Thursday, 23 February 2017

Kalam Imam Syafi'i: Belajar Atau Menanggung Perihnya Kebodohan

"Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan."
(Imam Syafi'i)

Follow juga akun sosmed kami lainnya.
Semoga barokah. Aamiin.

Monday, 20 February 2017

, , , , ,

Prof Nadirsyah Hosen: Jangan Mudah Menganggap Orang Lain Munafik

Karyabuatanku.com - Buya Hamka diminta menshalati jenazah Bung Karno. Sebagian pihak mencegah Buya Hamka dengan alasan Bung Karno itu Munafik dan Allah telah melarang Rasul menshalati jezanah orang Munafik (QS al-Taubah:84). Buya Hamka menjawab kalem, "Rasulullah diberitahu sesiapa yang Munafik itu oleh Allah, lha saya gak terima wahyu dari Allah apakah Bung Karno ini benar Munafik atau bukan." Maka Buya Hamka pun menshalati jenazah Presiden pertama dan Proklamator Bangsa Indonesia.

Itulah sikap ulama yang shalih. Beliau sadar bahwa memberi label terhadap orang lain merupakan hak prerogatif Allah Ta'ala. Ciri-ciri Munafik yang disebutkan dalam al-Qur'an seharusnya membuat kita mawas diri, bukan malah digunakan untuk menyerang sesama Muslim, apalagi hanya karena perbedaan pilihan politik.

Larangan buat Rasul menshalati jenazah orang Munafik itu karena doa Rasul maqbul jadi tidak selayaknya Rasul turut mendoakan kaum Munafik. Akan tetapi para sahabat yang lain tetap menshalatkan orang yang diduga Munafik karena para sahabat tidak tahu dengan pasti mereka itu benar-benar Munafik atau tidak. Rasul hanya menceritakan bocoran dari langit sesiapa yang Munafik itu kepada sahabat yang bernama Huzaifah. Huzaifah tidak pernah mau membocorkannya meski didesak Umar bin Khattab. Walhasil Umar tidak ikut menshalati jenazah bila dia lihat diam-diam Huzaifah tidak ikut menshalatinya, tetapi Umar sebagai khalifah tidak pernah melarang sahabat lain untuk ikut menshalati jenazah tersebut. Belajarlah kita dari sikap Umar, Huzaifah dan Buya Hamka.

Masalah kepemimpinan umat itu buat Ahlus Sunnah wal Jama'ah (ASWAJA) bukan perkara aqidah. Lihat saja rukun iman dna rukun Islam kita tidak menyinggung soal kepemimpinan. Ini perkara siyasah, bukan aqidah. Jadi, ASWAJA tidak akan mudah mengkafirkan atau memunafikkan orang lain hanya gara-gara persoalan politik. Kalau ada yang sampai tega mengkafirkan sesama Muslim hanya karena persoalan politik dapat dipastikan dia bukan bagian dari ASWAJA.

Kitab Aqidah Thahawiyah yang menjadi pegangan ulama salaf mengingatkan kita semua:‎

لا ننزل أحد منهم جنة ولا نارا، ولا نشهد عليهم بكفر ولا شرك ولا بنفاق ما لم يظهر منهم شيء من ذلك، ونذر سرائرهم إلى الله تعالى
"Kami tidak memastikan salah seorang dari mereka masuk surga atau neraka. Kami tidak pula menyatakan mereka sebagai orang kafir, musyrik, atau munafik selama tidak tampak lahiriah mereka seperti itu. Kami menyerahkan urusan hati mereka kepada Allah Ta'ala".

Begitulah berhati-hatinya para ulama salaf menilai status keimanan orang lain. Apa yang tampak secara lahiriah bahwa mereka itu shalat, menikah secara Islam, berpuasa Ramadan, maka cukup mereka dihukumi secara lahiriah sebagai Muslim, dimana berlaku hak dan kewajiban sebagai sesama Muslim, seperti berta'ziyah, menshalatkan dan menguburkan mereka. Masalah hati mereka, apakah ibadah mereka benar-benar karena Allah Ta'ala itu hanya Allah yang tahu. Itulah sebabnya Buya Hamka tidak ragu memimpin shalat jenazah Bung Karno. 

Imam al-Ghazali juga telah mengingatkan kita semua dalam kitabnya Bidayah al-Hidayah:

‎ولا تقطع بشهادتك على أحد من أهل القبلة بشرك أو كفر أو نفاق؛ فإن المطلع على السرائر هو الله تعالى، فلا تدخل بين العباد وبين الله تعالى، واعلم أنك يوم القيامة لا يقال لك: لِم لمَ تلعن فلانا، ولم سكت عنه؟ بل لو لم تعلن ابليس طول عمرك، ولم تشغل لسانك بذكره لم تسأل عنه ولم تطالب به يوم القيامة. وإذا لعنت أحدا من خلق الله تعالى طولبت به،
"Janganlah engkau memvonis syirik, kafir atau munafik kepada seseorang ahli kiblat (orang Islam). Karena yang mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati manusia hanyalah Allah Ta'ala. Jangan pula engkau ikut campur dalam urusan hamba-hamba Allah dengan Allah Ta'ala. Ketahuilah, bahwa pada hari kiamat kelak engkau tidak akan ditanya : 'mengapa engkau tidak mau mengutuk si Anu? Mengapa engkau diam saja tentang dia?' Bahkan seandainya pun kau tidak pernah mengutuk Iblis sepanjang hidupmu, dan tidak menyebutnya sekalipun, engkau pun tidak akan ditanyai dan tidak akan dituntut oleh Allah nanti di hari kiamat. Tetapi jika kau pernah mengutuk seseorang makhluk Allah, kelak kau akan dituntut (pertanggungjawabannya oleh Allah SWT)".

Belakangan ini di medsos seringkali banyak yang berkomentar "anda muslim?" untuk meragukan dan mempertanyakan keislaman orang lain hanya karena berbeda pendapat. Atau menjadi viral saat ini ajakan untuk tidak menshalatkan jenazah mereka yang memilih pemimpin non-Muslim karena dianggap Munafik. Penjelasan saya di atas telah menunjukkan bahwa sikap meragukan keislaman orang lain dan mudah memvonis orang lain Munafik adalah sikap yang tidak pantas dilakukan sesama Muslim. Para sahabat Nabi dan ulama salaf akan berhati-hati dalam soal ini.

Mari kita jaga ukhuwah keislaman, ukhuwah kebangsaan, dan ukhuwah kemanusiaan.

Tabik,

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Sunday, 19 February 2017

, , , ,

Info Beasiswa SuperCamp 8 SBMPTN 2017

Karyabuatanku.com, Surabaya - Lembaga Amil Zakat Al-Maun (LAZIM) kembali mengadakan kegiatan bimbingan bagi siswa-siswi guna persiapan menghadapi SBMPTN tahun 2017 ini. Kegiatan ini memiliki nama SUPER CAMP SBMPTN. Pada tahun ini, 2017, adalah penyelengaraan tahun ke delapan sejak penyelenggaraan pertama pada tahun 2010. Untuk info lebih lanjutnya, silakan baca postingan berikut ini.

Apa itu SuperCamp SBMPTN?
BEASISWA SUPER CAMP 8 SBMPTN 2017 hadir dan dirancang untuk memenuhi segala kebutuhan siswa SMA/SMK/MA dalam memasuki perguruan tinggi favorit di Indonesia.

Dengan konsisten LAZIM mengadakan BEASISWA SUPER CAMP 8 SBMPTN 2017 ini sejak tahun 2010, sudah tujuh tahun berturut-turut memberikan sumbangsih pendidikan terhadap kader-kader bangsa Indonesia. Sistem asrama dan bimbingan secara intensif untuk para pesertanya, SUPER CAMP 8 SBMPTN 2017sudah terbukti banyak mengantarkan siswa/i SMA/SMK/MA lulus seleksi masuk dan menerima beasiswa diseluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Mari wujudkan mimpi mereka untuk masuk keperguruan tinggi favorit melalui program Beasiswa Super Camp 8 SBMPTN 2017. Sedikit bagi Anda, akan sangat bermanfaat bagi mereka Mari berbagi kebaikan dengan berdonasi.

Berkas Persyaratan
Berikut ini adalah beberapa berkas yang harus dipersiapkan bagi calon peserta bimbingan SUPER CAMP 8 SBMPTN 2017:
  • Kartu Tanda Peserta Bidikmisi /​ SKTM (mencantumkan penghasilan ​orangtua)​
  • KARTANU, Banom NU atau Surat​ Keterangan dari Pengurus NU Setempat​
  • Pas Photo 4 x 6​
  • Kartu Tanda Pelajar​
  • Kartu SNMPTN​
  • Rapor Semester 3, 4, dan 5
Fasilitas dan Keuntungan yang Bisa Didapat
Beberapa fasilitas yang bisa didapatkan bagi peserta beasiswa SUPER CAMP 8 SBMPTN 2017 adalah:
1. Belajar intensif fokus SBMPTN dengan Tutor profesional
2. Bimbingan rohani yang Istiqomah
3. Modul belajar
4. Try out mingguan
5. Asrama
6. Psikotes dan konseling pemilihan jurusan
7. Outbond Motivasi
8. Meet the leader
9. Kunjungan kampus
10. Pendampingan pendaftaran dan tes SBMPTN

Contact Person
Untuk info lebih lanjut, silakan hubungi kontak yang bisa dihubungi di bawah ini:
SMS/WA: 081515569308 (Angga)
Fb : Beasiswa Supercamp
line : @zhc3594y
ig : supercamp8
email : beasiswasupercamp@gmail.com
 
Poster Beasiswa SuperCamp 8 SBMPTN 2017
 

 Keyword: ITS, NU, Nahdlatul Ulama, Nahdliyyin, Pendidikan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, ITS Surabaya, PMII Sepuluh Nopember, PMII ITS, LAZIM, SuperCamp 8

Sunday, 12 February 2017

, , , , , ,

PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu

Karyabuatanku.com, Surabaya - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sepuluh Nopember ITS Surabaya kembali membuktikan keseriusannya dalam berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama. Kali ini PMII ITS memfasilitasi pendaftaran Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) bagi dosen, karyawan serta mahasiswa NU yang ada di ITS, PENS ataupun PPNS. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (12/02) dan bertempat di gedung MWC NU Sukolilo, Surabaya.

Kegiatan ini dilakukan karena masih banyak warga NU dari kalangan dosen, karyawan maupun mahasiswa yang ada di ITS, PENS dan PPNS yang belum terdata. Sebagaimana yang disampaikan oleh Zidni Nafi' Akbar, menurutnya kegiatan ini salah satunya untuk mendata mahasiswa maupun dosen NU di ITS, PENS ataupun PPNS. “Banyak sekali mahasiswa dan dosen NU yang di kampus ITS, PENS dan PPNS, namun belum bisa terdata,” ungkap ketua PMII Sepuluh Nopember ini.

Selain itu, tujuan lain diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi warga NU yang belum memiliki Kartanu. “Sebenarnya kegiatan ini difokuskan kepada mahasiswa dan dosen yang ada di sekitar ITS. Namun bila ada warga atau anggota PMII selain PMII Sepuluh Nopember dipersilakan untuk ikut,” imbuhnya.

Kegiatan ini berawal dari kerja sama antara PMII ITS dengan PCNU Surabaya. “Berhubung PMII ITS bisa bekerja sama dengan PCNU Surabaya untuk mengadakan kartanu, maka diselenggarakan kegiatan ini,” jelas mahasiswa asal Kediri ini.

Dalam pelaksanaannya, ternyata bukan hanya dari kalangan dosen, karyawan serta mahasiswa ITS, PENS dan PPNS saja yang hadir guna melakukan pembuatan Kartanu. Warga sekitar tiga kampus tersebut juga turut hadir untuk melakukan pendaftaran Kartanu, bahkan mahasiswa luar ITS juga ikut serta dalam kegiatan ini, seperti dari UINSA, UNSURI, UNESA dan UNAIR.

Banyaknya peserta dari luar area ITS dikarenakan informasi mengenai kegiatan ini menyebar di sosial media dengan cepat. Hal itu senada dengan apa yang diutarakan Ahmad, salah satu pihak dari luar area ITS. Ia mengatakan tahu adanya kegiatan ini dari sosial media. “Saya tahu info ini dari sosial media,” ujarnya.

Salah satu dosen yang hadir dalam kegiatan ini adalah Ardy Maulidy Navastara ST MT. Ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan semacam ini. Tak hanya itu saja, ia mengharapkan agar seluruh MWC, khususnya yang ada di seluruh Surabaya untuk menjadi agenda rutin. “Saya pikir ini seharusnya menjadi agenda rutin bagi para MWC yang ada di seluruh Surabaya untuk disosialisasikan kepada masyarakat yang ada di Surabaya,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya perlu adanya sosialisasi. Hal itu dikarenakan masih banyak mahasiswa dan dosen ITS yang belum mengetahui Kartanu. “Kalau bisa disedakan posko yang selalu siap melayani warga nahdliyyin yang ingin mendaftar Kartanu,” pungkasnya. (Hanan)

Tuesday, 7 February 2017

, , , ,

8 PTKIN Masuk 100 Besar Perguruan Tinggi di Indonesia

Karyabuatanku.com, Jakarta - Dunia pendidikan Islam di Indonesia terus bergeliat. Prestasi demi prestasi terus diraih seiring usaha pembenahan dan peningkatan kualitas yang dilakukan oleh Kementerian Agama. 

Peningkatan kualitas ini diganjar dengan berbagai prestasi dari sejumlah kalangan. Terbaru, sebanyak delapan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masuk dalam 100 besar perguruan tinggi berkualitas di Indonesia. 

Menag Lukman Hakim Saifuddin memberikan apresiasi atas capaian ini, mengingat jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai lebih dari 4000. Apresiasi ini disampaikan Menag bersamaan dengan peluncuran seleksi bersama masuk PTKIN di Indonesia melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Ujian Masuk (UM-PTKIN). 

"Delapan PTKIN tersebut adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menempati ranking 34, UIN Sunan Ampel Surabaya ranking 44, UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang ranking 54, UIN Sultan Syarif Kasim (SUSKA) Riau ranking ke 69, UIN Sunan Gunung Djati Bandung ranking 70, UIN Walisongo Semarang ranking 71, IAIN Banjarmasin ranking 79, UIN Sunan Kalijaga Jogjayakarta ranking 94," ucap Menag di Auditorium HM Rasjidi Gedung Kemenag, Jakarta, Rabu (01/02). 

"Pemeringkatan ranking yang dilakukan oleh Kemenristek Dikti tahun 2016 ini dengan memperhatikan sejumlah indikator, seperti akreditasi dan kualitas kegiatan penelitian," tambahnya. Lengkapnya,indikatortersebut mencakup: dosen (12%), kualitas dosen (18%), akreditasi (30%), kualitas kegiatan kemahasiswaan (10%), dan kualitas kegiatan penelitian (30%). 

Sejurus dengan itu, Menag meminta civitas akademika PTKIN untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitiannya. Menurutnya, diperlukan perubahan mindset dalam menentukan tema-tema penelitian, supaya PTKIN dapat berdiri pada garda terdepan. 

Menag juga berharap ke depan PTKIN bisa mendatangkan dosen-dosen terbaik, tidak hanya dari dalam negeri, tapi dari luar negeri. Peningkatan kualitas pembelajaran penting seiring dengan terus meningkatnya peminat masuk PTKIN dari tahun ke tahun. 

Peluncuran SPAN-UMPTKIN ini dihadiri pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenag, para Rektor PTKIN, Kakanwil se-Indonesia, Kepala MAN se-DKI Jakarta, Kasubdit dan Kasie di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. 

Sumber: 

, , , , , ,

Kemenag Pastikan Info Sertifikasi Khatib Hoax

Karyabuatanku.com, Jakarta - Kepala Pusat Informasi dan Humas (Pinmas) Kementerian Agama Mastuki memastikan bahwa info sertifikasi khatib yang viral melalui media sosial adalah berita bohong alias hoax. Penegasan ini disampaikan oleh Mastuki menyusul beredarnya informasi seputar hal teknis penyelenggaraan sertifikasi khatib.

"Saya pastikan info sertifikasi khatib yang viral di media sosial adalah info bohong atau hoax," tegasnya di Jakarta, Senin (06/02).

Menurut Mastuki, Kementerian Agama tidak akan melakukan sertifikasi khatib. Kementerian Agama juga tidak akan mengintervensi materi khutbah. Merespon saran dan masukan dari masyarakat, Kementerian Agama sedang mempertimbangkan untuk melakukan standardisasi khatib Jumat.

Maksud dari standardisasi, kata Mastuki, adalah memberikan kriteria kualifikasi atau kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh seorang khatib Jumat agar khutbah disampaikan oleh ahlinya, serta sesuai syarat dan rukunnya. Dalam praktiknya, standardisasi juga tidak akan dirumuskan Kementerian Agama karena hal itu menjadi domain ulama.

"Hanya ulamalah yang memiliki otoritas, kewenangan, memberikan standar, batasan kompetensi seperti apa yang harus dipenuhi oleh seorang khatib dalam menyampaikan khutbah Jumat," ucapnya.

"Penentuan standardisasi seorang khatib, sepenuhnya kompetensi ulama, bukan domain Kemenag. Kemenag hanya sebagai fasilitator," imbuhnya.

Terkait itu, lanjut Mastuki, saat ini Kementerian Agama masih menjaring aspirasi dan masukan dari masyarakat. Akhir Januari lalu, Kemenag telah mengundang para tokoh dari MUI, NU, Muhammadiyah, ormas Islam dan beberapa fakultas dakwah untuk duduk bersama menyerap aspirasi.

Beredar melalui pesan berantai, kabar dengan tajuk 'Info Sertifikasi Khatib'. Kabar ini memuat informasi terkait persyaratan, kegiatan sertifikasi, kewajiban Khatib bersertifikat, serta hak khatib bersertifikasi dari Kemenag.

Berikut info hoax yang beredar viral:

Info Sertifikasi Khatib.

Persyaratan: 
1. Min. Lulusan SMA Sederajat
2. Usia min. 30 thn.
3. Fasih membaca alqur'an
4. Fasih berbahasa Indonesia
5. Berkelakuan baik (Tidak pernah minum miras, narkoba dan selingkuh/ke diskotik dan sejenisnya)
6. Aktif dalam kegiatan sosial masyarakat
7. Tercatat sebagai pengurus atau anggota DKM.
8. Memiliki pengalaman ceramah di majelis ta'lim min. 2 tahun dan status masih aktif.
9. Rukun dengan warga sekitar.
10. Ber-KTP WNI Islam.
11. Sudah dikhitan.
12. Bersedia ditempatkan di mejid manapun di wilayah NKRI.

Kegiatan Sertifikasi:
1. Seleksi persyaratan.
2. Yang lolos persyaran akan didiklat selama 3 bulan di bawah Kemenag.
3. Materi diklat tentang cara merancang program, pelaksanaan, materi dan pelaporan khatib.
4. Bagi yg lulus akan diberi Sertifikat Khatib dari Kemenag.
5. Akan tercatat sebagai khatib di kemenag.

Kewajiban Khatib bersertifikat:
1. Menjadi khatib pada kegiatan shalat Jum'at min. 3 kali dalam sebulan.
2. Menjadi khatib pada hari raya iedul fitri/idul adha min. 1 kali dalam setahun.
3. Membuat laporan bulanan ke kemenag.

Hak khatib bersertifikasi dari Kemenag:
1. Mendapat gaji bulanan min. Rp. 2.500.000,-
2. Mendapat tunjangan profesi 1x gaji.
3. Mendapat tunjangan kemahalan 25% dari gaji.
4. Mendapat tunjangan keluarga 10% dari gaji.
5. Mendapat tunjangan kinerja Rp. 650.000,-
6. Mendapat tunjangan menahan diri utk tidak minum miras, narkoba, selingkuh dan sejenisnya Rp. 300.000,-
7. Tunjangan lain yg toyiban.

Sumber: