagetlah Sayyid Utsmân. Diskusipun terjadi dengan seru antara mereka berdua. Sayyid Utsmân tetap berpendirian kiblat Mesjid Pekojan sudah benar. Sementara Syaikh Nawawi remaja berpendapat arah kiblat mesti dibetulkan. Saat kesepakatan tak bisa diraih karena masing-masing mempertahankan pendapatnya dengan keras, Syaikh Nawawi remaja menarik lengan baju lengan Sayyid Utsmân. Dirapatkan tubuhnya agar bisa saling mendekat.

"Lihatlah Sayyid!, itulah Ka'bah tempat Kiblat kita. Lihat dan perhatikanlah! Tidakkah Ka?bah itu terlihat amat jelas? Sementara Kiblat masjid ini agak ke kiri. Maka perlulah kiblatnya digeser ke kanan agar tepat menghadap ke Ka'bah," ujar Syaikh Nawawi remaja. 

Sayyid Utsmân termangu. Ka'bah yang ia lihat dengan mengikuti telunjuk Syaikh Nawawi remaja memang terlihat jelas. Sayyid Utsmân merasa takjub dan menyadari , remaja yang bertubuh kecil di hadapannya ini telah dikaruniai kemuliaan, yakni terbukanya nur basyariyyah. Dengan karamah itu, di manapun beliau berada Ka?bah tetap terlihat. Dengan penuh hormat, Sayyid Utsmân langsung memeluk tubuh kecil beliau. Sampai saat ini, jika kita mengunjungi Masjid Pekojan akan terlihat kiblat digeser, tidak sesuai aslinya.

Telah menjadi kebijakan Pemerintah Arab Saudi bahwa orang yang telah dikubur selama setahun kuburannya harus digali. Tulang belulang si mayat kemudian diambil dan disatukan dengan tulang belulang mayat lainnya. Selanjutnya semua tulang itu dikuburkan di tempat lain di luar kota. Lubang kubur yang dibongkar dibiarkan tetap terbuka hingga datang jenazah berikutnya terus silih berganti. Kebijakan ini dijalankan tanpa pandang bulu. Siapapun dia, pejabat atau orang biasa, saudagar kaya atau orang miskin, sama terkena kebijakan tersebut. Inilah yang juga menimpa makam Syaikh Nawawi. Setelah kuburnya genap berusia satu tahun, datanglah petugas dari pemerintah kota untuk menggali kuburnya. Tetapi yang terjadi adalah hal yang tak lazim. Para petugas kuburan itu tak menemukan tulang belulang seperti biasanya. Yang mereka temukan adalah satu jasad yang masih utuh. Tidak kurang satu apapun, tidak lecet atau tanda-tanda pembusukan seperti lazimnya jenazah yang telah lama dikubur. Bahkan kain putih kafan penutup jasad beliau tidak sobek dan tidak lapuk sedikitpun.

Terang saja kejadian ini mengejutkan para petugas. Mereka lari berhamburan mendatangi atasannya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Setelah diteliti, sang atasan kemudian menyadari bahwa makam yang digali itu bukan makam orang sembarangan. Langkah strategis lalu diambil. Pemerintah melarang membongkar makam tersebut. Jasad beliau lalu dikuburkan kembali seperti sediakala. Hingga sekarang makam beliau tetap berada di Ma?la, Mekah.

Demikianlah karamah Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi. Tanah organisme yang hidup di dalamnya sedikitpun tidak merusak jasad beliau. Kasih sayang Allah Ta’ala berlimpah pada beliau. Karamah Syaikh Nawawi yang paling tinggi akan kita rasakan saat kita membuka lembar demi lembar Tafsîr Munîr yang beliau karang. Kitab Tafsir fenomenal ini menerangi jalan siapa saja yang ingin memahami Firman Allah swt. Begitu juga dari kalimat-kalimat lugas kitab fiqih, Kâsyifah al-Sajâ, yang menerangkan syariat. Begitu pula ratusan hikmah di dalam kitab Nashâih al-‘Ibâd. Serta ratusan kitab lainnya yang akan terus menyirami umat dengan cahaya abadi dari buah tangan beliau.

Wafat
Masa selama 69 tahun mengabdikan dirinya sebagai guru Umat Islam telah memberikan pandangan-pandangan cemerlang atas berbagai masalah umat Islam. Syaikh Nawawi wafat di Mekah pada tanggal 25 syawal 1314 H/ 1897 M. Tapi ada pula yang mencatat tahun wafatnya pada tahun 1316 H/ 1899 M. Makamnya terletak di pekuburan Ma'la di Mekah. Makam beliau bersebelahan dengan makam anak perempuan dari Sayyidina Abu Bakar al-Siddiq, Asma' binti Abû Bakar al-Siddîq.