Wednesday, 29 April 2015

Filled Under:

Dua Minggu, Dua Menteri

Foto Bareng Menpora RI, Bapak H. Imam Nahrawi S.Ag, dalam Kunjungannya ke ITS

Surabaya, ITS: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Dua minggu ini, tak ku sangka aku dapat bertemu dengan dua orang penting negara ini di kampusku, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mereka berdua adalah dua menteri yang berasal dari Kabinet Kerja, kabinet pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) periode 2014-2019. Mereka Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, bapak H. Marwan Ja'far, SE., SH., MM., MSi dan Menteri Pemuda dan Olahraga (MENPORA), bapak H. Imam Nahrawi S.Ag. Masing-masing mengunjungi pada Jumat, (17/4) dan Ahad (26/4).

Untuk kunjungan pertama adalah dari bapak Marwan Jakfar. Dalam kunjungannya, pria yang berasal dari Pati Jawa Tengah ini menjadi pembicara utama dalam acara "Open Talk dari Desa untuk Bangsa". Acara itu diselenggarakan di Ruang Sidang lantai 1 gedung Rektorat ITS. Meski kunjungan yang ia lakukan begitu singkat, namun aku dapat mendapatkan beberapa pesan beliau, tentunya tentang pembangunan dan pengembangan Indonesia khususnya daerah tertinggal.

Rektor ITS, bapak Joni Hermana bersama bapak Marwan Jakfar

Salah satu pesan beliau kepada kami, mahasiswa ITS adalah sebagai berikut. "Jangan hanya berpangku tangan untuk konsentrasi di Jawa saja. Di luar Jawa banyak masih banyak potensi yang belum tergarap secara maksimal. Oleh karena itu alumni perguruan tinggi termasuk di dalamnya ITS, olahlah daerah-daerah itu dalam rangka membangun bangsa dan negara," pesan pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

Presiden RI ke 7, bapak Joko Widodo dalam Harlah PMII ke 55

Malam harinya pun aku dapat bertemu dengan beberapa menteri bahkan presiden Republik Indonesia, bapak Joko Widodo, dalam acara malam puncak Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke 55 yang diselenggarakan di Masjid Al Akbar Surabaya. Presiden yang berasal dari Solo itu berpesan kepada sahabat/i PMII yang berjumlah sekitar 3000 orang itu untuk terus menjadi agen perubahan di Indonesia. Pria yang juga pernah menjadi gubernur DKI Jakarta itu juga berbicara perihal masih banyaknya masyarakat Indonesia yang mengalami buta huruf. Menurut data yang ia punya, total 15,15% masyarakat Indonesia yang masih berada dalam kondisi buta huruf.

Menpora begitu ramah kepada para peserta Try Out

Kunjungan kedua adalah dari Menteri Pemuda dan Olahraga, bapak Imam Nahrawi. Ia mengunjungi acara try out beasiswa super camp yang diadakan di gedung Pasca Sarjana ITS. Menteri yang pernah bertholabul 'ilmi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya ini mengapresiasi atas diselenggarakan program bimbingan SBMPTN, beasiswa super camp ini. Menurutnya ini adalah salah satu cara untuk membantu orang lain yang sedang membutuhkan. "Tidak boleh menolak jika ada orang lain membutuhkan bantuan kita. Acara seperti ini merupakan salah satu wujud kepedulian kepada orang lain," ucapnya.

Menurutnya program ini sangat baik sebab dengan adanya kegiatan seperti ini, merupakan salah satu cara untuk membantu orang lain. Tak hanya itu saja, ia juga memberikan tanggapan terhadap program bimbingan super camp ini, menurutnya kegiatan ini dapat memberikan inspirasi bagi siapapun. "Kegiatan ini (super camp, red) penuh inspirasi. Dan tidak hanya untuk menyiapkan mereka (siswa siswi SMA sederajat, red) untuk masuk ke kampus ITS, tapi juga mendorong untuk ada kesamaan pikiran dan nilai," jelasnya kepada ITS Online.

Selain itu ia juga mengatakan jika dengan diadakannya kegiatannya ini juga mampu untuk mempererat  nilai silaturahim dan kemanusiaan. "Yang lebih penting adalah persaudaraan dan kemanusiaan, karena konteks ini dapat memperteguh silaturahim," imbuhnya.

"Semoga ke depan mereka bisa menjadi bagian dari civitas akademika di ITS ini," jawabnya saat ditanya harapan setelah diadakannya kegiatan seperti ini. Tak hanya itu saja, ia juga berharap dengan diadakannya acara seperti ini mampu melahirkan tehnokrat yang agamis, "Bagi saya, harus ada tehnokrat yang agamis, tehnokrat yang modern sehingga mampu mewarnai Indonesia dengan trobosan yang baru dan modern," ujarnya mengenai harapannya kepada peserta kegiatan ini.

Kedatangannya di tengah-tengah peserta try out ini membuat suasana yang semula tegang menjadi penuh canda tawa. Hal itu dikarenakan seringnya menteri yang berasal dari Bangkalan itu melontarkan gurauan di tengah sedang berbicara kepada para peserta try out. Bahkan di akhir acara, ia mengajak beberapa peserta untuk berfoto bareng menggunakan handphonenya.

Menpora RI, H. Imam Nahrawi mengajak berfoto bersama dengannya

Selain guyonan yang dilontarkan oleh pria yang pernah menimba ilmu di UIN Sunan Ampel ini, beberapa pesan darinya juga menjadikan para peserta yang berasal dari berbagai kota ini menjadi tertarik kepada apa yang dibicarakannya. Salah satunya adalah rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. "Tingkat kemauan orang Indonesia membaca itu rata-rata sebesar 1%, beda dengan di eropa yang sampai 40%," ucapnya.

Tak hanya itu saja, ia juga berpesan kepada sekitar 400 siswa siswi SMA sederajat untuk selalu mendoakan orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Selain itu, ia juga menegasnya untuk selalu menolong orang lain yang sedang membutuhkan bantuan kepada kita. "Tidak boleh menolak jika ada orang lain membutuhkan bantuan kita. Acara seperti ini merupakan salah satu wujud kepedulian kepada orang lain," imbuhnya.

Di akhir bicaranya, ia sekali lagi menegaskan untuk selalu ingat pada orang tua, "Kalau perlu sebelum ujian masuk ITS ini, sebelum berangkat minta keridhoan dari orang tua khususnya ibu," ujar alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya itu. Selain itu, ia juga berpesan kepada para hadirin untuk tidak membentak kepada orang tua, sebab Allah telah melarangnya di dalam Al-Qur'an. "Janganlah kalian membantah maupun membentak orang tua kalian, Allah telah melarang hal itu sebagaimana yang ada dalam Al-Qur'an," pungkasnya.

Kehadiran mereka berdua di kampusku ini memberikan beberapa pengalaman bagiku, diantaranya adalah seputar pengalaman mereka saat masih menjadi mahasiswa, namun yang paling mengesankan adalah pengalaman untuk mewawancarai tokoh negeri ini. :)
Comments
0 Comments



0 comments: