Wednesday, 29 June 2016

,

Idul Fitri dan Fenomena yang Biasanya Terjadi

Idul Fitri dan Fenomena yang Biasanya Terjadi
Karyabuatanku - Tak terasa sebentar lagi Bulan Suci Ramadlan akan meninggalkan kita. Biasanya menjelang Ramadlan usai seperti saat ini euforia Idul Fitri sudah mulai bisa untuk dirasakan. Selain itu, pertanda lain akan datangnya Idul Fitri adalah semakin banyaknya penjual mercon di pinggir jalan raya maupun di perkampungan. Melalui postingan ini, kami akan mengupas mengenai beberapa fenomena yang kerap ditemui dalam "pelaksanaan Idul Fitri" di Indonesia.

1. Munculnya Lomba Diskon 
Lebaran sering ditafsirkan sebagai ajang pamer baju baru ataupun jajanan yang disuguhkan kepada para tamu yang bersilaturahim satu sama lain. Nah, dengan adanya penafsiran baru ini, supermarket ataupun swalayan biasanya memanfaatkan momen ini untuk menggaet keuntungan sebanyak mungkin dari masyarakat dengan iming-iming diskon pada produk yang mereka miliki seperti halnya pada baju yang kebanyakan dengan model gamis, koko atau semacamnya dan pada parsel lebaran yang berisi sirup, wafer dan sebagainya. 

2. Muncul Jasa Penukaran Uang Baru 
Munculnya jasa penukaran uang baru didasari oleh adanya tradisi pemberian "THR" kepada anak-anak di kampung. Biasanya jasa seperti ini banyak ditemui di kota-kota besar tepatnya di pinggir jalan raya. Namun yang perlu diingat dari penggunaan jasa seperti ini adalah nilai tukar dari uang yang kita berikan tidak akan sama dengan nilai (jumlah) uang yang kita dapatkan. Biasanya mereka menyebutnya sebagai kompensasi dari antre di bank. Oleh karena itu, disarankan untuk menukarkan uang dari pecahan besar (misal: Rp 100.000,-) ke pecahan uang kecil dua ribuan atau lima ribuan di tempat penukaran resmi, dalam hal ini adalah Bank. Hal ini dikarenakan nilai uang yang kita tukar akan sama dengan nilai uang yang kita dapat (misal: kita menukar lima puluh ribu dengan sepuluh ribuan sebanyak lima buah) 

3. Ribuan Pemudik Padati Jalan Utama 
Fenomena yang bisa kita temui selanjutnya adalah semakin padatnya jalur utama, terutama pantura oleh pemudik, terutama pengguna kendaraan bermotor. Pemudik lebih memilih menggunakan kendaran mereka (sepeda motor) dikarenakan mudik dengan kendaraan pribadi bisa lebih fleksibel dalam bepergian, selain itu juga karena melonjaknya tiket arus mudik, biasanya hingga 30%. Hal itulah yang menjadikan alasan bagi pemudik lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor dalam melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman mereka. 

4. Posko Mudik Lebaran 
Fenomena selanjutnya adalah banyak kelompok masyarakat yang mendirikan posko mudik. Biasanya mereka adalah ormas, LSM ataupun organisasi sejenisnya yang tidak melakukan mudik. Tujuan mulia ini mereka lakukan tanpa ada rasa pamrih sekalipun. Salah satunya apa yang diadakan oleh CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs), suatu organisasi yang mewadahi penerima beasiswa santri (Program Beasiswa Santri Berprestasi - PBSB) dari Kementerian Agama RI. Pada penyelenggaraan tahun ini, ada tiga kota yang menjadi tempat pelaksanaan posko mudik CSSMoRA, Semarang, Pasuruan dan Makassar. 

5. Takbir Keliling atau Takbiran di Masjid 
Takbir Keliling atau Takbiran di Masjid (bisa salah satunya atau keduanya dengan melakukan takbir keliling dahulu dilanjut dengan takbiran di masjid) adalah salah satu puncak dari fenomena Idul Fitri. Ya. Ummat muslim dianjurkan untuk menyemarakkan malam Idul Fitri, salah satunya dengan melakukan takbiran. Tak jarang ada daerah yang melakukan lomba takbir keliling untuk menyemarakkan malam Idul Fitri ini, beragam instrumen pun digunakan, salah satunya rebana, bedug dan sejenisnya. Takbiran ini dilakukan dari malam 1 Syawwal (Maghrib) sampai sebelum imam naik ke atas mimbar untuk melakukan khutbah ied. 

6. Munculnya Sastrawan Baru Pembuat Kalimat Selamat Idul Fitri 
Pada momentum lebaran Idul Fitri berlangsung, muncul banyak sastrawan baru yang berkompetisi dalam membuat ucapan Selamat Idul Fitri. Mulai dari yang berbahasa Indonesia, Arab, Inggris, Pantun, Puisi baik itu buatan sendiri ataupun hasil copy-paste dari kiriman orang lain yang kebetulan ia terima dan kemudian mengirimnya kembali. 

7. Tradisi Ziarah ke Makam 
Tradisi ziarah ke makam biasanya dilakukan selepas pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Hal ini biasanya dilakukan oleh mereka yang merantau kemudian mudik ke kampung halaman. Sebenarnya ziarah kubur itu bisa dilakukan kapan saja, sebagaimana yang dikemukakan oleh Ustadz Subki Al Bughury.

8. Pembayaran Zakat Fitrah 
Zakat adalah salah satu rukun Islam. Salah satu jenis dari zakat adalah zakat fitrah. Berikut ini adalah keterangan yang berasal dari kitab Tausyih 'ala Ibni Abi Qasim, karya seorang ulama nusantara, Syaikh Nawawi al-Bantani mengenai waktu pelaksanaan zakat fitrah
"Waktu pelaksanaan zakat Fitrah terbagi lima. Pertama waktu boleh, yaitu terhitung sejak awal Ramadhan. Sebelum awal Ramadhan, tidak boleh mengeluarkan zakat Fitrah. Kedua waktu wajib, ketika seseorang mengalami meskipun sesaat Ramadhan dan sebagian bulan Syawwal. Ketiga waktu dianjurkan, sebelum pelaksanaan sembahyang Idul Fitri. Keempat waktu makruh, membayar zakat Fitrah setelah sembahyang Idul Fitri. Kelima waktu haram, pembayaran zakat setelah hari raya Idul Fitri, dan zakat Fitrahnya terbilang qadha." Wallahu A'lam. 
9. Shalat Idul Fitri 
Shalat Idul Fitri atau Shalat Ied adalah puncak dari pelaksanaan Idul Fitri. Ya. Seperti halnya pada shalat Idul Adha, shalat Idul Fitri disunnahkan untuk melakukan di lapangan dan secara berjamaah. Untuk tata cara pelaksanaan akan disampaikan di postingan selanjutnya. 

[10] Silaturrahim ke Rumah Saudara, Tetangga atau Kawan 
Kegiatan ini bisa dilakukan seusai shalat ied ataupun setelah ziarah ke makam. Biasanya silaturrahim dalam momen Idul Fitri akan terus berlangsung hingga H+7 Idul Fitri. 

Sekian pengulasan dari kami mengenai Idul Fitri dan Fenomena yang Biasanya Terjadi. Nantikan terus postingan menarik hanya di blog ini. Sekian 

Sumber gambar: 

, , , ,

Puisi Gus Mus - Aku Melihatmu

Karyabuatanku - KH. Ahmad Mustofa Bisri atau lebih akrab disapa dengan panggilan Gus Mus adalah sosok kiai yang produktif. Sudah banyak karya yang beliau hasilkan, mulai dari puisi, buku dan sebagainya. Ramadhan kali ini, beliau menulis sebuah puisi yang beliau bagikan melalui akun facebook pribadi miliknya. Puisi ini berjudul Aku Melihatmu. Untuk lebih lengkapnya, bisa dibaca di postingan berikut ini

AKU MELIHATMU

aku melihatmu 
tersenyum bersama embun pagi 
aku melihatmu 
bernyanyi bersama burung-burung 
aku melihatmu 
bergerak bersama mentari bersama angin dan mega-mega 
aku melihatmu 
terbang bersama sekumpulan burung gereja 
aku melihatmu 
berenang bersama ikan-ikan dan lumba-lumba 

aku melihatmu 
meratap bersama mereka yang kelaparan 
aku melihatmu 
merintih bersama mereka yang kehausan 
aku melihatmu 
mengaduh bersama mereka yang kesakitan 

aku melihatmu 
berdendang bersama ibu yang meninabobokkan anaknya 
aku melihatmu 
melangkah bersama hamba yang berjuang menggapai citanya 

aku melihatmu dalam gelap 
aku melihatmu dalam terang 
aku melihatmu dalam ramai 
aku melihatmu dalam senyap 

aku melihatmu 
kau melihatku. 

Ramadan 1437 

Oleh:
KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)


Friday, 24 June 2016

, , , ,

Hilangnya Hikam dalam Salaman Genggong

Karyabutanku - Suatu ketika Gus Dur mengajak saya ke Ponpes Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, tempatnya Gus Mutawakkil 'Alallah (sekarang ketua PWNU Jatim).

Waktu itu sekitar th 90-an (Nov 1996) akhir dan saya belum banyak gaul dengan para anggota IGGI (Ikatan Gus Gus Indonesia).

Karena GD harus jalan ke beberapa Ponpes jadi saya diminta tinggal di Genggong, karena besuknya ikut acara di sana (Mukernas RMI).

Sebelum pergi GD bilang pada Gus Mutawakkil, "Gus saya titip Hikam ya..".

Gus Mutawakil jawab cepat-cepat: " Inggih Gus..."

Besuknya, pagi-pagi Gus Mutawakkil bolak-balik naik turun tangga rumah (2 lantai) sambil sibuk mencari-cari sesuatu.

Orang-orang, termasuk para Kyai, pada ikut sibuk tapi tidak tahu apa yang dicari si Gus.

Akhirnya ada satu (Gus Nukman) yang bertanya: "Apa sih Gus yang sampean cari, kok repot banget?"

Kata Gus Mutawakkil: "Wah, saya ini ketiwasan, dititipi Gus Dur Kitab Hikam kok saya kemarin nggak tanya dulu diletakkan dimana sama Gus Dur. Nanti bisa di dukani (dimarahi) sama beliau."

Kata Gus Nukman: "Wah, njenengan ini gimana. Maksudnya Gus Dur titip Hikam kemarin ya Gus Hikam ini... (sambil nunjuk saya yang lagi tiduran di karpet)."

Gus Mutawakkil: "Masya Allah... Tak kira kitab Hikam karangan Ibnu Atho'illah as Sakandari..!!!

Gerrr... Semua kyai yang ngumpul tertawa.
Gus Dur sendiri paling seneng mengulang cerita "hilangnya Hikam" di Genggong.

------
keterangan foto:
GusDur diapit KH. Imron Hamzah dan Gus Yus (Yusuf Muhammad) dlm Mukernas V RMI di PP Zainul Hasan Nov 1996.

Saat itu trjd peristiwa 'Salaman Genggong' GusDur-Pak Harto.


Sumber:
Facebook - Syukron Dosi

, , , , , ,

Inilah Landasan Pelaksanaan Tadarus di Bulan Ramadlan

Karyabuatanku - Kita sudah sampai di pertengahan Bulan Ramadlan. Di bulan yang disucikan oleh umat Islam ini, dapat kita jumpai banyak sekali masjid, langgar (surau), maupun mushalla yang saling berlomba dalam melakukan khatmil qur'an melalui tadarus al-Qur’an di tempat-tempat tadi. Biasanya tadarus al-Qur’an dilaksanakan selepas pelaksanaan shalat tarawih dan witir berjamaah. Namun ada pula yang melaksanakannya di luar waktu itu. 

Pernahkah Anda bertanya pada diri Anda apakah pelaksanaan tadarus di Bulan Ramadlan itu ada anjuran ataukah contoh sebelumnya? Mari kita simak penjelasan dari Ustadz M. Ma'ruf Khozin mengenai permasalahan ini. 

Ibadah puasa dan membaca al-Qur'an adalah dua ibadah yang serangkai akan memberi syafaat di akhirat, hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Thabrani: 

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ قَالَ: "الصِّيَامُ وَالْقُرآنُ يُشَفِّعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. يَقُوْلُ الصِّيَامُ: إِيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهْوَةَ فَشَفِّعْنِيْ فِيْهِ. وَيَقُوْلُ الْقُرآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِيْ فِيْهِ قَالَ: فَيُشَفَّعَانِ لَهُ". (رواه أحمد والطبراني في الكبير ورجال الطبراني رجال الصحيح) 
Rasulullah bersabda: "Puasa dan al-Qur'an akan memberi syafaat (pertolongan) pada seorang hamba di hari kiamat." Puasa berkata: "Ya Tuhanku, karena aku orang tersebut menahan makanan dan syahwat. Berilah syafaat bagiku untuknya." Al-Qur'an juga berkata: "Ya Tuhanku, karena aku orang tersebut menahan tidak tidur di malam hari. Berilah syafaat bagiku untuknya." Lalu keduanya diterima syafaatnya untuk hamba tersebut. (HR Ahmad dan Thabrani, perawinya sahih). 

Sedangkan untuk pelaksanaan Tadarus atau mengaji al-Qur'an di masjid selama Ramadlan sudah terlaksana di masa Sayyidina Umar: 

عَنْ أَبِيْ إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِى قَالَ: خَرَجَ عَلِيُّ بْنُ أَبِى طَالِبٍ فِى أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضاَنَ وَالْقَنَادِيْلُ تُزْهَرُ وَكِتَابُ اللهِ يُتْلَى فِى الْمَسَاجِدِ فَقَالَ نَوَّرَ اللهُ لَكَ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ فِى قَبْرِكَ كَمـَا نَوَّرْتَ مَسَاجِدَ اللهِ بِالْقُرآنِ (رواه ابن شاهين) 
Diriwayatkan dari Abi Ishaq al-Hamdani: Ali bin Abi Thalib keluar di awal Ramadlan, lentera dinyalakan dan kitab Allah (al-Qur'an) dibaca di masjid-masjid. Ali berkata: Semoga Allah menerangimu, wahai Umar dalam kuburmu, sebagimana engkau telah menerangi masjid-masjid Allah dengan al-Qur'an. (Riwayat Ibnu Syahin). Wallahu A'lam 

Monday, 20 June 2016

,

Tugas Negara dan Tugas Masyarakat

Tugas Negara dan Tugas Masyarakat
Karyabuatanku - Dialog dalam Kick Andy entah tanggal berapa:

"Pembubaran Departemen Penerangan membuat pers tidak terkontrol".

"Ya nanti kita kontrol!" 

"Siapa yang mengontrol?" 

"Ya kita-kita aja! Peran masyarakat 'kan penting juga, bukannya semua hal harus dikerjakan oleh negara!" 

"Anda mengusulkan pencabutan TAP MPRS tentang pelarangan PKI?" 

"Karena tugas mengucilkan PKI itu bukan tugas negara, melainkan tugas masyarakat". 

"Tapi Anda terkesan melindungi para eks-PKI". 

"Lha Undang-undang Dasar-nya begitu, mau gimana lagi?" 

"Begitu gimana?" 

"Ya MELINDUNGI SEMUA! Itu adalah hasil bangsa ini selama 700 tahun ber-Pancasila tanpa nama, yaitu Bhinneka Tunggal Ika itu! Berbeda-beda tapi satu tujuan!" 

"Tapi sekarang ada kekhawatiran PKI bangkit lagi, Gus!" 

"Ya kita hadapi! Siapa takut? Sama PKI aja kok takut!" 

Demikianlah. Maka, belajar dari Sang Guru, saya melihat urusan warung makan buka siang di bulan Ramadlan ini --dan isu sejenis yang dimunculkan dalam rangka debat kusir seputar masalah itu, termasuk soal Hari Raya Nyepi di Bali-- bukan cuma soal siapa menghormati siapa. Ini terkait juga dengan masalah pemilahan antara TUGAS NEGARA dan TUGAS MASYARAKAT berdasarkan UUD 1945 yang menjadi dasar kita bernegara. 

Menghormati Ramadlan dan Nyepi dan hal-hal sejenis bukanlah tugas Negara, melainkan tugas Mayarakat. Tidak sepatutnya negara dan segala perangkatnya, termasuk Perda dan Satpol, memanjangkan tangan dan menyalahgunakan wewenang paksa-fisik-nya untuk menuruti kemauan sebagian masyarakat sambil menindas kemauan sebagian lainnya. Biarlah masyarakat memproses sendiri perbedaan-perbedaan kepentingan dalam pergaulan sosial mereka melalui dialog yang sehat. Negara cukup menjaga hukum yang bersesuaian dengan konstitusi --macam-macam kreasi hukum yang tidak bersesuaian dengan konstitusi harus dihapuskan. 

*Saat ini menjabat sebagai Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2015-2019 dan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh Rembang, Jawa Tengah. 

Sunday, 19 June 2016

,

Bu Sinta, Gus Dur, Al-Azhar dan Para Penghina itu

Bu Sinta, Gus Dur, Al-Azhar dan Para Penghina itu
Karyabuatanku - Sudah hampir 20 tahun terakhir Bu Sinta Nuriyyah Abdurrahman Wahid, menggelar sahur dan buka bersama dengan kalangan masyarakat bawah, yang dilaksanakan dengan kalangan non-muslim. Beliau, seperti sang suami, ingin menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk menyapa kalangan bawah dan mereka yang dianggap berbeda. Bu Sinta datang ke daerah-daerah terpencil dan ke tempat-tempat yang kalangan agama mungkin banyak mengabaikan. 

Nurlaeya Diryat, seorang aktivis muslimah di Purwokerto, yang pernah menjadi bagian panitia sahur keliling bersama dengan beliau tahun 2004, menceritakan bagaimana bu Sinta berbuka dengan para pemulung di lokasi TPA yang kumuh, dengan ODHA, dengan masyarakat miskin kota, dengan penderes kelapa di ujung lereng Gunung Slamet, bahkan dengan para penghuni sebuah RS Jiwa, termasuk Sumanto di dalamnya. Kesaksian-kesaksian seperti ini pasti akan lebih banyak lagi kita peroleh dari mereka yang mengikuti dari dekat. 

Beliau ingin menjadi "jembatan". Menyambung yang putus, merapatkan yang renggang, mempertemukan yang belum saling kenal dalam sebuah momen kebersamaan. Sebenarnya dalam tradisi (Islam) Nusantara, apa yang beliau lakukan bukanlah hal baru. Cukup sering kita mendengar cerita bagaimana (dulu) di sebuah kawasan, masyarakat yang beda agama saling gotong royong membangun rumah ibadah dan berbaur dalam sebuah upacara desa. Akhirnya, apa yang beliau ingin lain lakukan tak lain menghadirkan Islam benar-benar sebagai "rahmat" bagi semua orang, bagi seluruh buana, bagi segenap jagat. 

Tentu ada yang tidak sependapat dan bersimpang pandangan dengan beliau. Bahkan mungkin di kalangan pesantren dan NU sendiri. Itu wajar, dan pasti akan beliau hormati, sejauh dikemukakan secara baik, sopan dan terhormat. 

Tapi tidak, sejumlah orang, mulai seorang mantan caleg gagal hingga pemuda baru kenal agama, menghardik dan menghina beliau dengan kasar dan benar-benar keluar dari semangat persaudaraan dan kemanusiaan. Mereka seolah beragama, merasa paling Islam, tapi cara mereka mengemukakan keberatan sangat jauh dari akhlak Islam. 

Jadi saudara, silahkan berprihatin pada bu Sinta, tapi tak perlu kasihan. Bu Sinta, Insya Allah kuat dan sabar. Sejak mendampingi sang suami, beliau sudah terbiasa menghadapi orang-orang yang keras dan kasar seperti itu. Justru kita harus kasihan pada mereka, karena hatinya penuh bara api, kemarahan, dan dendam. Kepicikan telah menutupi nur yang ada di kepala mereka. Sungguh merekalah yang harus kita kasihani. 

Sementara itu saudara, nun jauh di Mesir sana, Universitas Al-Azhar baru-baru ini di laman fesbuk resminya memberikan penghormatan kepada mediang sang suami, Abdurrahman Wahid, sebagai Bapak Demokrasi Indonesia, dan menjadi salah dua orang Indonesia yang dihormati di sana, selain Sukarno. 

Dengan kenyataan ini, bertambah-tambah kasihanlah kita pada mereka yang menghardik dan menghina Bu Sinta... karena pasti mereka bingung sendiri bagaimana menghardik dan menghina Universitas Al-Azhar. Bukankah bu Sinta sebenarnya meneruskan kiprah sang suami yang justru dipuji dan disanjung Al-Azhar... 


Saturday, 18 June 2016

, , ,

Gara-gara Sakit Pinggang, Pak Harto Ikut Golongan NU Baru

Karyabuatanku - Suatu hari di bulan Ramadhan, Gus Dur diundang mantan presiden Suharto ke kediamannya di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat untuk berbuka puasa bersama. Waktu itu Gus Dur hadir dengan ditemani Kiai Asrowi.

Setelah buka, kemudian shalat maghrib berjamaah. Dilanjut minum kopi, teh, dan makan dengan menu yang cukup wah. Ditengah santapan itu, terjadi dialog antara Suharto dan Gus Dur.

"Gus Dur sampai malam di sini?" tanya Pak Harto.

"Owh... Enggak pak! Saya harus segera pergi ke tempat lain," jawab Gus Dur.

"Oh, iya ya ya…. silaken. Tapi kiainya kan ditinggal di sini, ya?" pinta Pak Harto sambil mesem ke Kiai Asrowi.

"Oh, Iya Pak! Beliau akan tetep di sini. Tapi sebelumnya harus ada penjelasan," kata Gus Dur.

"Penjelasan apa?" tanya Pak Harto penasaran.

"Shalat tarawihnya nanti itu ngikutin NU Lama atau NU Baru?" tanya Gus Dur.

Mendengar ucapan Gus Dur, Pak Harto jadi bingung. Sebab baru kali ini ia mendengar ada NU Lama dan NU Baru. Kemudian dia bertanya, "Lho, NU Lama dengan NU Baru apa bedanya?"

Dengan pelan Gus Dur menjelaskan, "Kalau NU lama, tarawih dan Witirnya itu 23 rakaat,"

" Oh Iya.. ya.. ya.. ya…. Gak apa-apa……" kata Pak Harto sambil mantuk-mantuk.

Gus Dur sementara diam tak lagi bicara. Sejurus kemudian Pak Harto bertanya lagi, "Lha, kalau NU Baru bagaimana?"

"Kalau NU Baru diskon 60 persen," jawab Gus Dur.

Hahahahahahahahahahahahahha………

Gus Dur, Pak Harto dan semua orang yang ada disekitarnya langsung tertawa terbahak-bahak.

"Ya. Jadi shalat Tarawih dan Witirnya cuman tinggal 11 rakaah," kata Gus Dur.

"Ya sudah kalau begitu, saya ikut NU baru saja, pinggang saya sakit," kata Pak Harto sambil memegangi pinggangnya.

Oleh: Zunus
*Cerita dari berbagai sumber

Sumber:
NU Online

Friday, 17 June 2016

, , ,

Ketika Habib Luthfi Ditanya Keistimewaan Ziarah Walisongo

Ketika Habib Luthfi Ditanya Keistimewaan Ziarah Walisongo
Karyabuatanku - Suatu ketika, Habib Luthfi bin Yahya, ulama asal Kota Batik, Pekalongan ditanya mengenai keistimewaan dar Ziarah Walisongo. Kisah berikut ini kami ambil dari Fanpage Habib Luthfi bin Yahya

Saya pernah ditanya "Bib, keistimewaannya ziarah walisongo apa?" 
Saya jawab, "Isin!" 
Jawaban saya masih dikejar, "Lho, bukannya istimewanya ada pada berkah". 
"Bukan, terlalu tinggi itu buat saya," tandas saya.

Anda lihat, Sunan Ampel misalnya, sudah berapa ratus orang yang berdzikir di makam beliau tiap hari? Makam Sunan Kalijaga, berapa ratus orang yang sudah menyebut nama Allah di sana tiap malam? Sunan Muria, sudah berapa ribu orang yang membaca Qur'an dan membaca shalawat di sana (Muria)? Saya sendiri saja masih susah mengajak anak-anak sehabis maghrib untuk berkumpul dan memperkenalkan ajdad (leluhur), berdoa, berdzikir, dan membaca Quran. Bagaimana bisa seramai di makam para auliya` Allah Walisongo? Padahal mereka sudah wafat ratusan tahun yang lalu, dan saya masih hidup. 

Berziarah, selain melahirkan budaya malu seperti tadi, seharusnya berfungsi memperkenalkan siapa yang ada di makam tersebut kepada anak-anak kita. Seharusnya bukan Walisongo saja, tapi perkenalkan juga siapa Kiai Sentot Prawirodirjo, siapa Kiai Diponegoro, siapa Jenderal Sudirman, karena kita semakin lupa dengan para pahlawan negeri ini. Lihatlah bendera kita, merah putih, ia berdiri tegak bukan secara gratis! Ada darah dan nyawa para pahlawan yang harus dibayar untuk "membeli" bendera itu. Coba kita kenalkan para pahwalan itu setiap habis maghrib. 

Ibarat kita sudah merdeka ini, seperti ada hidangan di meja di depan kita dan kita tinggal melahapnya saja. Tapi bukannya melahap, eh malah sibuk ribut sendiri, saling sikut, mau diadu domba. Makam Sunan Ampel saja, yang sudah wafat ratusan lalu, masih sanggup mempersatukan masyarakat sekarang yang masih hidup. Pintu makam selalu dibuka, semua orang dapat menziarahi, apapun warna kulitnya, apapun partainya, dan di kanan-kiri banyak orang berjualan, pendapatan mereka bertambah, ada pekerjaan yang dapat menyambung hidup mereka. Muka kita mau ditaruh dimana, wong orang yang sudah mati saja masih bisa begini, tapi kita yang masih hidup tidak bisa apa-apa. 

Haul Agung Sunan Ampel. 

Sumber:

, ,

Laman Facebook Al-Azhar Mesir Tampilkan Profil Gus Dur

Laman Facebook Al-Azhar Mesir Tampilkan Profil Gus Dur
Karyabuatanku - Profil Presiden Republik Indonesia ke-4 KH Abdurrahman Wahid tampil di laman Facebook resmi Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Mantan Ketua Umum PBNU itu disebut sebagai Abu Al-Dimuqratiyyah Al-Indunisiyyahatau bapak demokrasi Indonesia. 

Dalam keterangannya dijelaskan, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah ikon toleransi beragama dan menjadi pemimpin di masa transisi demokrasi. Mengutip pendapat juru bicara gedung putih, Robert Gibbs yang menyatakan Abdurrahman Wahid adalah orang yang bekerja untuk perdamaian dan kemakmuran di Indonesia, selain itu dia adalah tokoh yang menjadi penghubung antar kelompok agama yang berbeda. 

Akun resmi yang beralamat Official Azhar University ini mengunggah infografis Gus Dur pada hari Jumat (17/6) waktu setempat dengan tagline "Azhariyyuun Haulal Al-'Aalam" (Alumni Al Azhar di Seluruh Dunia). 

Berdasarkan pantauan NU Online, status tersebut banyak disukai netizen dan sudah dibagikan lebih dari 100 orang. Mayoritas juga memberikan komentar positif dan mendoakan mendiang Gus Dur. (Zunus)

Sumber:

Thursday, 16 June 2016

,

Mendagri: Tidak Ada Perda Bernuansa Islami Yang Dicabut

Mendagri: Tidak Ada Perda Bernuansa Islami Yang Dicabut
Karyabuatanku - Pembatalan 3.143 peraturan daerah (Perda) oleh pemerintah pusat memantik reaksi bermacam-macam dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Ada yang beranggapan bahwa pemerintah menacabut perda-perda yang bernuansakan Islam di berbagai daerah di Indonesia. Menyikapi hal ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, melakukan klarifikasi mengenai anggapan masyarakat tersebut. 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memastikan tidak ada peraturan daerah (Perda) bernuansa syariat Islam yang masuk di antara 3.143 perda yang telah dibatalkan pemerintah pusat. Menurut Mendagri, semua peraturan yang dibatalkan tersebut hanya terkait investasi, retribusi, pelayanan birokrasi dan masalah perizinan. 

"Siapa yang hapus. Tidak ada yang hapus," kata Tjahjo di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Rabu (15/6). 

Mendagri menjelaskan, bila harus mendalami perda-perda yang cenderung intoleran atau diskriminatif serta berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat, pihaknya akan mengundang organisasi keagamaan. Hal ini dilakukan untuk menyelaraskan regulasi itu, apalagi untuk daerah otonomi khusus. 

"Misalnya, Aceh mau terapkan syariat Islam di daerahnya, itu boleh. Namun penerapan di sana, mau diterapkan juga di Jakarta, tentu tidak bisa," tegas Tjahjo. 

Selama ini, lanjut Mendagri, pemerintah mengikuti pertimbangan dan fatwa dari organisasi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Karena itu, pemerintah juga akan melakukan klarifikasi dan berdialog dengan tokoh agama jika melakukan evaluasi dan pendalaman perda bermasalah yang bernuansa Islam. 

Untuk mendukung pernyataannya, Mendagri berjanji akan mempublikasikan ribuan perda yang telah dibatalkan pemerintah itu. 

Sesuai data yang diperolehnya, menurut Mendagri, dari 3.143 perda yang dibatalkan pemerintah pusat, terdiri atas 2.227 perda provinsi, 306 perda yang secara mandiri dicabut Kemendari, serta 61- perda yang dibatalkan kabupaten/kota dibatalkan provinsi. 

"Ini semua soal investasi. Kita ngga urus perda yang bernuansa syariat Islam. Ini untuk amankan paket kebijakan ekonomi pemerintah," ungkap Tjahjo. 

Pemutarbalikkan Fakta 
Mendagri menganggap perlu menjelaskan kembali masalah pembatalan perda ini, sebab ia menerima ratusan pesan singkat (sms) yang diterima ke telepon selularnya terkait penolakan pembatalan perda bernuansa syariat Islam. Ia menganggap semua itu hanya tudingan belaka, karena tidak ada niat dia mencabut perda itu. 

Seperti halnya kemarin saat Kemendagri ingin mengkaji Perda Kota Serang No. 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat dengan mengundang Pemerintah Kota Serang, beserta Walikota Tubagus Haerul Jaman. "Sebab Perda ini memang menjadi kewenangan kepala daerah. Kami tak membatalkan perda tersebut, namun hanya menguatkan ketentuannya saja, apalagi terkait SOP Satpol PP," ujarnya. 

Menurut Mendagri, sesuai Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemda, ada 6 jenis perda yang sebelum disahkan dan berlaku di daerah harus mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Keenam peraturan itu terkait rancangan perda APBD, tata ruang, pajak daerah, retribusi daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Daerah (RPJMD dan RPJPD). Selain itu, peraturan kepala daerah lainnya juga tak pernah ada yang dilaporkan ke pusat. (Puspen Kemendagri/ES) 

Sumber: 

, ,

Guru Besar Thariqah Naqsyabandiyah, Syaikh Rojab Dieb Wafat

Karyabuatanku - Dunia Islam hari ini kehilangan kembali salah seorang ulama kharismatik dari Syiria. Sosok ulama ahli tafsir, ahli hadis, guru besar Thoriqah Naqsyabandiyah, Al-Alamah Syaikh Rojab Subhi Dieb Rahmatullahi Ta'ala Anhu.

Semoga Allah Swt mengampuni seluruh dosa dan kesalahannya dan diterima seluruh amal sholihnya, dan ditempatkan di syurga fidaus bersama para gurunya. Aamiin.


Profil Beliau
Syaikh Rojab Dieb dilahirkan di Damaskus pada tahun 1931. Beliau mulai menuntut ilmu sejak berumur 7 tahun, dan beliau juga selalu aktif menghadiri pengajian-pengajian di masjid besar Umawy, dan berguru kepada ulama-ulama besar pada saat itu, dan mendapatkan ijazah keilmuan dari para ulama tersebut hingga beliau memasuki jenjang kuliah di Fakultas Dakwah Islamiyah cabang Damaskus, dan berhasil menyelesaikan kulaihnya dan lulus dengan predikat Jayyid (baik) pada tahun 1988, dan beliau meraih gelar Doktor dari Pakistan. Sampai saat ini Syaikh Rojab dipercayai sebagai Pengajar ilmu agama di Majlis Fatwa Kementrian Wakaf Syria. Beliau sudah menghafal Al-Qur'an, dan saat ini beliau sudah menghafal lebih dari 40.000 Hadits.

Kiprah beliau dalam bidang da'wah Islamiyyah yang moderat sudah tidak diragukan lagi, baik di level lokal maupun internasional, banyak sekali negara-negara yang telah beliau kunjungi, mulai dari Amerika, Perancis, Maroko dan bahkan Pakistan pernah beliau kunjungi, termasuk Indonesia dan kesemuanya adalah untuk menyebarkan ajaran Islam dan mengajak seluruh umat Islam untuk berdzikir (ingat) kepada Allah, karena hanya dengan itulah umat Islam bisa maju dan berkembang.

Di Indonesia Syaikh Rojab tercatat sudah mengunjungi Pondok Pesantren Modern Darunnajah Jakarta, Pondok Pesantren Darul Quran Ustadz Yusuf Mansyur, Pondok Pesantren Al Hikam K.H Hasyim Muzadi dan Pondok Pesantren Salaf lainnya. Selain itu, Beliau juga sudah sering diundang dalam rangka kegiatan yang di lakukan oleh lembaga-lembaga yang dibawah naungan Pengurus Besar Nahdzatul Ulama terutama Lembaga Thoriqoh Mu'tabaroh Annahdziyyah dibawah pimpinan Habib Luthfi Bin Yahya. Dalam sebuah pertemuan dengan Habib Luthfi dan jamaah, Habib Lutffi pernah mengatakan bahwa Syaikh Rojab Dieb merupakan wali Allah daerah Syuriah.

Wallahu a'lam.

dari berbagai sumber.
Wallahu a'lam.

Pekalongan, 15 Juni 2016/10 Ramadhan 1437 H. 
(Habib Muhdor Segaf)

Situs Radikal Ini Raup Rp 6 Juta Per Hari dari Adsense


Situs Radikal Ini Raup Rp 6 Juta Per Hari dari Adsense
Karyabuatanku - Situs web Arrahmah.com ditengarai mendapatkan pemasukan dengan menampilkan iklan di situsnya.


Situs web Arrahmah, dikutip KompasTekno dari Financial Times, Rabu (15/6/2016), memperoleh pendapatan dengan menjual iklan dengan platform yang disediakan oleh raksasa teknologi AS, Google AdSense.

Menurut situs statistik Six Stat, pendapatan Arrahmah.com dari AdSense per harinya bisa mencapai 499 dollar AS (sekitar Rp 6,6 juta).

Situs tersebut didirikan oleh Muhammad Jibriel Abdul Rahman yang sempat terseret dalam peristiwa pengebomam hotel JW Marriot dan Hotel Ritz-Carlton di Mega Kuningan, Jakarta, pada 17 Juli 2009.

Iklan-iklan yang ditampilkan di situs Arrahmah.com pun termasuk iklan dari perusahaan-perusahaan besar AS, seperti IBM dan Microsoft.

Google dan brand-brand AS di atas nampaknya tidak sadar jika iklannya ditampilkan di situs tersebut. Google sendiri mengaku telah menonaktifkan akun AdSense milik Arrahmah.com, setelah mendapat laporan dari Financial Times.

Google Himbau Pengiklan Tarik Iklan dari Situs Ini
Google juga menghimbau pengiklan untuk menarik iklan-iklannya dari situs tersebut. Namun demikian, iklan-iklan di situs Arrahmah.com tetap muncul lewat mediator lain.

Arrahmah.com sendiri oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI sempat dimasukkan ke dalam kategori situs yang menyebarkan paham radikalisme dan diblokir di Indonesia. Saat ini, blokir telah dibuka oleh Kemenkominfo.

Sumber:


Wednesday, 15 June 2016

, , , ,

CSSMoRA Terbitkan Deklarasi Kebangsaan dan Antiradikalisme

CSSMoRA Terbitkan Deklarasi Kebangsaan dan Antiradikalisme
Karyabuatanku - Sebuah komunitas santri yang menamakan diri Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) menerbitkan Deklarasi Kebangsaan Antiradikalisme. Deklarasi ini menjadi acara penutup bagi serangkaian acara musyawarah pimpinan nasional (Muspimnas) CSSMoRA yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Wahdah, kota Bandung Jawa Barat.

CSSMoRA adalah suatu organisasi yang menaungi santri penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), suatu beasiswa yang diberikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kepada santri yang akan meneruskan studi di bangku perkuliahan. 

Deklarasi yang berlangsung Akhir pekan (12/6) kemarin ini dipimpin oleh Ketua Umum CSSMoRA Nasional, M. Zidni Nafi dan diikuti oleh para ketua CSSMoRA Perguruan Tinggi yang hadir dalam acara muspimnas ini. Berikut ini adalah teks lengkap deklarasi kebangsaan anti-radikalisme:

Deklarasi Kebangsaan Anti-Radikalisme

Berangkat dari kesadaran dan tekad bersama tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan negera Indonesia dengan tetap mengedepankan nilai-nilai ajaran Islam kepesantrenan sebagai warisan dari khazanah keilmuan ulama Nusantara, maka pada hari ini, Ahad 12 Juni 2016 di Pondok Pesantren Al-Wahdah kota Bandung, CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) dengan ini menyatakan untuk mendeklarasikan bahwa:

1. CSSMoRA menolak gerakan kelompok yang mengatanasmakan Islam demi mendirikan negara Islam untuk mengganti Negara Kesatuan Republik Indonesia

2. CSSMoRA menolak gerakan kekerasan dan kekejaman yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan tertentu

3. CSSMoRA menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, NKRI dan UUD 1945

4. CSSMoRA meneguhkan Islam Indonesia yang toleran, moderat, damai dan harmonis

Bandung, 12 Juni 2016

Sumber:
NU Online - CSSMoRA Terbitkan Deklarasi Kebangsaan dan Antiradikalisme

, ,

Bupati Ini Tak Pernah Sahur dan Ini Menu Buka Puasanya

Bupati Ini Tak Pernah Sahur dan Ini Menu Buka Puasanya
Karyabuatanku - Makan sahur menjadi hal yang wajib bagi setiap umat muslim sebelum menjalankan ibadah puasa. Selain bernilai ibadah, sahur pun akan menjadikan seseorang lebih kuat menjalankan ibadah hingga saatnya berbuka.

Akan tetapi, hal itu bukanlah rutinitas yang dilakukan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Selama berpuasa di bulan Ramadhan ini, Dedi mengaku tidak pernah makan sahur.

Orang nomor satu di Purwakarta ini hanya minum segelas air putih dan segelas jus buah sebagai sahur setiap harinya. Meski hanya sahur dengan dua gelas air tersebut, Dedi mengaku kuat dalam menjalankan puasa sehari penuh.

Tenaga ketua DPD Golkar Jabar ini tidak berkurang meski memiliki agenda yang cukup padat sebagai pejabat negara. "Ini sudah 10 tahun saya lakukan, tidak makan sahur. Hanya air putih segelas, jus segelas," kata Dedi di kantor DPD Golkar Jabar, Kota Bandung, Senin (13/6).

Dedi menyebut, pola makan sahurnya ini tidak mengurangi tenaga dan daya pikirnya. Sebab, kata dia, kekuatan diri tidak selalu bersumber pada makanan yang dikonsumsi. "Yang bikin sehat itu pikiran," katanya. 

Saat buka pun, Dedi mengaku hanya memakan tiga butir kolang-kaling dan segenggam kecil nasi putih. Cara ini diyakininya mampu menurunkan kadar gula darah. "Yang ada saja, segitu. Tidak makan kolak. Kolang-kaling itu gantinya. Itu cukup segar badan saya, enggak ada problem," katanya.

Lebih lanjut Dedi katakan, umat muslim saat ini salah dalam menerjemahkan kehadiran bulan suci Ramadhan. Sebab, Dedi menilai, saat ini banyak umat muslim yang lebih meningkatkan pola belanja dibanding ibadah selama bulan puasa ini. "Ini yang ditingkatkan malah konsumsinya, bukan tirakatnya," kata Dedi. Dedi pun mengkritisi masyarakat menengah ke atas yang bersikap seperti itu.

Menurutnya, yang meningkatkan jumlah konsumsi selama bulan puasa berasal dari masyarakat menengah ke atas. Akibat ulah konsumtif tersebut, katanya, harga barang-barang melonjak naik karena tingginya permintaan. "Kan kasihan masyarakat kecil yang harus menanggung juga naiknya harga barang," pungkasnya.

Sumber:

, , , , , , , , , , ,

Kalam Habib Zein bin Smith - Dekat dengan Ulama

"Barang siapa yang cinta pada Ulama, duduk bersama mereka, belajar dengan mereka, membantu mereka. Jika mereka bukan menjadi Ulama, maka Allah akan jadikan keturunannya ada yang menjadi Ulama." ~ Al Habib Zein bin Sumaith ~

Follow juga akun sosmed kami lainnya.

Semoga barokah. Aamiin.

Tuesday, 14 June 2016

, , ,

Inilah 9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu

Inilah 9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu
Karyabuatanku - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menyiapkan sistem pendataan secara nasional melalui integrasi sistem Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu). Program Kartanu secara nasional akan resmi digulirkan mulai 27 Juni mendatang.

"Alhamdulillah Senin 27 Juni besok cita-cita one identity number of NU members atau satu identitas warga NU akan mulai kita berlakukan secara nasional," terang Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini di gedung PBNU, Senin (13/6).

Helmy mengaku optimis program ini akan berjalan lancar sesuai target yang diharapkan. Meski pada tahap awal baru mengagendakan pilot project di 43 PCNU saja, namun antusiasme warga NU di daerah dirasa begitu besar.

"Target kami dalam setahun pertama minimal 1 juta warga NU berkartanu.Tahun 2026 tepat satu abad NU nanti minimal 100 juta warga NU berkartanu. Bismillah mudah-mudahan," harapnya.

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal di era Kementerian Indonesia Bersatu jilid II ini menjelaskan, sedikitnya ada sembilan fungsi dan manfaat miliki Kartanu.

Pertama, ungkap Helmy, Kartanu berfungsi sebagai kartu identitas warga NU. Kedua, Kartanu sekaligus berfungsi sebagai kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Ketiga, Kartanu sebagaimana tujuan awal yakni menjadi basis database warga NU.

"Semua data demografis warga NU dari sini bisa diketahui. Mulai dari jenis-sektor pekerjaan, latar belakang pendidikan, induk organisasinya apa di NU, sampai jebolan pesantren mana dia berasal, semua bisa diketahui," paparnya.

Manfaat keempat, lanjut Helmy, laiknya tabungan syari'ah pada umumnya, Kartanu juga bisa difungsikan sebagai tabungan Haji dan Umroh. Kelima, Kartanu bisa berfungsi sebagai alat pembayaran.

"Dengan aplikasi e-Kartanu yang sebentar lagi aplikasi sistemnya juga kita gulirkan, Kartanu kita nanti bisa digunakan untuk macam-macam transaksi. Misal bayar listrik, beli pulsa, beli tiket, dan lain-lainnya," imbuhnya.

Manfaat berikutnya, kata Helmy, warga NU pemegang Kartanu bisa mendapatkan fasilitas diskon di beberapa gerai belanja. Diskon yang sama bisa juga diperoleh saat berhubungan dengan PTNU dan RSNU di semua daerah.

Ketujuh, Kartanu memiliki kelebihan lain yakni berfungsi sebagai asuransi. Apabila ada warga NU yang terkena musibah akan mendapatkan santunan.

Kartanu juga bisa menjadi sarana bisnis antar warga. Mirip dengan aplikasi jual-beli online pada umumnya. Dimungkinkan terbangun ruang jual-beli yang saling menguntungkan antar warga NU.

"Manfaat kesembilannya apa? Kartanu juga sekaligus available untuk tabungan masa depan. Kita siapkan ada Tazak (tabungan zakat), Takur (tabungan kurban), Tawaf (tabungan wakaf infaq dan sodaqoh), dan Kolam (kotak amal masjid dan musholla)," tuturnya. (Didik/Zunus)

Sumber:
NU Online - 9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu
,

Rasulullah Memperbolehkan Membangun Makam Para Wali dan Orang Shaleh

Rasulullah Memperbolehkan Membangun Makam Para Wali dan Orang Shaleh
Karyabuatanku - Ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memakamkan Syuhada Uhud terutama Sayyidina Hamzah, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberinya dengan tanda batu pada makam sejumlah orang yang meninggal pada waktu itu. Ini adalah indikasi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memperbolehkan membangun makam-makam para auliya dan salaf shaleh. Selain memang tekstur tanah Arab berupa padang pasir, untuk menandai, maka diletakkanlah bebatuan di sekitar makam Syuhada Uhud. Padang pasir merupakan tekstur tanah yang sering terjadi pergeseran.

Perilaku Sayyidina Umar  Radhiyallahu 'anhu menghilangkan kubah makam pada waktu Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam masih hidup, karena untuk mengagungkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sehingga dengan ini tidak melampaui kebesarannya. Penghancuran ini bukanlah meratakan kuburan melainkan hanya kubahnya saja. Ketika kubah tersebut tidak dihancurkan maka dapat memicu sifat kesukuan yang terlalu berlebihan sehingga kebesaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dikalahkan dan Islam menjadi lemah.

Esensi ziarah kubur bukanlah melalaikan kebesaran Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sehingga menurut Ibnu Hajar pembangunan makam tidaklah bertentangan dengan syariat. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri dalam firmanNya mengagungkan mereka dan orang-orang yang hafal al-Quran dengan mengutuhkan jasad mereka walaupun telah terkubur. Indikasi ini adalah sebagai dalil pembangunan makam Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, sahabat dan auliya diperbolehkan dalam rangka untuk mengagungkannya. Wallahu a'lam.

Dikutip dari buku "Secercah Tinta" karya Maulana al-Habib M. Luthfi bin Yahya, halaman 296-297, bertajuk Pembangunan Masjid dan Pemakaman Sahabat Nabi Saw.

Sumber:
Facebook dengan sedikit perubahan

, ,

Luhut Panjaitan, Gus Dur dan Ramalan Presiden


Karyabuatanku.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan mengatakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok yang teguh pada prinsip. Konsistensi ini terus berlangsung sejak ia mengenal pertama kali hingga Gus Dur wafat.

Luhut mengaku pertemuan dengan Gus Dur dimulai ketika ia masih berpangkat letnan kolonel melalui Beni Murdani. Pada tahun 1999, Luhut yang saat itu akan diangkat menjadi duta besar bertemu di Kramat Jati, Jakarta Timur. Dalam obrolan sambil menunggu buka puasa kala itu, Gus Dur mengungkapkan tentang dirinya yang sebentar lagi akan jadi presiden.

"Waktu itu bulan Juni pas bulan puasa, saya langsung kaget dan keceplosan mengatakan, beneran itu, Gus?" katanya dalam peringatan haul ke-6 Gus Dur yang diselenggarakan Partai Kebangkitan Bangsa, Selasa (22/12), di Aula DPP PKB, Jakarta.

Tentang ucapanya ini, tambah Luhut, Gus Dur langsung mengatakan bahwa dirinya belum batal puasa. Dengan seperti itu, katanya, Gus Dur benar-benar serius dengan perkataannya, apalagi Gus Dur juga menyebutkan beberapa kiai yang membisikkinya.

"Karena saya tidak ingin cari masalah, dalam hati: 'sesuka-suka kamu saja, Gus'," tambahnya.

Luhut juga bercerita tentang tugasnya sebagai duta besar Indonesia untuk Singapura pada era Presiden Habibi yang meyakinkan orang Tionghoa untuk kembali ke Indonesia setelah kerusuhan 1998. Ia meminta bantuan Gus Dur untuk membujuk mereka. Sehingga, digelarlah forum seminar bersama orang Tionghoa yang sejak awal sudah diatur memakai bahasa Indonesia lantaran Luhut tahu bahwa Gus Dur orang pesantren, yang tak piawai berbahasa asing.

Di tengah seminar, salah seorang peserta meminta untuk memakai bahasa Inggris sebab ia tidak begitu paham dengan bahasa Indonesia. "Lantas Gus Dur berbicara dengan bahasa Inggris dengan begitu lancarnya. Saya hanya berbicara 'paten juga kiai satu ini'," kata Luhut.

Di akhir pembicaraan, Gus Dur lagi-lagi mengatakan dirinya akan menjadi presiden Indonesia kepada peserta. "Dan setelah saya menjadi presiden, saya akan panggil Pak Luhut pulang ke Indonesia, karena tidak cocok menjadi Dubes," kata Luhut menirukan ucapan Gus Dur.

Sampai akhirnya, ketika Gus Dur terpilih menjadi presiden, Luhut Binsar Panjaitan dipanggil pulang dan dipercaya menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan. (Faridurrahman/Mahbib Khoiron)

Sumber:

Saturday, 11 June 2016

, , , , ,

Tahun 2019, Kemenag Bakal Dirikan MAN IC di Seluruh Provinsi

Tahun 2019, Kemenag Bakal Dirikan MAN IC di Seluruh Provinsi
Karyabuatanku - Sebagai upaya peningkatan mutu dan perluasan akses pendidikan Madrasah yang berkualitas, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam akan membangunan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di seluruh Provinsi di Indonesia. Target ini diharapkan bisa tercapai pada tahun 2019 mendatang.

Tekad tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, saat memberikan pengarahan pada pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Pendidikan Menengah Universal (PMU) MAN Insan Cendekia, Bogor (8/6).

Menurutnya, saat ini Kementerian Agama tengah mengembangkan sebanyak 21 MAN IC. Tiga MAN yang merupakan generasi awal sudah eksis dan berprestasi, yaitu: MAN IC Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel); MAN IC Gorontalo; dan MAN IC Jambi. Enam MAN IC mulai beroperasi pada tahun pelajaran 2015/2016, yaitu: MAN IC Aceh Timur (Aceh), MAN IC Ogan Komerin Ilir (Sumsel), MAN IC Siak (Riau), MAN IC Bangka Tengah (Babel), MAN IC Paser (Kaltim), dan MAN IC Kota Pekalongan (Jateng).

Delapan MAN IC mulai beroperasi tahun ini, yaitu: MAN Padang Pariaman (Sumbar), MAN IC Bengkulu Tengah (Bengkulu), MAN IC Kota Batam (Kepri), Man IC Sambas (Kalbar), MAN IC Tanah Laut (Kalsel), MAN IC Kota Palu (Sulteng), MAN IC Sorong (Papua Barat), dan MAN IC Kota Kendari (Sultra).

Sedangkan MAN IC yang saat ini dalam proses pembangunan fisik dan direncanakan beroperasi pada tahun pelajaran 2017/2018 adalah MAN IC Lombok Timur (NTB), MAN IC Halmahera (Malut), MAN IC Gowa (Sulsel), MAN IC Sipirok (Sumut), MAN IC Pasuruan (Jatim), MAN IC Palangkaraya (Kalteng), dan MAN IC Sulawesi Barat.

"Masih ada 9 Provinsi yang rencananya akan dibangun dan maksimal pada tahun 2019 semua provinsi minimal terdapat satu MAN IC," terang Kamaruddin Amin seperti dilansir kemenag.go.id. Menurut Kamaruddin, hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) setiap Kakanwil dan Kabid Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam agar bisa mewujudkannya.

Sehubungan itu, Kamarudin meminta para Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Provinsi untuk melakukan komunikasi intensif dengan para Pimpinan Daerah baik Gubernur, Bupati dan Walikota agar cita-cita mendirikan MAN IC mendapat dukungan. "Berkali-kali saya bicara dengan DPR, Bappenas, Kemendagri dan beberapa Kepala Daerah rata-rata mereka sangat antusias untuk membantu madrasah," ujarnya.

"Saya ingin mengajak teman-teman untuk melakukan komunikasi dengan teman-teman Pemda bahwa membantu madrasah boleh dan tidak haram," tambahnya.

Kamaruddin meminta jajarannya memahami betul regulasi tentang kewenangan penganggaran pendidikan. Hasil kajian dengan Komisi VIII DPR RI, kata Kamaruddin, menunjukan bahwa Pemerintah Daerah tidak hanya boleh, bahkan harus membantu Madrasah karena lembaga ini telah berjasa meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK)pendidikan nasional.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi PMU MAN IC dilaksanakan untuk mempersiapkan seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) untuk MAN IC yang akan beroperasi pada tahun 2016/2017. Selain itu untuk membahas permasalahan-permasalahan PMU MAN IC seperti progres pembangunan, kontrol mutu MAN IC dan skema anggarannnya. (Red: Fathoni Ahmad)

Sumber:

*dengan sedikit perubahan

Wednesday, 8 June 2016

, , , ,

Kajian Aswaja Ramadhan di PWNU Jatim

Kajian Aswaja Ramadhan di PWNU Jatim

Hadirilah 

✍KAJIAN ASWAJA RAMADHAN✍

terbuka untuk UMUM dengan narasumber KH Abdurrahman Navis, Lc. M. HI

Hari : Ahad, 12 Juni 2016
Waktu : Pukul 12.00 WIB
Tempat : Musholla PWNU Jawa Timur

📢📢 Sebarkan dan Dapatkan keutamaan di bulan Ramadhan, Amiin..

Tuesday, 7 June 2016

, , , ,

Benarkah Tidurnya Orang yang Berpuasa itu Ibadah?

Benarkah Tidurnya Orang yang Berpuasa itu Ibadah?
Benarkah Tidurnya Orang yang Berpuasa itu Ibadah?
Karyabuatanku - Sering kita mendengar bahwa tidurnya orang yang sedang berpuasa itu ibadah. Berikut ini langkah-langkah dari penulis bila ingin mempraktikkan orang yang berpuasa adalah ibadah.

1. Pastikan dalam keadaan berpuasa Ramadhan
Ya. Ini adalah kunci utama dalam meraih gelar tidurnya orang berpuasa adalah ibadah. Selain menjadi kewajiban bagi tiap muslim, puasa juga merupakan syarat wajib predikat ini. Lah wong judulnya juga adalah tidurnya orang berpuasa adalah ibadah. Hehe

2. Ambil air wudlu
Mengapa ambil air wudlu? Karena wudlu adalah salah satu cara bersuci dari hadas kecil. Selain itu ada banyak fadhilah (keutamaan) wudlu, berikut ini adalah beberapa keutamaan dari wudlu:
  • Pelebur dosa
    عن عثمانَ بن عفانَ رضي اللَّه عنه قال: رَأَيْتُ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَتَوَضَّأُ مثلَ وُضوئي هذا ثُمَّ قال: مَنْ تَوَضَّأَ هكذا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنبِهِ، وَكَانَتْ صَلاتُهُ وَمَشْيُهُ إِلى المَسْجِدِ نَافِلَةً. (رواه مسلم)
    Dari Usman bin Affan ra, ia berkata "Saya melihat Rasulullah SAW berwudlu seperti wudluku ini, kemudian beliau SAW bersabda: "Barangsiapa yang berwudlu sedemikian, maka diampunkan untuknya dosa-dosa yang telah lalu dan shalatnya serta jalannya ke masjid adalah sunnah hukumnya." (HR. Muslim)
  • Pengangkat derajat
    قال صلى الله عليه و سلم: ألا أدلكم على ما يمحو الله به الخطايا و يرفع به الدرجات؟ قالوا: بلى يا رسول الله ، قال: اسباغ الوضوء على المكاره و كثرة الخطا الى المساجد ، و انتظار الصلاة بعد الصلاة ؛ فذلكم الرباط، فذلكم الرباط. رواه مسلم 
    "Maukah kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang dengannya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat?" Mereka menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Menyempurnakan wudlu pada keadaan yang dibenci (seperti pada keadaan yang sangat dingin, pent.), banyak berjalan ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat. Maka itulah ribath, itulah ribath." (HR. Muslim)
  • Perhiasan orang mukmin
    عَنْ أَبي هُريْرَةَ رضيَ اللَّه عَنْه قالَ : سَمِعْت خَلِيلي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُول : « تَبْلُغُ الحِلية مِنَ المؤمِن حَيْث يبْلُغُ الوضـوءُ. )رواه مسـلم(

    Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata "Saya mendengar kekasihku Rasulullah SAW bersabda: "Perhiasan-perhiasan -disyurga- itu sampai dari tubuh seseorang mu'min, sesuai dengan anggota yang dicapai oleh wudlu. (Riwayat Muslim)
3. Berangkat ke masjid
Masjid adalah salah satu tempat ibadah ummat Islam. Menuju ke sana Insyaallah dapat pahala.

4. Sesampai masjid, langsung SHALAT TAHIYYATUL MASJID. 
Shalat tahiyatul masjid termasuk shalat sunnah dan dianjurkan ketika memasuki sebuah masjid. Jadi termasuk ibadah.

5. Seusai shalat tahiyyatul masjid, ambil Al-Qur'an kemudian dibaca. 
Al-Qur'an adalah salah satu kalam Allah dan mu'jizat Rasulullah saw. dan kita dianjurkan membacanya. Sedangkan membaca Al-Qur'an termasuk salah satu ibadah. 

Nabi bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْأَنَ وَعَلَّمَهُ
"Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang suka belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya."

Dalam suatu hadits riwayat Imam Turmudzi dijelaskan bahwa dalam satu huruf terkandung satu kebaikan dan tiap kebaikan itu nantinya akan dilipat-gandakan menjadi sepuluh kebaikan.

عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى قَال سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ الْقُرَظِيَّ قَال سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ. (رواه الترمذي)
"Barang siapa membaca kitab allah (Al-Qur'an), pahala baginya setiap huruf satu kebaikan, sedang satu kebaikan dilipat-gandakan menjadi sepuluh kebaikan, dan Aku tidak menyebut (tidak mengungkap) "ALIF LAAM MIIM" itu dihitung satu huruf, tapi Aku menghitungnya: "Alif itu satu huruf, Laam satu huruf, dan Mim satu huruf pula." (HR. Turmudzi)

6. Saat baca Al-Qur'an jangan lupa diniati iktikaf juga.
Berikut ini adalah beberapa keuntungan dari iktikaf:
  • Orang yang i'tikaf akan selalu beruntung karena selalu mendapatkan shaf pertama shalat berjamaah.
  • Mendapatkan pahala menunggu datangnya waktu shalat.
  • I'tikaf membiasakan jiwa untu senang berlama-lama di masjid, dan menggantungkan hati pada masjid.
  • I'tikaf memudahkan pelakunya untuk menjalankan shalat malam.
  • Membiasakan hidup sederhana, zuhud, dan berlaku tak tamak terhadap dunia.
  • I'tikaf ikut menjaga shaum seseorang dari perbuatan-perbuatan dosa, walau kecil sekalipun.
  • I'tikaf berguna untuk mendidik jiwa agar terbiasa berlaku sabar dalam menjalankan amal saleh.
Sedangkan niat iktikaf adalah sebagaimana berikut ini:

نَوَيْتُ الْإِعْتِكَافَ سُنَّةً للهِ تَعَالَى
"Saya berniat iktikaf sunnah karena Allah Ta'ala."

7. Bila sudah dapat beberapa lembar, taruh kembali Al-Qur'an yang dibaca tadi ke tempat semula. Kemudian dilanjutkan berdzikir. Dzikir adalah salah satu ibadah paling mudah. Ada berbagai macam dzikir. Mulai dari 99 Asmaul Husna (nama-nama Allah Yang Mulia), adapula shalawat Nabi yang banyak pula shighat (susunan kalimatnya), dan masih banyak lagi lainnya.

Dalam Al-Qur'an Allah memerintahkan kepada para hamba-Nya untuk berdzikir. Karena dengan berdzikir, Allah akan mengingat orang tersebut.

... فَاذْكُرُونِي أذْكُرْكُمْ
"Berdzikirlah (Ingatlah) kamu pada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula padamu!" (Al–Baqarah: 152)

Dengan berdzikir, hati seseorang akan bisa menjadi lunak.

الَّذِيْنَ آمَنُوا وَ تَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ ألآ بِذِكْرِ الله تَطْمَئِنُّ الـقُلُوبُ.
"Yaitu orang-orang yang beriman, dan hati mereka aman tenteram dengan dzikir pada Allah. Ingatlah dengan dzikir pada Allah itu, maka hatipun akan merasa aman dan tenteram." (Ar-Ra'd : 28)

8. Insyaallah sewaktu berdzikir kita akan ketiduran. Nah... Inilah yang disebut dengan tidurnya orang puasa adalah ibadah.

Selamat mengamalkan. 

Ditulis dengan ide asli dan beberapa kutipan.

Sumber kutipan:
[1] PISS-KTB