Thursday, 31 December 2015

, , , , ,

Kalam Al Kibar: Shodaqoh - Cak Nun


"Kalau kamu memberi sesuatu, jangan mengharap mendapatkan balasan yang lebih banyak. Itu urusan Allah." ~ Emha Ainun Nadjib - Cak Nun ~

Saturday, 14 November 2015

, ,

Hikmah: Tirulah "Wangwung" dalam Menggapai Puncak Kubah Masjid



Dalam acara ITS Bersholawat bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf yang berlangsung pada Kamis malam Jumu'ah (29/10), beliau juga menyampaikan tausyiahnya kepada para jama'ah ITS Bersholawat dan Syekhermania. Di antara tausyiahnya itu, beliau menceritakan sebuah kisah sebuah wangwung (sejenis kumbang yang suka memakan pucuk daun kelapa muda) dalam menggapai puncak kubah masjid.

Friday, 6 November 2015

, , ,

Kala Rasa Ujub Hinggapi Pengarang Alfiyyah

Petikan Nadhom Alfiyyah

Siapa tak kenal kitab Alfiyah? Seolah memancarkan berkah tak kunjung habis, nahdham seribu bait yang mengulas ilmu nahwu ini dipelajari terus di berbagai majelis ilmu hingga kini.

Wednesday, 4 November 2015

, , ,

News: Ratusan Siswa MA NU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo'

Guru dan Siswa MA NU TBS Kudus Sedang Melaksanakan Sholat Istisqo'
Kudus, NU Online
Ratusan santri MA NU TBS Kudus lakukan sholat istisqo’, Selasa (3/11). Ritual ini dilakukan di halaman madrasah tepatnya saat memasuki jam istirahat pertama. Hadir dalam kegiatan ini beberapa kiai sepuh madrasah ini, KH Choiruzyad Turaichan Adjhuri, KH Musthafa Imron, KH Munfaat Lc, KH Abdullah Hafidz dan beberapa dewan guru lainnya.

Humor: Nenek Tua dan "Malaikat"


Seorang Nenek dilarikan ke UGD karena serangan penyakit jantung. Ketika didatangi "Malaikat" dia bertanya apakah usianya masih panjang?

Tuesday, 3 November 2015

, , , ,

ITS Bersholawat Satukan ITS dengan Masyarakat

ITS Bersholawat 2015 Bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf 

Surabaya, ITS Surabaya
Kamis malam Jumu’ah, (29/10) ribuan jama’ah turut serta dalam acara ITS Bersholawat bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo. Acara yang diprakarsai oleh UKM Cinta Rebana ITS itu menjadi pagelaran yang pertama kalinya di kampus teknik tersebut. Kegiatan ITS Bersholawat sendiri merupakan sub acara dari Dies Natalis ITS Ke-55.

Saturday, 10 October 2015

, , , , ,

Sepenggal Kisah Nyata dari Abuya As Sayyid Muhammad ibn Alawi Al Maliki yang Perlu Kita Teladani



Pada suatu malam di bulan ramadhan, Abuya Sayyid Muhammad Almaliki sibuk dengan banyak hal sehingga baru siap istirahat jam 02.00 dini hari. Ketika beliau siap untuk istirahat tiba-tiba beliau berkata: "Andai saja ada nasi biryani yang masih panas"

Tuesday, 22 September 2015

, , , ,

Sepenggal Hikmah dari Buya Hamka

Buya Hamka
Tahukah Anda, siapakah Prof. DR. Hamka atau lebih sering disebut dengan Buya Hamka itu? Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah, pemilik nama pena Hamka (lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Ia melewatkan waktunya sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. 

Ia terjun dalam politik melalui Masyumisampai partai tersebut dibubarkan, menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyahsampai akhir hayatnya. Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo, Jakarta mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.

Namun, ada kisah menarik dibalik kebesaran Buya Hamka itu. Simak cerita di bawah ini untuk lebih jelasnya.
, , , ,

Info Lomba: Festival Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Terbaru 2015 (Pelajar & Mahasiswa)

Poster Festival Al-Banjari Cinta Rebana ITS Dies Natalis ITS ke-55 tahun 2015
ITS Surabaya, 
Sebuah keutamaan yang terkandung dalam budaya dan kearifan lokal yang bertajuk Sholawat dan Seni Hadrah Al-Banjari perlu kiranya diangkat menjadi sebuah jangkar-jangkar penjaga moralitas bangsa dan menjadi lentera penerang di tengah gelapnya peradaban.

Tuesday, 15 September 2015

,

Bergurulah dan Bertanyalah Hanya Pada “Al Mukarrom Asy Syaikh” Google

Karyabuatanku.comPerkembangan zaman amatlah pesat terutama di ranah teknologi. Dahulu, jika seseorang akan mencari ilmu, mereka akan bertanya kepada orang tua mereka kemudian orang tua mereka akan mencarikan guru terbaik bagi anak mereka itu.

Sebelum internet didapat dengan mudahnya seperti saat ini, hubungan silaturahim antara saudara yang berjauhan hanya bisa disambungkan melalui telepon rumah. Bahkan ada yang lebih klasik lagi dibandingkan dengan telepon rumah, surat. Ya, melalui surat orang-orang memberikan kabar kepada sanak saudara mereka yang berada jauh di seberang pulau.

Kembali lagi pada cara masyarakat mencari ilmu, khususnya dalam mendalami ilmu agama. Dahulu sebelum adanya "syaikhul kabir al allamah" Google maupun mesin pencari lain seperti halnya sayyidina yahoo, untuk mendalami pengetahuan agama masyarakat memilih pondok pesantren. Pun ketika mereka kesulitan dan belum tahu akan hukum agama, orang yang mereka tuju adalah para kiai pengasuh pondok pesantren tadi. Tapi hal itu sangatlah ribet, tidak efektif, buang-buang waktu saja. 

Saat ini lebih enak bertanya pada "Al Mukarrom Asy Syaikh" Google, selain langsung ada jawabannya, efesiensi waktu pun bisa diperoleh. Tak hanya itu saja, masih ada keuntungan lain jika bertanya pada "syaikhul kabir al allamah" Google, murah dan gampang didapatkan di mana saja. Ya, semua alasan tadi jika dinalar cukup masuk akal. 

Selain itu, buat apa mencari ilmu di pesantren. Belajar tak perlu adanya sanad (runtutan dari mana ilmu itu didapatkan), yang penting cukup hasilnya saja. Sanad buat apa? Sanad hanya akan membuang-buang waktu, menghabiskan uang, ribet. Jadi, cukuplah berguru dan bertanya pada "Al Mukarrom Asy Syaikh" Google maupun "sayyidina" Yahoo.

Monday, 14 September 2015

Heboh! Memanfaatkan Momen Kesedihan Orang Lain Jadi Tren

Gambar Hanya Ilustrasi Belaka
Ada-ada saja orang saat ini. Di saat ada orang lain kesusahan, dirinya malah memanfaatkan momen tersebut dengan hal yang sangat tak penting. Inilah hal yang saya maksud itu.

Thursday, 10 September 2015

, , ,

Bekali Santri Baru Pesantren Darussalam Sukolilo dengan Wawasan Aswaja

Ustadz Ma'ruf Khozin Sedang Menjelaskan Materi Ke-aswajaan
Surabaya, NU Online
Pondok Pesantren Darussalam Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, menyambut kedatangan para santri baru dengan kegiatan Orientasi Pengenalan Pondok Pesantren (OP3K) Darussalam. Kepada mereka, pesantren rintisan penggerak NU Surabaya KH Abdus Syakur ini memberikan bekal di antaranya pengetahuan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Sunday, 23 August 2015

, , ,

Opini: Santri, Manusia Serba Bisa

Gus Mus bersama Almarhum Gus Dur 

Karyabuatanku - Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau lebih sering disebut dengan KBBI, kata santri memiliki dua arti. Pertama adalah orang yang mendalami agama Islam. Kedua adalah orang yg beribadat dng sungguh-sungguh; orang yang saleh; Namun, artikel kali ini bukan berisikan apa itu pengertian dari santri. Artikel kali ini akan membahas tentang opini yang berjudul "Santri, Manusia Serba Bisa".

Friday, 21 August 2015

,

PMII Sepuluh Nopember Kembali Lahirkan Kader Baru

Peserta MAPABA XXXVI Berfoto Bersama Panitia
Surabaya,
Senin, (17/8) tepatnya saat fajar hari, PMII Sepuluh Nopember Surabaya kembali lahirkan kader perjuangan baru. Tak kurang sekitar 40 orang dilantik menjadi kader dari PMII Sepuluh Nopember. Upacara pelantikan yang dilaksanakan di Gedung MWC NU Sukolilo ini merupakan puncak dari acara Pelatihan Gerak Mahasiswa yang dimulai sejak hari Sabtu, (15/7) hingga hari Senin, (17/8) ini.

Sunday, 16 August 2015

,

Berita: PMII Sepuluh Nopember Ikuti Halal Bihalal Sebagai Banom NU

Suasana Halal Bihalal Antara MWC NU Sukolilo dan Banom
Surabaya,
Pasca keputusan di muktamar mengenai status PMII apakah menjadi banom (badan otonom) maupun tidak, yang pada akhirnya ditetapkan menjadi badan otonom. PMII Sepuluh Nopember ITS segera melakukan berbagai kegiatan guna menindak lanjuti keputusan tersebut.

Wednesday, 1 July 2015

, ,

News: Mawapres 2015 Telah Diumumkan


R. Aditya Brahmana, Mawapres 1 Nasional

Tahap final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Tingkat Nasional 2015 yang berlangsung di Hotel Santika Malang (28-30/6) malam telah menghasilkan enam orang nama pemenang, masing-masing tiga untuk jenjang sarjana dan tiga lagi untuk jenjang diploma.

Thursday, 25 June 2015

, ,

Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, Ulama yang Membangun Saluran Irigasi


Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, Ulama yang Membangun Saluran Irigasi
Karyabuatanku.com - Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (1710-1812) adalah ulama fiqih madzhab Syafi'i pengarang kitab Sabilal Muhtadin yang berasal dari kota Martapura di Tanah Banjar (Kesultanan Banjar), Kalimantan Selatan. Kitabnya yang paling terkenal ini banyak dijadikan rujukan Hukum Fiqih mazhab Syafi'i di Asia Tenggara.

Beliau dilahirkan di desa Lok Gabang pada hari kamis dini hari 15 Shafar 1122 H. bertepatan 19 Maret 1710 M sebagai anak pertama dari keluarga muslim yang taat beragama, yaitu Abdullah dan Siti Aminah. Nama lengkap Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah bin Abdur Rahman al-Banjari bin Sayyid Abu Bakar bin Sayyid Abdullah al-'Aidrus bin Sayyid Abu Bakar as-Sakran bin Sayyid Abdur Rahman as-Saqaf bin Sayyid Muhammad Maula ad-Dawilah al-'Aidrus, dan seterusnya sampai kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidatina Fatimah bin Nabi Muhammad SAW.

Kakek Arsyad berhasil mendirikan Kerajaan Mindanao di Filiphina. Ayah Abdullah bernama Abu Bakar (kakek Muhammad Arsyad) adalah Sultan Mindanao. Abdullah pernah pula memimpin pasukan Mindanao dalam peperangan melawan Portugis, kemudian ikut melawan Belanda lalu pindah bersama isterinya ke Banjar (Martapura, Kalimantan).

Sekilas Kelebihan
Pada suatu hari, tatkala Sultan Kerajaan Banjar (Sultan Tahmidullah) mengadakan kunjungan ke kampung-kampung, hingga sampailah sang Sultan ke kampung Lok Gabang. Alangkah terkesimanya Sang Sultan manakala melihat lukisan yang indah dan menawan hatinya. Maka sang Sultan bertanya, siapakah pelukisnya, lalu ia mendapat jawaban bahwa Muhammad Arsyad adalah sang pelukis yang sedang dikaguminya. Mengetahui kecerdasan dan bakat sang pelukis, terbesitlah di hati sultan, sebuah keinginan untuk mengasuh dan mendidik Arsyad kecil di istana. Usia Arsyad sendiri ketika itu baru sekitar tujuh tahun.

Sultan pun mengutarakan keinginan hatinya kepada kedua orang tua Muhammad Arsyad. Pada mulanya Abdullah dan istrinya merasa enggan melepas anaknya tercinta. namun demi masa depan sang buah hati yang diharapkan menjadi anak yang berbakti kepada agama, negara dan orang tua, maka diterimalah tawaran sang sultan. Kepandaian Muhammad Arsyad dalam membawa diri, sifatnya yang rendah hati, kesederhanaan hidup serta keluhuran budi pekertinya menjadikan segenap warga istana sayang dan hormat kepadanya. Bahkan sultan pun memperlakukannya seperti anak kandung sendiri.

Setelah dewasa beliau dinikahkan dengan seorang perempuan sholihah (yang juga) bernama Siti Aminah (Tuan "BAJUT"), seorang perempuan yang ta'at lagi berbakti pada suami sehingga terjalinlah hubungan saling pengertian dan hidup bahagia, seiring sejalan, seia sekata, bersama-sama meraih ridho Allah semata. Ketika istrinya mengandung anak yang pertama, terlintaslah di hati Muhammad Arsyad suatu keinginan yang kuat untuk menuntut ilmu di tanah suci Mekkah. Maka disampaikannyalah hasrat hatinya kepada sang istri tercinta.

Meskipun dengan berat hati mengingat usia pernikahan mereka yang masih muda, akhirnya Siti Aminah mengamini niat suci sang suami dan mendukungnya dalam meraih cita-cita. Maka, setelah mendapat restu dari sultan berangkatlah Muhammad Arsyad ke Tanah Suci mewujudkan cita-citanya. Deraian air mata dan untaian do'a mengiringi kepergiannya.

Di Tanah Suci, Muhammad Arsyad mengaji kepada para ulama terkemuka pada masa itu. Di antara guru beliau adalah Syekh 'Athoillah bin Ahmad al Mishry, al Faqih Syekh Muhammad bin Sulaiman al Kurdi dan al-'Arif Billah Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Samman al-Hasani al-Madani yang merupakan guru Muhammad Arsyad di bidang tasawuf. Di bawah bimbingan gurunya inilah Muhammad Arsyad melakukan suluk dan khalwat, sehingga mendapat ijazahdengan kedudukan sebagai khalifah.

Menurut riwayat dari Khalifah al-Sayyid Muhammad al-Samman, pada waktu itu Indonesia hanya ada empat orang khalifah, yaitu Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (kalimantan), Syekh Abdulk Shomad al-Palembani (Palembang, Sumatera), Syekh Abdul Wahab Bugis (Sulawesi) dan Syekh Abdul Rahman Mesri (Betawi Jawa). Mereka berempat dikenal dengan "Empat Serangkai dari Tanah Jawi" yang sama-sama menuntut ilmu di al-Haramain al-Syarifain.

Muhammad Arsyad belajar di Mekah sekitar 30 tahun dan di Madinah sekitar lima tahun. Sahabatnya yang paling penting yang banyak disebut oleh hampir semua penulis ialah Syekh 'Abdus Shamad al-Falimbani, Syekh Abdur Rahman al-Mashri al-Batawi dan Syekh Abdul Wahhab Bugis, yang terakhir ini kemudian menjadi menantunya.

Guru-gurunya
Di antara sekian banyak ulama yang menjadi gurunya, beberapa di antaranya sangat populer, yakni Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi, Syekh 'Athaullah dan Syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Sammani al-Madani.

Selain belajar kepada ulama-ulama Arab, bersama dengan kawan-kawan seangkatannya, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, juga belajar kepada ulama-ulama yang berasal dari NUsantara. Di antara gurunya yang berasal dari Melayu ialah Syekh Abdur Rahman bin Abdul Mubin Pauh Bok al-Fathani, Syekh Muhammad Zain bin Faqih Jalaluddin Aceh dan Syekh Muhammad 'Aqib bin Hasanuddin al-Falimbani, dan lain-lain.

Selama belajar di Mekah Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari tinggal di sebuah rumah yang dibeli oleh Sultan Banjar. Rumah tersebut terletak di kampung Samiyah yang disebut juga dengan Barhat Banjar.

Semua ilmu keislaman yang telah dipelajarinya di Mekah dan Madinah mempunyai sanad atau silsilah yang musalsal (bersambung kontinyu tanpa putus. Hal ini cukup jelas seperti yang ditulis oleh Syekh Yasin Padang dalam beberapa karyanya.

Durasi masa belajar di Mekah dan Madinah yang demikian lama serta banyaknya jumlah pelajaran dan jenis kitab dipelajari, dan kapabilitas ulama tempatnya berguru menjadikan Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari akhirnya menjadi seorang ulama besar tanah Jawi atau dunia Melayu (Nusantara).

Jasa-jasa bagi Bangsa
Setelah sekitar 35 tahun menuntut ilmu di tanah suci, timbullah kerinduannya pada kampung halaman. Pada Bulan Ramadhan 1186 H. bertepatan 1772 M., sampailah Muhammad Arsyad di kampung halamannya kembali, Martapura pusat Kerajaan Banjar pada masa itu. Sultan Tamjidillah (Raja Banjar) menyambut kedatangan beliau dengan upacara adat kebesaran. Segenap rakyat pun mengelu-elukannya sebagai seorang ulama "Matahari Agama" yang cahayanya diharapkan menyinari seluruh Nusantara.

Aktivitas Muhammad Arsyad sepulangnya dari Tanah Suci, dicurahkan untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang diperolehnya. Baik kepada keluarga, kerabat ataupun masyarakat pada umumnya. Bahkan, sultan pun termasuk salah seorang muridnya sehingga ia menjadi raja yang 'alim dan wara'.

Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari adalah seorang ulama yang diakui kehebatannya oleh para ulama setelahnya. Tanda kebesaran jasanya ini selain berupa karya-karya tulisnya yang telah menjadi bagian integral dalam khasanah keilmuan Islam Nusantara juga dapat kita buktikan hingga saat ini melalui jalur irigasi yang dibangunnya bersama warga masyarakat Banjar untuk melancarkan dan meningkatkan produksi pertanian di tanah Banjar. Hingga saat ini manfaat saluran irigasi yang dibangun oleh sang syekh masih dapat dirasakan oleh penduduk sekitar. Kini saluran irigasi tersebut diberi nama Sungai Datuk uantuk mengenang jasa-jasa beliau.

Dalam menyampaikan ilmunya Syekh Muhammad Arsyad mempunyai beberapa metode yang saling menunjang antara satu dengan yang lainnya. Metode-metode dakwah tersebut adalah :

Dakwah bilhal : Keteladanan yang baik (uswatun hasanah) yang direfleksikan dalam tingkah-laku, gerak-gerik dan tutur kata sehari-hari serta disaksikan secara langsung bersama murid-muridnya.

Dakwah billisan : mengadakan pengajaran dan pengajian yang bisa diikuti siapa saja, baik keluarga, kerabat, sahabat, handai taulan dan seluruh masyarajat secara umum.

Dakwah bilkitabah : menggunakan bakat di bidang tulis-menulis, sehingga lahirlah kitab-kitab yang menjadi pegangan umat.

Karya-karya
Semasa hidupnya, di tengah-tengah perjuangannya berdakwah, Syekh Arsyad selalu menyempatkan diri untuk menggoreskan tinta demi kesinambungan tersampainya ilmu-ilmu pengetahuan kepada umat sepanjang generasi.
Adapun karya-karya Syekh Arsyad yang sempat dicatat adalah :
1. Tuhfah al-Raghibin fi Bayani Haqiqah Iman al-Mu'minin wa ma Yufsiduhu Riddah al-Murtaddin, karya pertama, diselesaikan tahun 1188 H./1774 M.
2. Luqtah al-'Ajlan fi al-Haidhi wa al-Istihadhah wa an-Nifas an-Nis-yan,diselesaikan tahun 1192 H./1778 M.
3. Sabil al-Muhtadin li at-Tafaqquhi fi Amri ad-Din, diselesaikan pada hari Ahad, 27 Rabiulakhir 1195 H./1780 M.
4. Risalah Qaul al-Mukhtashar fi ‘Alamatil Mahdil Muntazhar, diselesaikan pada hari Khamis 22 Rabiul Awal 1196 H./1781 M.
5. Kitab Bab an-Nikah.
6. Bidayah al-Mubtadi wa `Umdah al-Auladi
7. Kanzu al-Ma'rifah
8. Ushul ad-Din
9. Kitab al-Faraid
10. Kitab Ilmu Falak
11. Hasyiyah Fathul Wahhab
12. Mushhaf al-Quran al-Karim
13. Fathur Rahman
14. Arkanu Ta'lim al-Shibyan
15. Bulugh al-Maram
16. Fi Bayani Qadha' wa al-Qadar wa al-Waba'
17. Tuhfah al-Ahbab
18. Khuthbah Muthlaqah Pakai Makna
Meninggalkan banyak sekali keturunan di berbagai belahan Nusantara. Putera-puteri yang ditinggalkan merupakan generasi lintas bangsa karena Syeikh Arsyad memiliki beberapa Istri lintas bangsa. Di antara keturunan-keturunan Beliau banyak sekali yang kemudian menjadi ulama-ulama besar di berbagai bangsa penghuni Nusantara sepereti Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam dan Pattani.

Setelah sekitar 40 tahun mengembangkan dan menyiarkan Islam di wilayah Kerajaan Banjar, akhirnya di Pagar Dalam, pada hari selasa, 6 Syawwal 1227 H. (1812 M.) Allah SWT memanggil kembali Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari ke hadirat-Nya dalam usia 105 tahun. Karena dimakamkan di desa Kalampayan, masyarakat banyak yang menyebut Beliau dengan sebutan Datuk Kalampayan.

Sumber:
,

Mengenal Sosok Kiai Romly Tamim, Penyusun Doa Istighotsah

Kiai Romly Tamim

Kata "Istighotsah" (إستغاثة) adalah bentuk masdar dari Fi'il Madli Istaghotsa (إستغاث) yang berarti mohon pertolongan. Secara terminologis, istigotsah berarti beberapa bacaan wirid (awrad) tertentu yang dilakukan untuk mohon pertolongan kepada Allah SWT atas beberapa masalah hidup yang dihadapi.
, , ,

Mengenal Kepribadian Luhur Habib Anis Al-Habsyi

 Habib Anis Al-Habsyi

Dua minggu pasca-Lebaran tahun 2006, umat muslim di Soloraya tersentak mendengar kabar duka. Seorang tokoh ulama panutan yang juga keturunan dari Rasulullah saw, Habib Anis Al-Habsyi dikabarkan telah menghadap ke rahmatullah. Menurut keterangan dari dokter, Habib Anis yang kala itu berusia 78 tahun, wafat karena penyakit jantung yang dideritanya.

Monday, 22 June 2015

, , , ,

Download Kitab Idhatun Nasyiin

Karyabuatanku - Kitab yang berarti petuah bagi pemuda ini menjadi salah satu kitab yang dikaji dalam ngaji posonan Ramadhan 1436 H di pondok pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang yang diampu oleh salah satu tokoh PBNU, KH. Ahmad Mustofa Bisri. 

Idhatun Nasyi'in yang berarti petuah untuk pemuda adalah salah satu karya abad 20 yang masih sangat relevan untuk dijadikan rujukan pemuda masa kini karena didalamnya tertulis berbagai hal yang harus menjadi renungan dan petunjuk bagi anak muda yang kelak menjadi pilar umat masa depan.

Saturday, 13 June 2015

,

Karyabuatanku: Ramadhan Kareem

مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ، حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ
"Barang siapa senang dengan datangnya bulan Ramadhan, Allah mengharamkan jasadnya disentuh api neraka"
Ramadhan Kareem
1 Ramadhan 1436 H
Admin Blog Karyabuatanku mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1436 H.

Thursday, 4 June 2015

, , ,

Pengumuman PBSB 2015

Logo Kementerian Agama RI
ITS: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya,
Kamis, (4/6) menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh ribuan santri yang mendaftar Program Beasiswa Santri Berprestasi atau lebih sering disebut dengan PBSB atau beasiswa Depag karena sebelum menjadi Kementrian Agama, Kemenag disebut dengan Departemen Agama.

Thursday, 28 May 2015

Puisi: Zaman Bisu

Zaman Bisu

Zaman Bisu
Membisukan yang bisu,
membutakan yang buta

Zaman Bisu
Mendekatkan yang dekat, 
menjauhkan yang jauh

Zaman Bisu
Mempermudah yang mudah,
mempersulit yang sulit

Surabaya, 19 Mei 2015 M/ 1 Sya'ban 1436 H

Wednesday, 20 May 2015

,

Logo Baru, Semangat Baru

Logo Blog Karyabuatanku v 3.2


Sesuatu yang baru biasanya memberikan semangat baru bagi pemiliknya. Begitu pula dengan blog ini. Senin, (18/5) dicetuskanlah pembaruan pada logo blog. Untuk inisial tetap seperti pada logo sebelumnya, menggunakan huruf K sebagai inisial dari blog ini.

Monday, 11 May 2015

,

Download Logo ITS

Logo ITS
ITS adalah akronim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Namun, masih banyak yang belum tahu, kebanyakan masih menyebut ITS dengan Institut Teknologi Surabaya (mengacu pada ITB: Intitut Teknologi Bandung maupun IPB: Institut Pertanian Bogor). Bahkan ada yang miris lagi, Intitut Teknologi Semarang maupun Institut Teknologi Solo. Jadi kembali diluruskan bahwasanya ITS adalah akronim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. :)

Wednesday, 29 April 2015

Dua Minggu, Dua Menteri

Foto Bareng Menpora RI, Bapak H. Imam Nahrawi S.Ag, dalam Kunjungannya ke ITS

Surabaya, ITS: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Dua minggu ini, tak ku sangka aku dapat bertemu dengan dua orang penting negara ini di kampusku, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mereka berdua adalah dua menteri yang berasal dari Kabinet Kerja, kabinet pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) periode 2014-2019. Mereka Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, bapak H. Marwan Ja'far, SE., SH., MM., MSi dan Menteri Pemuda dan Olahraga (MENPORA), bapak H. Imam Nahrawi S.Ag. Masing-masing mengunjungi pada Jumat, (17/4) dan Ahad (26/4).

Thursday, 9 April 2015

, ,

Ketentuan dan Kouta PBSB 2015

Logo Kementerian Agama Republik Indonesia

Karyabuatanku - Surabaya, (9/4) Program Beasiswa Santri Berprestasi atau lebih sering disebut dengan PBSB kembali diadakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia (KEMENAG RI). Dalam postingan sebelumnya, masih belum disetakan link ketentuan maupun kouta bagi penerima beasiswa ini.

Wednesday, 1 April 2015

,

Kemenag Kembali Adakan PBSB 2015

Laman Awal Pendaftaran PBSB 2015

Karyabuatanku -  Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menyelenggarakan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)  pada tahun 2015 ini. Pada tahun ini, ada perbedaan dari penyelenggaraan sebelumnya, yaitu terletak pada semakin banyaknya jurusan yang dipilih oleh Kemenag RI selaku penyelenggara dari program ini. Pada penyelenggaraan tahun 2015, selain bertambahnya jurusan, jumlah peserta pun mengalami peningkatan.

Tuesday, 24 March 2015

,

Enam Puluh Grup Semarakkan Festival Rebana ITS 2015

Penampilan Salah Satu Peserta Lomba

Ahad, (22/3) sebanyak 60 tim menyemarakkan pagelaran Festival Hadrah Al Banjari yang diselenggarakan oleh UKM Cinta Rebana (CR) ITS. Pelaksanaan pada tahun ini menjadi yang keenam sejak pertama kalinya pada 2010 silam.

Thursday, 12 February 2015

, ,

Bersyukur = Rizqi Bertambah

Orang Bersedekah (sumber gambar: vemale.com)

Hai sahabat blog Karyabuatanku, kali ini penulis akan membahas tentang keutamaan bersyukur. Silahkan disimak untuk mengetahui lebih lanjut.

Monday, 2 February 2015

,

Lomba: Festival Banjari Se-Jatim oleh Cinta Rebana ITS

Assalamu'alaikum Derek Pecinta Seni Hadrah al Banjari, monggo ikuti Festival Hadrah al Banjari se-Jawa Timur ITS 2015. Sareng2 berkreasi kreatif dalam seni hadrah al Banjari yang lebih inovatif. Mengiringi indahnya syair cinta Ilahi dan Nabi dengan ketukan nada rebana yang menyenangkan hati.
Monggo derek, sampaikan penampilan terbaik Panjenengan . 
Buktikan sholawat niku Indah

Festifal Hadrah Al Banjari Se-Jawa Timur
Ketentuan:
1.       Festifal ini terbuka untuk Umum & SMA/Sederajat.
·         Umum:
Menampilkan 1 jingle + 1 lagu bebas berbahasa arab dengan durasi maksimal 8 menit.
·         SMA/Sederajat:
Menampilkan 1 lagu wajib* + 1 lagu bebas berbahasa arab dengan durasi maksimal 10 menit.
2.       Jumlah personil dalam grup maksimal 10 orang.
3.       Ketentuan lebih lanjut akan dijelaskan pada saat TM (8 Maret 2015)
4.       Lagu wajib meliputi: Thola’al Badru, Ya Nabi Salam, Ya Badrotim, Ya Rasulallah (akan diundi saat Technical Meeting)
Hadiah:
-          Umum:
·         Juara 1: Rp 2.000.000,00 + Trophy & Sertifikat
·         Juara 2: Rp 1.250.000,00 + Trophy & Sertifikat
·         Juara 3: Rp 750.000,00 + Trophy & Sertifikat
-          SMA/Sederajat:
·         Juara 1: Rp 1.000.000,00 + Trophy & Sertifikat
·         Juara 2: Rp 750.000,00 + Trophy & Sertifikat
·         Juara 3: Rp 500.000,00 + Trophy & Sertifikat
Pendaftaran:
-          Dibuka tanggal 2 Februari – 6 Maret 2015
-          Via SMS ke CP kami dengan format: (Nama Grup_Kategori_Alamat_No. Telepon)
-          Via Online di http://bit.ly/fesbanCRITS2015
-          Biaya pendaftaran:
·         Umum                  (Rp 100.000,00)
·         SMA/Sederajat (Rp 80.000,00)
-          Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening Mandiri: 9000010654037 a.n Anik Fatimatuz Zahro (konfirmasi pembayaran ke CP)
Contact Person:
1.       Hakim   : 085731471971
2.       Usaid     : 085641579000