Wednesday, 6 April 2016

Filled Under: , , , ,

Ridla dan Murka Allah Ada Tergantung Kedua Orang Tua


Karyabuatanku - Sebagai seorang anak, kita memiliki kewajiban untuk selalu berbakti kepada orang tua kita, menuruti semua yang diperintah maupun yang dilarang oleh keduanya asalkan tidak berbenturan dengan syariat Islam. 

Selain itu, pernahkan pembaca mendengar ridla dan murka Allah tergantung kedua orang tua? Berikut ini adalah tulisan menarik dari Dr Agus Zainal Arifin SKom MKom, Dekan Fakultas Teknologi Informasi ITS dengan judul ridla Allah ada pada ridla kedua orang tua, dan murka Allah ada pada murka kedua orang tua yang kami ambil dari facebook beliau. Silahkan dibaca.

Ridla Allah Ada Pada Ridla Kedua Orang Tua, Murka Allah Ada Pada Murka Kedua Orang Tua

Entah kenapa nasihat ini selalu ditujukan kepada anak-anak saja. Mungkin dengan tujuan sebagai dorongan dan ancaman agar mereka mau berbakti kepada kedua orang tuanya. Padahal inti nasihat itu sebenarnya justru tertuju kepada orang tua, dan apalagi tak ada satupun kata anak di dalamnya.

Nasihat itu jelas memerintahkan para orang tua agar ridla kepada anak. 

* Meridlai anak hendaknya telah dimulai sejak dalam kandungan. Merasa gembira dan bahagia atas kehamilan itu, baik ayah maupun ibunya. Hari-hari masa kehamilan dilalui dengan riang gembira penuh harap, sebagai cerminan ridla orang tua terhadap anaknya. Agama bahkan mengajarkan shadaqah untuk keselamatan bayi, seperti tingkeban atau ungkapan kebahagiaan lainnya. Kalau sebaliknya, yakni bila kehamilan itu sendiri sudah menjadi sumber penyesalan, maka hal itu mencerminkan ketidakridlaan. Apalagi bila mereka saling menyalahkan atas segala hal akibat kehamilan itu. 

* Meridlai anak saat lahir juga sangat penting. Merasa bersyukur dan bersuka cita menyambut kelahiran jabang bayi menunjukkan keridlaan orang tua. Demikian pula ketika menyusui, menyuapi, menggendong, dan memeliharanya. Sebaliknya, bila keberadaan bayi menyulut pertengkaran sehingga orang tua seakan tak menghendaki kelahirannya, maka itu adalah cermin ketidakridlaan mereka kepada bayinya. 

* Meridlai anaknya ketika memasuki masa tumbuh kembang juga penting. Orang tua yang menunjukkan kebahagiaannya dalam mengasuh si anak, tidak pernah mengeluhkan anaknya, mengajarinya dengan senang hati, mencarikannya nafkah dengan penuh semangat, itu semua menunjukkan keridlaan orang tua. Seandainya ada nakalnya si anak, orang tua yang ridla akan tetap menghadapinya dengan suka cita, dibimbingnya dengan baik. 

* Selanjutnya meridlai anak ketika remaja, dewasa, atau bahkan saat sudah sama-sama tua tetap sangat penting. Semakin berumur semakin banyak masalah yang dihadapi anak. Menghargai, ngajeni, dan mendoakan anak adalah bagian ridla itu sendiri. 

Walhasil betapa bahagianya anak yang sejak bayi bahkan sejak dalam kandunganpun telah diridlai orang tuanya. Sebab itu berarti dia selalu berada dalam ridla Tuhannya, kapanpun dan dimanapun dia berada. Hidupnya akan bermanfaat, penuh berkah, dan menjadi berkah bagi orang-orang di sekelilingnya.

Disarikan dari status facebook beliau Dr Agus Zainal Arifin SKom MKom, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.


Comments
0 Comments



0 comments: