Saturday, 27 February 2016

Filled Under: , ,

KH Ahmad Baso: Antara Van Der Plas, Soekarno dan Jonru


Karyabuatanku - Lebih mudah menjadi Van Der Plas daripada Soekarno. Van Der Plas dalam foto adalah yang berjenggot ala Teuku Wisnu. Dialah yang pernah mendeklarasikan berdirinya Negara Madura di tahun 1947 dan Negara Jawa Timur di tahun 1948 untuk merusak NKRI dari dalam.


Van Der Plas dikenal sebagai tukang adu-domba antar agama dan suku di Jawa, antara santri dan abangan. Sementara Sukarno mengajarkan persatuan. 

Kalau Van Der Plas punya duit, ia akan bayar kiai untuk ikut Kompeni. Sementara Sukarno bawa duit ke kiai untuk dirikan madrasah dan perbaiki pesantren.

Van Der Plas suka menyebar berita fitnah dan hoax, misalnya kiai A sudah ikut NICa, dst., (mirip kerjaan Mr. Jonru). Sementara Sukarno menanamkan semangat juang para pemuda dan kiai untuk bela NKRI.

Van Der Plas kalau punya percetakan, akan cetak kitab al-Quran palsu, yang ayat-ayatnya sudah ditahrif dan diotak-atik lalu disebar ke pesantren (mirip kerjaan Wahabi kini). Sementara Sukarno cetak buku-buku pengajaran kebangsaan dan buku-buku kiai.

Fasih berbahasa Arab, tapi ilmunya dipakai untuk membujuk kiai-kiai bahwa dirinya adalah penganut Muslim sejati, bisa baca kitab, tapi bertujuan untuk menipu kiai agar pro Kompeni. Sementara Sukarno belajar bahasa Belanda untuk tahu tipu-daya Kompeni.

Van Der Plas pernah mendatangi Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari ke Tebuireng, membawa duit dollar segepok untuk membujuk Pendiri NU ini untuk ikut Kompeni. Sementara Sukarno mendatangi KH. Hasyim Asy'ari untuk minta fatwa jihad bela Aswaja dan NKRI.

Kini, banyak yang lakonin kerjaan Van Der Plas, karena banyak proyeknya dan duitnya. Yang ngikutin Sukarno sudah jarang, karena modalnya semangat NKRI doang. 

Oleh: KH. Ahmad Baso.[*]


Sumber:

[*] Penulis dari Civil Society versus Masyarakat Madani (1999), Plesetan Lokalitas: Politik Pribumisasi Islam (2002), Islam Pasca-Kolonial (2005), NU Studies (2006), Islam Nusantara: Ijtihad Jenius & Ijma Ulama Indonesia (2015) dan masih banyak lagi lainnya.

Comments
0 Comments



0 comments: