Tuesday, 29 November 2016

, , , , , , , ,

Seputar Rebo Wekasan

Seputar Rebo Wekasan


Karyabuatanku.com - Masalah Rebo Wekasan (Rabu terakhir di bilan Safar) menjadi dinamika yang harmonis di kalangan para ulama kita, ada yang berkenan mengamalkan dan ada yang tidak berkenan. Namun tidak saling membid'ahkan, apalagi menyesatkan. 

Pada umumnya, para ulama yang mengamalkan adalah para kiai yang mengamalkan Tarekat. Sebab, kitab-kitab yang menjelaskan masalah ini kebanyakan terdapat dalam kitab yang berkaitan dengan Tarekat. Akan tetapi NU sebagai oraganisasi yang mewadahi Tarekat, yang di Badan otonom NU disebut dengan Jamiyah Ahli Thariqah al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), maka selayaknya bagi Ormas terbesar ini turut serta dalam menjelaskan apa yang sebenarnya boleh diamalkan dan sejauh mana amalan yang tidak diperbolehkan. 

Dan kita sudah tahu bahwa para kiai di Tarekat, khususnya para Mursyid, sangat memahami masalah ini. Intinya, ada dua hal yang harus dihindari, yaitu tathayyur (merasa sial) dan salat Rebo Wekasan.

Antara Tafaul dan Tathayyur

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ الْفَأْلَ الْحَسَنَ ، وَيَكْرَهُ الطِّيَرَةَ. (أحمد)
Abu Hurairah berkata: "Rasulullah senang dengan Tafaul (mengharap baik) dan tidak suka dengan tathayyur (merasa sial)." (HR Ahmad)

عن أَبي هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ « لاَ طِيَرَةَ ، وَخَيْرُهَا الْفَأْلُ » . قَالُوا وَمَا الْفَأْلُ قَالَ « الْكَلِمَةُ الصَّالِحَةُ يَسْمَعُهَا أَحَدُكُمْ » (رواه البخارى)
Dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda: "Tidak ada kesialan. Sebaik-baik merasa sial adalah tafaul" Sahabat bertanya: "Apa Tafaul?" Nabi menjawab: "Yaitu kalimat yang baik yang didengar oleh kalian." (HR al-Bukhari)

Oleh karenanya, banyak ulama kita bertafaul di bulan ini dengan menyebut 'Shafar al-Khair', atau bulan Safar yang baik. Yaitu berharap kepada Allah turunnya kebaikan dan tidak ada petaka. Namun, sudah biasa bagi ulama salafi-wahabi yang selalu banyak tidak sependapat dengan ulama lain, tokoh mereka berkata:

شهر صفر الخير. فهذا من باب مداواة البدعة بالبدعة ، والجهل بالجهل . فهو ليس شهر خير ، ولا شر (مجموع فتاوى ورسائل ابن عثيمين - ج 2 / ص 90)
"Bulan Safar yang baik. Ini tergolong mengobati bid'ah dengan bid'ah, mengobati bodoh dengan kebodohan. Safar bukan bulan baik dan bukan bulan buruk." (Majmu' Fatawa wa Rasail Ibni Utsaimin 2/90)

Keyakinan Tentang Kebaikan dan Keburukan Hanya Dari Allah
Dalam rukun Iman kita telah diajarkan bahwa baik dan buruk adalah takdir dari Allah. Demikian halnya dalam penjelasan Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama:

قَالَ « أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى وَمُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ » (رواه البخارى)
Allah berfirman [dalam hadis Qudsi]: "HambaKu ada yang iman dan kafir kepadaKu. Jika ia berkata: "Kami diberi hujan karena anugerah Allah dan rahmatNya, maka ia iman padaKu dan kafir dengan bintang." Jika ia berkata: "diberi hujan karena bintang, maka ia kafir padaKu dan iman dengan bintang." (HR al-Bukhari)

Dasar inilah yang dijadikan pedoman bagi para ulama, seperti yang disampaikan oleh ahli hadis Syekh Abdurrauf al-Munawi:

وَالْحَاصِلُ أَنَّ تَوَقِّيَ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ عَلَى جِهَةِ الطِّيَرَةِ وَطَنِّ اعْتِقَادِ الْمُنَجِّمِيْنَ حَرَامٌ شَدِيْدَ التَّحْرِيْمِ إِذِ الْأَيَّامُ كُلُّهَا للهِ تَعَالَى لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ بِذَاتِهَا وَبِدُوْنِ ذَلِكَ لَا ضَيْرَ وَلَا مَحْذُوْرَ (فيض القدير - ج 1 / ص 62)
"Kesimpulannya. Menghindar dari hari Rabu dengan cara merasa sial dan meyakini prediksi peramal adalah haram, sangat terlarang. Sebab semua hari milik Allah. Tidak ada hari yang bisa mendatangkan petaka atau manfaat karena faktor harinya. Kalau bukan karena di atas, maka tidak apa-apa dan tidak dilarang." (Faidl al-Qadir 1/62)

Adakah Salat Rebo Wekasan?
Dengan tegas Hadlratusy Syekh KH Hasyim Asy'ari mengharamkan salat dengan niat Rebo Wekasan:

وَلاَ يَحِلُّ اْلإِفْتَاءُ مِنَ الْكُتُبِ الْغَرِيْبَةِ. وَقَدْ عَرَفْتَ اَنَّ نَقْلَ الْمُجَرَّبَاتِ الدَّيْرَبِيَّةِ وَحَاشِيَةِ السِّتِّيْنَ لاِسْتِحْبَابِ هَذِهِ الصَّلاَةِ الْمَذْكُوْرَةِ يُخَالِفُ كُتُبَ الْفُرُوْعِ اْلفِقْهِيَّةِ فَلاَ يَصِحُّ وَلاَ يَجُوْزُ اْلإِفْتَاءُ بِهَا
"Tidak boleh berfatwa dari kitab-kitab yang aneh. Anda telah mengetahui bahwa kutipan dari kitab Mujarrabat Dairabi dan Masail Sittin yang menganjurkan salat tersebut [Rebo Wekasan] bertentangan dengan kitab-kitab fikih, maka salatnya tidak sah, dan tidak boleh berfatwa dengannya." (Tanqih al-Fatwa al-Hamidiyah, NU Menjawab Problematika Umat, PWNU Jatim)

Namun, jika memang akan melakukan salat maka niatkanlah sebagai Salat Hajat, seperti dalam hadis berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى أَوْفَى الأَسْلَمِىِّ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « مَنْ كَانَتْ لَهُ حَاجَةٌ إِلَى اللَّهِ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِهِ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لْيَقُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ أَسْأَلُكَ أَلاَّ تَدَعَ لِى ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِىَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا لِى ثُمَّ يَسْأَلُ اللَّهَ مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ مَا شَاءَ فَإِنَّهُ يُقَدَّرُ
Hadis: "Barang siapa punya hajat kepada Allah atau diantara makhluk Allah, maka wudlu-lah dan salatlah 2 rakaat, lalu baca doa ...." (HR Ibnu Majah. Sebagian ulama menilai hadis ini dlaif, namun tetap boleh diamalkan)

Maunpun salat Sunah Mutlak, dan salat Tasbih, maka diperbolehkan. Setelah salat kemudian dilanjutkan dengan berdoa.

Bolehkah Mengamalkan Doa di Rebo Wekasan?
Jika berpegang kepada Akidah dan Syariah di atas maka mengamalkan doa di malam Rebo Wekasan diperbolehkan. Berikut penjelasan Ulama ahli hadis Syekh Abdurrauf al-Munawi:

وَيَجُوْزُ كَوْنُ ذِكْرِ الْأَرْبِعَاءِ نَحْسٌ عَلَى طَرِيْقِ التَّخْوِيْفِ وَالتَّحْذِيْرِ أَيِ احْذَرُوْا ذَلِكَ الْيَوْمَ لِمَا نَزَلَ فِيْهِ مِنَ الْعَذَابِ وَكَانَ فِيْهِ مِنَ الْهَلَاكِ وَجَدِّدُوْا للهِ تَوْبَةً خَوْفًا أَنْ يَلْحَقَكُمْ فِيْهِ بُؤْسٌ كَمَا وَقَعَ لِمَنْ قَبْلَكُمْ (فيض القدير - ج 1 / ص 62)
"Boleh menyebut Rabu sebagai 'sial' dengan cara untuk memberi peringatan. Yaitu hindari hari tersebut karena pernah turun adzab yang menyebabkan kebinasaan. Perbaharuilah taubat kepada Allah, agar tidak mengalami petaka seperti yang dialami kaum terdahulu." (Faidl al-Qadir 1/62)

Apa Saja yang Dapat Diamalkan?

قَالَ ابْنُ رَجَبَ : الْمَشْرُوْعُ عِنْدَ وُجُوْدِ الْأَسْبَابِ الْمَكْرُوْهَةِ الْاِشْتِغَالُ بِمَا يُرْجَى بِهِ دَفْعُ الْعَذَابِ مِنْ أَعْمَالِ الطَّاعَةِ وَالدُّعَاءِ وَتَحْقِيْقِ التَّوَكُّلِ وَالثِّقَةِ بِاللهِ (فيض القدير - ج 6 / ص 562)
Ibnu Rajab berkata: "Yang disyariatkan jika ada hal yang tidak disuka, adalah dengan memperbanyak doa tolak bala', yang terdiri dari perbuatan taat, doa, benar-benar pasrah dan percaya pada Allah." (Faidl al-Qadir 6/562)

Ma'ruf Khozin, Pecinta Thariqat Mu'tabarah

Thursday, 24 November 2016

, , ,

Ketua MPR: Ada Masjid Masa Salat Jumat di Jalan

Ketua MPR: Ada Masjid Masa Salat Jumat di Jalan

Karyabuatanku.com, Jakarta - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI berencana menggelar salat Jumat di Jalan Sudirman dan Thamrin pada 2 Desember mendatang. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan meminta massa untuk salat di masjid, bukan di jalan.

"Itu saya mengimbau, demo itu hak, dijamin konstitusi, tapi sebagai Ketua MPR saya mengimbau untuk tanggal 2 (Desember) itu salat Jumat ya di masjid. Bayangkan kalau ada masjid masa kita salat Jumat di jalan," ujar Zulkifli kepada wartawan usai mengikuti Rakernas II MUI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (23/11/2016).

Zulkifli juga meminta masyarakat agar menahan diri untuk turun kembali ke jalan. Ia berharap masyarakat bisa mempercayakan permasalahan hukum tersangka kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke aparat penegak hukum.

"Jadi saya begini, aksi tanggal 2 (Desember) itu, unjuk rasa itu hak dijamin undang-undang. Tapi sebagai Ketua MPR saya mengimbau, kita berikan kesempatan pada penegak hukum untuk menyelesaikan ini. Itu menurut saya," tambahnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengeluarkan maklumat pelarangan aksi salat Jumat di jalan protokol tersebut. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengatakan, aksi demo tidak dilarang sepanjang tidak dilakukan di tempat-tempat umum. 

"Informasi yang didapat, para pengunjuk rasa akan melaksanakan salat Jumat di sepanjang Sudirman-Thamrin itu tidak akan kita berikan, salat ada tempatnya, di masjid," ujar Iriawan, Senin (21/11) lalu.

Dirinya menegaskan, salah satu larangan demo dilakukan di Sudirman-Thamrin karena dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas masyarakat. Sudirman-Thamrin merupakan jalur protokol, urat nadi perekonomian Jakarta, karena di sepanjang ruas jalan tersebut berdiri perkantoran.

"Unjuk rasa tidak dilarang, namun tidak boleh mengganggu ketertiban umum, jalannya aktivitas, Jumat itu masih bekerja, bersekolah, ada yang ke rumah sakit. Oleh sebab itu, pemerintah melarang berdemo di sepanjang Sudirman-Thamrin. Kalau mau salat Jumat, ada tempatnya di mesjid-mesjid sekitaran situ, di Masjid Istiqlal dan sebagainya," paparnya. (fdu/hri)

Sumber:

Wednesday, 23 November 2016

, , , , , , , ,

Biografi Singkat KH Muhammad Arwani Amin Kudus

Karyabuatanku.com, Kudus - Kudus merupakan salah satu kota kecil yang ada di pantura timur dari Provinsi Jawa Tengah. Kudus juga dikenal sebagai Kota Kretek, hal itu dikarenakan dulu banyak sekali pabrik rokok di kota ini. Selain itu, kota ini juga terkenal sebagai Kota Religius atau Kota Santri, hal itu dikarenakan di kota ini terdapat banyak sekali pondok pesantren dengan ulama dan santri-santrinya.

Salah satu ulama dari kota ini yang cukup dikenal oleh masyarakat Kudus sendiri bahkan oleh kalangan luar Kudus adalah KH Muhammad Arwani Amin Sa'id. Berikut ini adalah postingan mengenai Biografi Singkat KH Muhammad Arwani Amin Kudus. Silakan disimak

1. Biografi KH Muhammad Arwani Amin 
Selain dikenal dengan sebutan Kota Kretek, Kudus juga dikenal sebagai Kota Religius atau lebih medasar lagi dikenal dengan sebutan Kota Santri. Pasalnya, banyak di antara santri yang menuntut ilmu di kota yang kharismatik yang menjadi panutan masyarakat sekitar Kudus. Di antara sekian banyak ulama di kota Kudus banyak ulama di kota Kudus yang menjadi tauladan bagi masyarakat adalah beliau al-Maghfurlah KH Muhammad Arwani Amin.

Sekitar lebih 100 meter di sebelah selatan Masjid Menara Kudus, tepatnya di Desa Madureksan, Kerjasan, dulu tersebutlah pasangan keluarga shalih yang sangat mencintai al-Qur'an. Pasangan keluarga ini adalah KH Amin Sa'id dan Hj Wanifah. KH Amin Sa'id ini sangat dikenal di Kudus kulon terutama di kalangan santri, karena beliau memiliki sebuah toko kitab yang cukup dikenal, yaitu toko kitab al-Amin. Dari hasil berdagang inilah, kehidupan keluarga mereka tercukupi.

Yang menarik adalah meski keduanya (H Amin Sa'id dan istrinya) tidak hafal al-Qur'an, namun mereka sangat gemar membaca al-Qur'an. Kegemarannya membaca al-Qur'an ini, hingga dalam seminggu mereka bisa khatam satu kali. Hal yang sangat jarang dilakukan oleh orang kebanyakan, bahkan oleh orang yang hafal al-Qur'an sekalipun.

2. Kelahiran KH Muhammad Arwani Amin Said
KH Muhammad Arwani Amin Said dilahirkan pada hari Selasa Kliwon pukul 11.00 siang tanggal 5 Rajab 1323 H bertepatan dengan 5 September 1905 M di kampung Kerjasan Kota Kudus Jawa Tengah. Ayah beliau bernama H Amin Said dan ibunya bernama Hj Wanifah.

Sebenarnya nama asli beliau adalah Arwan, akan tetapi setelah beliau menunaikan ibadah haji yang pertama namanya diganti menjadi Arwani. Dan hingga wafat beliau dikenal memiliki nama lengkap sebagai KH Muhammad Arwani Amin Said dan panggilan akrabnya adalah Mbah Arwani Kudus.

Arwan adalah anak kedua dari 12 bersaudara. Kakaknya yang pertama seorang perempuan bernama Muzainah. Sementara adik-adiknya secara berurutan adalah Farkhan, Sholikhah, H. Abdul Muqsith, Khafidz, Ahmad Da'in, Ahmad Malikh, I'anah, Ni'mah, Muflikhak dan Ulya. Dari kedua belas ini, ada tiga yang paling menonjol, yaitu Arwan, Farkhan dan Ahmad Da'in, ketiga-tiganya hafal al-Qur'an.

Dari sekian saudara KH Muhammad Arwani Amin, yang dikenal sama-sama menekuni al-Qur'an adalah Farkhan dan Ahmad Da'in. Ahmad Da'in, adik Mbah Arwani ini bahkan terkenal jenius, karena beliau sudah hafal al-Qur'an terlebih dahulu daripada Mbah Arwani yakni pada umur 9 tahun. Ia bahkan hafal Hadits Bukhari Muslim dan menguasai Bahasa Arab dan Inggris. Kecerdasan dan kejeniusan Da'in inilah yang menggugah Mbah Arwani dan adiknya Farkhan, terpacu lebih tekun belajar.

Arwan kecil hidup di lingkungan yang sangat taat beragama (religius). Kakek dari ayahnya adalah salah satu ulama besar di Kudus, yaitu KH Imam Haramain. Sementara garis nasabnya dari ibu, sampai pada pahlawan nasional yang juga ulama besar, Pangeran Dipenegoro yang bernama kecil Raden Mas Ontowiryo.

3. Kehidupan Keluarga KH Muhammad Arwani Amin Said
Ayahanda Mbah Arwani, H Amin Said adalah seorang kiai yang cukup disegani dan dihormati oleh masyarakat disekitar beliau tinggal. Meskipun ayah dan bunda beliau tidak hafal al-Qur'an, namun tempat tinggal beliau dikenal sebagai rumah al-Qur'an, karena setiap pekan mereka selalu mengkhatamkan al-Qur'an.

Istri beliau bernama Ibu Nyai Hj Naqiyul Khud. Beliau menikah pada tahun 1935 M dimana pada saat itu status beliau adalah seorang santri dari pondok pesantren al-Munawir Krapyak Yogyakarta. Ibu Naqi adalah putri dari H Abdul Hamid, seorang pedagang kitab. Tokonya sekarang masih ada,bahkan semakin berkembang. Beliau memiliki empat orang anak yaitu Ummi dan Zukhali Uliya (meninggal saat masih bayi) serta KH M Ulin Nuha Arwani dan KH M Ulil Albab Arwani.

4. Masa Menuntut Ilmu KH Muhammad Arwani Amin Said
KH Muhammad Arwani Amin dan adik-adiknya sejak kecil hanya mengenyam pendidikan di madrasah dan pondok pesantren. Arwani kecil memulai pendidikannya di Madrasah Mu'awanatul Muslimin Kenepan, sebelah utara Menara Kudus. Beliau masuk di madrasah ini sewaktu berumur 7 tahun. Madrasah ini merupakan madrasah tertua yang ada di Kudus yang didirikan oleh Syarikat Islam (SI) pada tahun 1912. Salah satu pimpinan madrasah ini pada awal pendiriannya adalah KH Abdullah Sajad.
Setelah beranjak dewasa, akhirnya beliau memutuskan untuk meneruskan mencari ilmu agama Islam ke berbagai pesantren di tanah Jawa, seperti Solo, Jombang, Jogjakarta dan sebagainya. Dari perjalanannya berkelana dari satu pesantren ke pesantren itu, telah mempertemukannya dengan banyak kiai yang akhirnya menjadi gurunya (masyayikh).

Adapun sebagian guru yang mendidik belau diantaranya adalah KH Abdullah Sajad (Kudus), KH Imam Haramain (Kudus), KH Ridhwan Asnawi (Kudus), KH Hasyim Asy'ari (Jombang), KH Muhammad Manshur (Solo), KH M Munawwir (Yogyakarta) dan lain-lain.

5. Kepribadian KH Muhammad Arwani Amin Said
Selama berkelana mencari ilmu baik di Kudus maupun di berbagai pondok pesantren yang disinggahinya, KH Muhammad Arwani Amin dikenal sebagai pribadi yang santun dan cerdas. Karena kecerdasan dan sifat sopan santun yang dimiliki oleh beliau, banyak kiai beliau yang terpikat. Atas dasar itu, sewaktu beliau mondok, KH Muhammad Arwani Amin sering dimintai oleh kiainya membantu mengajar santri-santri lain. Lalu memunculkan rasa sayang di hati para kiainya.

Beliau hidup di lingkungan masyarakat santri yang sangat ketat dalam menghayati dan mengamalkan agama. Oleh karena itu wajar saja jika beliau tumbuh menjadi seorang yang memiliki perangai halus, sangat berbakti kepada kedua orang tua, mempunyai solidaritas yang tinggi, rasa setia kawan dan suka mengalah tapi tegas dalam memegang prinsip.

Beliau dikaruniai kecerdasan dan minat yang kuat dalam menuntut ilmu. Pada masa remajanya dihabiskan untuk menuntut ilmu mengembara dari pesantren ke pesantren. Tidak kurang dari 39 tahun hidup beliau dihabiskan untuk menuntut ilmu dari kota ke kota yang dimulai dari kotanya sendiri yaitu Kudus. Kemudian dilanjutkan ke Pesantren Jamsaren Solo, Pesantren Tebu Ireng Jombang, Pesantren al-Munawir Krapyak Yogyakarta dan diakhiri di Pesantren Popongan Solo.

Sekitar tahun 1935, Mbah Arwani melaksanakan pernikahan dengan salah satu seorang putri Kudus, yang kebetulan cucu dari guru atau kiainya sendiri, KH Abdullah Sajad. Perempuan sholehah yang disunting oleh beliau adalah ibu Naqiyul Khud.

Dari pernikahannya dengan ibu Naqiyul Khud ini, KH Muhammad Arwani Amin diberi dua putri dan dua putra. Putri pertama dan kedua beliau adalah Ummi dan Zukhali (Ulya), namun kedua putri beliau ini menginggal dunia sewaktu masih bayi.

Yang tinggal sampai kini adalah kedua putra beliau yang kelak meneruskan perjuangan KH Muhammad Arwani Amin dalam mengelola pondok pesantren yang beliau dirikan. Kedua putra beliau adalah KH M Ulin Nuha (Gus Ulin) dan KH M Ulil Albab Arwani (Gus Bab). Kelak, dalam menahkodai pesantren itu, mereka dibantu oleh KH. Muhammad Manshur, salah satu khadam KH Muhammad Arwani Amin yang kemudian dijadikan sebagai anak angkatnya.

6. Perjuangan KH Muhammad Arwani Amin Said
Beliau mengajarkan al-Qur'an pertama kali sekitar tahun 1942 di Masjid Kenepan Kudus yaitu setamat beliau nyantri dari pesantren al-Munawir Krapyak Yogyakarta. Pada periode ini santri-santri beliau kebanyakan berasal dari luar kota Kudus. Seiring berjalannya waktu sedikit demi sedikit santri beliau semakin bertambah banyak dan bukan hanya dari Kudus dan sekitarnya, tapi ada yang berasal dari luar propinsi bahkan dari luar pulau Jawa. Kemudian beliau membangun sebuah pondok pesantren yang diberi nama Yanbu'ul Qur'an yang berarti Sumber al-Quran. Pondok pesantren ini didirikan pada tahun 1393 H/1979 M.

KH Muhammad Arwani Amin meninggalkan sebuah kitab yang diberi nama Faidh al-Barakat fi as-Sabi'a Qira'at.

Semasa hidupnya beliau juga mengajarkan Thariqat Naqsabandiyah Kholidiah yang pusat kegiatan thariqah ini bertempat di Masjid Kwanaran. Beliau memilih tempat ini karena suasana di sekeliling cukup sepi dan sejuk. Di samping itu, tempat ini dekat perumahan dan sungai Gelis yang airnya jernih untuk membantu penyediaan air untuk para peserta khalwat. Mbah Arwani juga pernah menjadi pimpinan Jam'iyah Ahli ath-Thariqat al-Mu'tabarah yang didirikan oleh para kyai pada tanggal 10 Oktober 1957 M. Dan dalam Mu'tamar NU 1979 di Semarang nama tersebut diubah menjadi Jam'iyyah Ahl ath-Thariqat al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN).

7. Kelebihan KH Muhammad Arwani Amin Said
KH Muhammad Arwani Amin dikenal sebagai seorang ulama yang sangat tekun dalam beribadah. Dalam melaksanakan sholat wajib beliau selalu tepat waktu dan senantiasa berjamaah meskipun dalam keadaan sakit. Kebiasaan tersebut sudah beliau jalani sejak berada di pesantren.

Sewaktu masih belajar Qiraat Sab'ah pada KH Munawir di Krapyak yang pelajarannya dimulai pada pukul 02.00 dinihari sampai menjelang Shubuh beliau sudah siap pada pukul 12.00 malam. Dan sambil menunggu waktu pelajaran dimulai beliau manfaatkan untuk melaksanakan sholat sunnah dan dzikir. Kebiasaan tersebut tetap berlanjut setelah beliau kembali dan bermukim di Kudus.

Biasanya beliau mulai tidur pukul 20.00 WIB dan bangun pukul 21.00 WIB. Kemudian dilanjutkan melaksanakan sholat sunnah dan dzikir. Apabila sudah lelah kemudian tidur lagi kira-kira selama satu sampai dua jam kemudian bangun lagi untuk melaksanakan sholat dan dzikir, begitu setiap malamya sehingga bila dikalkulasi beliau hanya tidur dua sampai tiga jam setiap malamnya

Mbah Arwani dikenal oleh masyarakat sekitarnya sebagai seorang ulama yang memiliki kelebihan yang luar biasa. Banyak yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang wali,beberapa santrinya mengatakan bahwa KH Muhammad Arwani Amin memiliki indra keenam dan mengetahui apa yang akan terjadi dan melihat apa yang tidak terlihat.

Konon, menurut KH Sya'roni Ahmadi, kelebihan Mbah Arwani dan saudara-saudaranya adalah berkat orangtuanya yang senang membaca al-Qur’an. Dimana orangtuanya selalu menghatamkan membaca al-Qur’an meski tidak hafal.

Selain barokah orantuanya yang cinta kepada al-Qur'an, KH Muhammad Arwani Amin sendiri adalah sosok yang sangat haus akan ilmu. Ini dibuktikan dengan perjalanan panjang beliau berkelana ke berbagai daerah untuk mondok, berguru pada ulama-ulama.

Selama menjadi santri, Mbah Arwani selalu disenangi para kyai dan teman-temannya karena kecerdasan dan kesopanannya. Bahkan, karena kesopanan dan kecerdasannya itu, KH Hasyim Asy'ari sempat menawarinya akan dijadikan menantu.

Namun, Mbah Arwani memohon izin kepada KH Hasyim Asy'ari bermusyawarah dengan orang tuanya. Dan dengan sangat menyesal, orang tuanya tidak bisa menerima tawaran KH Hasyim Asy'ari, karena kakek Mbah Arwani (KH Haramain) pernah berpesan agar ayahnya berbesanan dengan orang di sekitar Kudus saja. Akhirnya, Mbah Arwani menikah dengan Ibu Nyai Naqiyul Khud pada 1935. Ibu Naqi adalah puteri dari H Abdul Hamid bin KH Abdullah Sajad, yang sebenarnya masih ada hubungan keluarga dengan Mbah Arwani sendiri.

8. Murid KH Muhammad Arwani Amin Said
Ribuan murid telah lahir dari pondok yang dirintis KH Muhammad Arwani Amin tersebut. Banyak dari mereka yang menjadi ulama dan tokoh. Sebut saja diantara murid-murid beliau yang menjadi ulama adalah:
  • KH Sya'roni Ahmadi (Kudus) 
  • KH Hisyam (Kudus) 
  • KH Abdullah Salam (Kajen) 
  • KH Muhammad Manshur 
  • KH Muharror Ali (Blora) 
  • KH Najib Abdul Qodir (Jogja) 
  • KH Nawawi (Bantul) 
  • KH Marwan (Mranggen) 
  • KH A Hafidz (Mojokerto) 
  • KH Abdullah Umar (Semarang) 
  • KH Hasan Mangli (Magelang) 
9. Berpulang ke Rahmatullah
Dengan keharuman namanya dan berbagai pujian dan sanjungan penuh rasa hormat dan ta’dzim atas kealimannya, beliu wafat pada taggal 25 Rabiul Akhir tahun 1415 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Oktober tahun 1994 M dalam usia 92 tahun (dalam hitungan Hijriyah). Beliau dimakamkan di komplek Pesantren Yanbu'ul Qur'an Kudus.

Syai'un Lillah, Lahumul Fatihah

Sumber:

Tuesday, 22 November 2016

, , , , , , , ,

Lomba Desain Quote Ulama Nusantara 2016

Karyabuatanku.com - Dalam rangka semarak Cahaya maulid, Admin Instagram Santri Nusantara mengadakan Lomba desain quote ulama Nusantara dengan tema "Islam Damai, Islam Rahmatan lil 'Aalamin".

📜 Syarat dan Ketentuan Lomba Desain #QuoteUlamaNusantara :
✏ Lomba terbuka untuk umum dan berlaku secara nasional bagi Warga Negara Indonesia. Lomba tidak berlaku bagi orang yang masuk Admin Instagram Santri Nusantara.
✏ Desain quote merupakan karya orisinil, dan belum pernah menang dalam lomba sejenis
✏ Desain quote harus ada watermark logo ais dan ibs. Logo bisa di download di s.id/maulidnabi
✏ Peserta boleh mengirimkan desain terbaik maksimal 3 desain 
✏ "Format yang Wajib dikumpulan dalam Bentuk .Png lalu sertakan .Cdr/Psd/ Ai
Karya desain peserta menjadi hak panitia lomba 
✏ karya desain peserta dikirim ke email AIS aisnusantara@gmail.com 

💸 Biaya pendaftaran FREE 

👥 Dewan Juri :
1. Dodik Aryanto, S.Kom (Indosat)
2. Munawwir Aziz, MA (Penulis Buku Pahlawan Santri)
3. Amidah Sholihat (Sekretaris PW IPPNU Jatim)

🏆Hadiah
Juara 1 : Rp 1.000.000,00
Juara 2 : Rp 750.000,00 
Juara 3 : Rp 500.000,00
Juara favorit 1 : Rp 300.000,00
Juara favorit 2 : Rp 250.000,00
Juara favorit 3 : Rp 200.000,00
Doorprize Umroh Gratis.

📆 Durasi lomba :
Deadline Pengumpulan : 5 Desember 2016
Penjurian dan like session : 6-10 Desember 2016
Pengumuman : 12 Desember 2016
Pembagian hadiah dan pengundian kupon door prize umroh gratis 13 Desember 2016 di halaman PWNU Jawa Timur.

Informasi lebih lanjut :
🔹 Kang Ahmad : 0895-3593-79686
🔹 email: aisnusantara@gmail.com
🔹 website : dutaislam.com

#SemarakCahayaMaulid #lomba #lombadesain #lombaquote #QuoteUlamaNusantara #maulidnabi #islamramah #islamdamai #islamnusantara #aswaja #ibs #ahlussunnahwaljamaah #AISNusantara #NahdlatulUlama #barokahselamanya

Wednesday, 16 November 2016

, , ,

Menag: Perang Lawan Radikalisme Jalan Terus

Karyabuatanku.com - Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengatakan program deradikalisasi harus terus berjalan karena tindakan radikal berpotensi terjadi di banyak tempat di Indonesia seperti terjadinya aksi pelemparan bom molotov di sebuah gereja di Samarinda, Kalimantan Timur.

"Untuk menangkal aksi-aksi terorisme dan ekstremisme itu adalah proses yang tidak pernah selesai dan harus terus kita lakukan," kata Lukman di Jakarta, Selasa (15/11).

Dia mengatakan Indonesia merupakan wilayah yang sangat luas berikut dengan besarnya keragaman masyarakat dan jumlah populasi yang tidak sedikit. Deradikalisasi harus tetap dilakukan dan tidak boleh berhenti.

Atas terjadinya sejumlah aksi teror di berbagai tempat di Indonesia, Lukman mengatakan dengan terjadinya ledakan di gereja baru-baru ini seharusnya menjadi pembelajaran.

Pembelajaran itu adalah supaya masyarakat tidak terprovokasi atau terpancing melakukan aksi-aksi sepihak seperti membalas atau melakukan tindakan yang dapat menimbulkan persoalan baru.

"Jadi saya berharap supaya kita menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mereka dalam waktu yang cepat dapat mengungkap para pelaku. Dan saya yakin Polri kita memiliki kemampuan untuk itu," kata dia.

Lukman mengatakan pihaknya memantau dan mencermati kejadian terkini karena di era globalilasi dan media sosial masyarkat dapat menerima informasi-informasi dengan mudah.

Informasi tersebut cenderung membanjiri publik dengan beberapa di antaranya tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.

"Oleh karena itu, tentu aparat penegak hukum kita, intelejen kita akan terus mengikuti, memantau secara ketat ke depannya," kata dia.

Terkait tindakan teror, Lukman menduga perbuatan itu dilakukan oleh pihak-pihak yang mencoba mengusik serta merusak kedamaian, kerukunan dan ketenteraman di Indonesia.

"Kami di Kemenag berupaya menjaga kerukunan umat beragama, terus berkordinasi dengan aparat penegak hukum dan juga dengan tokoh-tokoh ormas-ormas keagamaan bagaimana dapat lebih meningkatkan kemampuannya serta lebih melakukan deteksi dini kalau ada," katanya. (Antara/Fathoni)

Sumber:

Tuesday, 15 November 2016

, , , ,

Ketika Bung Karno Berguru Ke Pesantren

Karyabuatanku.com - Indonesia segera memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Tetapi para penjajah yang bergabung dalam tentara Sekutu tidak rela negeri jajahan itu merdeka. Belanda yang masih babak belur belum berani muncul, maka yang disuruh datang tentara bule dari Inggris yang tidak rela melihat Indonesia merdeka. Bahkan mau menangkap Soekarno-Hatta, sang Proklamator yang dianggapnya sebagai penajahat perang. Aneh bukan. Sejak dulu hingga sekarang mereka menamai sesuatu sesuai dengan keinginannya sendiri.

Melihat gelagat itu pemerintah Indonesia mempersiapkan beberapa kemungkinan. Saat tentara Inggris telah berdatangan di sekitar Jakarta yang hendak menangkap Soekarno–Hatta, keduanya segera mengungsi ke pedalaman. Anehnya Bung Karno tidak mengungsi di markas militer yang lengkap persenjaataannya, melainkan mengungsi ke pesantren Sukanegara di Cianjur. Rupanya sang Kiai pengasuh pesantren itu adalah teman lama Bung Karno, sehingga kehadirannya di sana di terima dengan tangan terbuka, tanpa sedikit rasa kaget, apalagi kehadirannya tanpa diiringi pengawal yang ketat, hanya diantar Hasjim Ning dan seorang ajudan.

Tampaknya dalam suasana revolusi, perlindungan rohani, dan penjagaan stamina perlu dipertahankan terutama spirit perlawanan jauh lebih diutamakan ketimbang sekadar persenjataan militer. Bagi Bung Karno revolusi tidak hanya revolusi fisik, tetapi revolusi sosial, revolusi ekonomi baru kemudia revolusi kebudayaan. dalam menjalankan program tersebut ia membutuhkan stamina yang kuat. Oleh karena itu support moral seorang ulama sangat diperlukan. Tak seorangpun tahu keberadaan Presidennya di pengungsian itu, para intelijen PID-nya Belanda tak tahu, tidak pula intelijen M-16 Inggris yang konon sangat jeli itu.

Seluruh kebutuhan hidup Presiden itu ditanggung oleh Kiai, dan itu tidak menyulitkan, sebab di sana semuanya tinggal mengambil sendiri di kebun, berbagai macam ikan, pete, bahkan jengkol kesukaan Bung Karno tinggal ambil di sana. Selain itu di luar musimpun durian kesukaan Sang Proklamator itu bisa saja dicari di tanah itu, sehingga membuat Soekarno betah. Kesetiaan para santri serta masyarakat pada Ajeungannya itu membuat segala kebutuhan kiai untuk menjamu dan menjaga Presiden tidak pernah menjadi masalah.

Oleh karena itu ketika pengusaha Hasjim Ning hendak memberikan uang sumbangan untuk bekal Bung Karno selama dalam pengungsian itu dengan halus ditolak oleh Kiai, sebab kehadiran Soekarno semuanya ada dalam tanggungan Kiai. Lagi pula tidak ada satu kebutuhanpun yang harus dibeli, semuanya dicari dan dikasih oleh masyarakat. Kemudian Hasjim Ning memberikan uang tersebut pada isteri Sang Kiai, dengan mmengatakan bahwa uang ini tidak disumbangkan, hanya untuk jaga-jaga barang kali nanti dibutuhkan Bung Karno. Dengan alasan itu akhirnya uang diterima Ibu Nyai, sebagai uang titipan bukan untuk digunakan sendiri.

Di tengah perkebunan teh yang sejuk tentu Bung Karno beserta keluarga tidak merasa bosan, apalagi setiap bisa digunakan untuk mendalami pengetahuan keagamaan sebab setiap saat bisa berdialog dengan Kiai yang memiliki pengetahuan mendalam, seorang rohaniawan yang sangat dihormati Bung Karno, sehingga di sana Bung Karno bisa mengisi kehausan spiritualnya di bawah bimbingan seprang ulama yang alim. Sementara sang ulama merasa sangat gembira, sebagaai seorang pelayan umat bisa melindungi Presiden sang Proklamator yang sedang dalam kejaran penjajah, sehingga semuanya dijalankan dengan suka rela, tanpa pamrih apapun, disumbangpun tidak mau, sebab itu merasa sebagai kewajiaban ulama pada Negara. Karena itu dalam keadaan apapun ulama pesantren tidak mau memberontak baik melalui DI-TII maupu PRRI, sebab tindakan itu berarti mengkhianati perjuangan sendiri.

Ternyata ulama tidak hanya memberi support moral, tetapi juga memberikan dukungan secara fisik. Terbukti kiai Hasyim Asy'ari dengan Resolusi Jihad-nya mampu menggerakkan para santri dan masyarakat sehingga mampu mengalahkan pasukan Inggris di Surabaya pada tanggal 10 November 1946 yang bersejaraah itu. Menurut Pramoedya Ananta Toer itulah perang termegah dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, bagaimana sekelompok santri dengan senjata seadanya mampu mengalahkan Negara pemenang Perang Dunia kedua yakni Inggris. Karena adanya semangat perlawanan membara dari kaum santri yang dipimpin KH Hasyim Asy'ari melalui resolusi Jihadnya itu.

Tetapi sayang semuanya itu tidak tercatat dalam sejarah Indonesia, peran kaum santri diabaikan, yang ada hanya peran tentara-tentara nasional, terutama bekas prajurit KNIL yang selama ini turut menjajah rakyat Indonesia. (Munim DZ)

Sumber:

Sumber Gambar:
Google dan gambar hanya sebagai pelengkap

Wednesday, 2 November 2016

, , , , , ,

JADWAL SYEKHERMANIA NOVEMBER 2016

JADWAL SYEKHERMANIA NOVEMBER 2016 M
MAJLIS SHOLAWAT "AHBAABUL MUSTHOFA"
BERSAMA: AL-HABIB SYEKH ASSEGAF (SOLO)

"RUTINAN AHBAABUL MUSTHOFA PUSAT"
DI GEDUNG "BUSTANUL 'ASYIQIN" SOLO.
•Rabu | 02 November 2016 | 19.30 WIB. 

"TUBAN BERSHOLAWAT"
(ALUN-ALUN TUBAN)
Kamis | 03 November 2016 | 19.30 WIB. 

"SIDOARJO BERSHOLAWAT"
•Jum'at | 04 November 2016 | 19.30 WIB. 

"UNAIR BERSHOLAWAT"
(UNIVERSITAS AIRLANGGA KAMPUS C, SURABAYA)
•Sabtu | 05 November 2016 | 19.30 WIB. 

"SUKOHARJO BERSHOLAWAT"
•Senin | 07 November 2016 | 19.30 WIB. 

"SALATIGA BERSHOLAWAT"
•Selasa | 08 November 2016 | 19.30 WIB. 

"HARLAH SYEKHERMANIA KE 7 TAHUN"
"RUTINAN AHBAABUL MUSTHOFA PUSAT"
DI GEDUNG "BUSTANUL 'ASYIQIN" SOLO.
•Rabu | 09 November 2016 | 19.30 WIB. 

"BANGKA BELITUNG BERSHOLAWAT"
•Kamis | 10 November 2016 | 19.30 WIB. 

"BANDUNG BERSHOLAWAT"
•Sabtu | 12 November 2016 | 19.30 WIB. 

"SEMARANG BERSHOLAWAT"
•Senin | 14 November 2016 | 19.30 WIB. 

"MADIUN BERSHOLAWAT"
•Selasa | 15 November 2016 | 19.30 WIB. 

"RUTINAN AHBAABUL MUSTHOFA PUSAT"
DI GEDUNG "BUSTANUL 'ASYIQIN" SOLO.
•Rabu | 16 November 2016 | 19.30 WIB. 

"TEGAL BERSHOLAWAT"
•Kamis | 17 November 2016 | 19.30 WIB. 

"CIREBON BERSHOLAWAT"
•Jum'at | 18 November 2016 | 19.30 WIB. 

"RUTINAN AHBAABUL MUSTHOFA PUSAT"
DI GEDUNG "BUSTANUL 'ASYIQIN" SOLO.
•Rabu | 23 November 2016 | 19.30 WIB. 

"MAGELANG BERSHOLAWAT"
•Kamis | 24 November 2016 | 19.30 WIB. 

"MAGELANG BERSHOLAWAT"
•Jum'at | 25 November 2016 | 19.30 WIB. 

"YOGYAKARTA BERSHOLAWAT"
•Sabtu | 26 November 2016 | 19.30 WIB. 

"RUTINAN AHBAABUL MUSTHOFA PUSAT"
DI GEDUNG "BUSTANUL 'ASYIQIN" SOLO.
•Rabu | 30 November 2016 | 19.30 WIB. 

#INFORMASI SM:
Fanspage FB : Syekhermania Pusat
Instagram : @syekhermania.community
Twitter : @syekhermania_cs


" SHOLLU 'ALAN NABI MUHAMMAD "

Tuesday, 1 November 2016

, , , , ,

Festival Seni Budaya Islam 2016 - Festival Hadrah Al-Banjari Se-Jawa Timur

HADIRI & IKUTILAH...

SEMARAK CAHAYA MAULID
Festival Seni Budaya Islam 2016

● Festival Hadrah Al-Banjari
Sabtu, 10 Desember 2016
Pukul 07.00 wib - selesai
Tempat :
Halaman Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya

● Festival Qasidah Rebana
Ahad, 11 Desember 2016
Pukul 08.00 WIB - selesai
Tempat:
Area Makam Sunan Bungkul Surabaya

PESERTA TERBATAS

Memperebutkan :
UANG BAROKAH PULUHAN JUTA

Dapatkan Kupon Undian berhadiah 4 Umroh Gratis bersama IBS

TM :
Ahad 27 November 2016
Di Graha IBS
Jl. Karang Wismo II No.30 Surabaya

Info lebih jelas hubungi:
0813-4032-1377
0858-2009-7942

Tolong di bantu share nggeh

#SemarakCahayaMaulid
#AISNU
#KomunitasQasidahSurabaya
#Maulidurrosul1438H
#IbS #NapakTilasJejakWali
#barokahselamanya