Wednesday, 29 June 2016

Filled Under: ,

Idul Fitri dan Fenomena yang Biasanya Terjadi

Idul Fitri dan Fenomena yang Biasanya Terjadi
Karyabuatanku - Tak terasa sebentar lagi Bulan Suci Ramadlan akan meninggalkan kita. Biasanya menjelang Ramadlan usai seperti saat ini euforia Idul Fitri sudah mulai bisa untuk dirasakan. Selain itu, pertanda lain akan datangnya Idul Fitri adalah semakin banyaknya penjual mercon di pinggir jalan raya maupun di perkampungan. Melalui postingan ini, kami akan mengupas mengenai beberapa fenomena yang kerap ditemui dalam "pelaksanaan Idul Fitri" di Indonesia.

1. Munculnya Lomba Diskon 
Lebaran sering ditafsirkan sebagai ajang pamer baju baru ataupun jajanan yang disuguhkan kepada para tamu yang bersilaturahim satu sama lain. Nah, dengan adanya penafsiran baru ini, supermarket ataupun swalayan biasanya memanfaatkan momen ini untuk menggaet keuntungan sebanyak mungkin dari masyarakat dengan iming-iming diskon pada produk yang mereka miliki seperti halnya pada baju yang kebanyakan dengan model gamis, koko atau semacamnya dan pada parsel lebaran yang berisi sirup, wafer dan sebagainya. 

2. Muncul Jasa Penukaran Uang Baru 
Munculnya jasa penukaran uang baru didasari oleh adanya tradisi pemberian "THR" kepada anak-anak di kampung. Biasanya jasa seperti ini banyak ditemui di kota-kota besar tepatnya di pinggir jalan raya. Namun yang perlu diingat dari penggunaan jasa seperti ini adalah nilai tukar dari uang yang kita berikan tidak akan sama dengan nilai (jumlah) uang yang kita dapatkan. Biasanya mereka menyebutnya sebagai kompensasi dari antre di bank. Oleh karena itu, disarankan untuk menukarkan uang dari pecahan besar (misal: Rp 100.000,-) ke pecahan uang kecil dua ribuan atau lima ribuan di tempat penukaran resmi, dalam hal ini adalah Bank. Hal ini dikarenakan nilai uang yang kita tukar akan sama dengan nilai uang yang kita dapat (misal: kita menukar lima puluh ribu dengan sepuluh ribuan sebanyak lima buah) 

3. Ribuan Pemudik Padati Jalan Utama 
Fenomena yang bisa kita temui selanjutnya adalah semakin padatnya jalur utama, terutama pantura oleh pemudik, terutama pengguna kendaraan bermotor. Pemudik lebih memilih menggunakan kendaran mereka (sepeda motor) dikarenakan mudik dengan kendaraan pribadi bisa lebih fleksibel dalam bepergian, selain itu juga karena melonjaknya tiket arus mudik, biasanya hingga 30%. Hal itulah yang menjadikan alasan bagi pemudik lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor dalam melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman mereka. 

4. Posko Mudik Lebaran 
Fenomena selanjutnya adalah banyak kelompok masyarakat yang mendirikan posko mudik. Biasanya mereka adalah ormas, LSM ataupun organisasi sejenisnya yang tidak melakukan mudik. Tujuan mulia ini mereka lakukan tanpa ada rasa pamrih sekalipun. Salah satunya apa yang diadakan oleh CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs), suatu organisasi yang mewadahi penerima beasiswa santri (Program Beasiswa Santri Berprestasi - PBSB) dari Kementerian Agama RI. Pada penyelenggaraan tahun ini, ada tiga kota yang menjadi tempat pelaksanaan posko mudik CSSMoRA, Semarang, Pasuruan dan Makassar. 

5. Takbir Keliling atau Takbiran di Masjid 
Takbir Keliling atau Takbiran di Masjid (bisa salah satunya atau keduanya dengan melakukan takbir keliling dahulu dilanjut dengan takbiran di masjid) adalah salah satu puncak dari fenomena Idul Fitri. Ya. Ummat muslim dianjurkan untuk menyemarakkan malam Idul Fitri, salah satunya dengan melakukan takbiran. Tak jarang ada daerah yang melakukan lomba takbir keliling untuk menyemarakkan malam Idul Fitri ini, beragam instrumen pun digunakan, salah satunya rebana, bedug dan sejenisnya. Takbiran ini dilakukan dari malam 1 Syawwal (Maghrib) sampai sebelum imam naik ke atas mimbar untuk melakukan khutbah ied. 

6. Munculnya Sastrawan Baru Pembuat Kalimat Selamat Idul Fitri 
Pada momentum lebaran Idul Fitri berlangsung, muncul banyak sastrawan baru yang berkompetisi dalam membuat ucapan Selamat Idul Fitri. Mulai dari yang berbahasa Indonesia, Arab, Inggris, Pantun, Puisi baik itu buatan sendiri ataupun hasil copy-paste dari kiriman orang lain yang kebetulan ia terima dan kemudian mengirimnya kembali. 

7. Tradisi Ziarah ke Makam 
Tradisi ziarah ke makam biasanya dilakukan selepas pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Hal ini biasanya dilakukan oleh mereka yang merantau kemudian mudik ke kampung halaman. Sebenarnya ziarah kubur itu bisa dilakukan kapan saja, sebagaimana yang dikemukakan oleh Ustadz Subki Al Bughury.

8. Pembayaran Zakat Fitrah 
Zakat adalah salah satu rukun Islam. Salah satu jenis dari zakat adalah zakat fitrah. Berikut ini adalah keterangan yang berasal dari kitab Tausyih 'ala Ibni Abi Qasim, karya seorang ulama nusantara, Syaikh Nawawi al-Bantani mengenai waktu pelaksanaan zakat fitrah
"Waktu pelaksanaan zakat Fitrah terbagi lima. Pertama waktu boleh, yaitu terhitung sejak awal Ramadhan. Sebelum awal Ramadhan, tidak boleh mengeluarkan zakat Fitrah. Kedua waktu wajib, ketika seseorang mengalami meskipun sesaat Ramadhan dan sebagian bulan Syawwal. Ketiga waktu dianjurkan, sebelum pelaksanaan sembahyang Idul Fitri. Keempat waktu makruh, membayar zakat Fitrah setelah sembahyang Idul Fitri. Kelima waktu haram, pembayaran zakat setelah hari raya Idul Fitri, dan zakat Fitrahnya terbilang qadha." Wallahu A'lam. 
9. Shalat Idul Fitri 
Shalat Idul Fitri atau Shalat Ied adalah puncak dari pelaksanaan Idul Fitri. Ya. Seperti halnya pada shalat Idul Adha, shalat Idul Fitri disunnahkan untuk melakukan di lapangan dan secara berjamaah. Untuk tata cara pelaksanaan akan disampaikan di postingan selanjutnya. 

[10] Silaturrahim ke Rumah Saudara, Tetangga atau Kawan 
Kegiatan ini bisa dilakukan seusai shalat ied ataupun setelah ziarah ke makam. Biasanya silaturrahim dalam momen Idul Fitri akan terus berlangsung hingga H+7 Idul Fitri. 

Sekian pengulasan dari kami mengenai Idul Fitri dan Fenomena yang Biasanya Terjadi. Nantikan terus postingan menarik hanya di blog ini. Sekian 

Sumber gambar: 

Comments
0 Comments



0 comments: