Saturday, 18 March 2017

, , , , ,

Kalam KH Ahmad Hasyim Muzadi: Keikhlasan itu..

"Keikhlasan itu tidak nampak dan tak perlu ditampak-tampakkan. Tetapi Allah akan menampakkan hasil dari keikhlasan itu." (KH. Ahmad Hasyim Muzadi)

Follow juga akun sosmed kami:

Semoga barokah. Aamiin.

Monday, 13 March 2017

, , , , , , , ,

Info Lomba: Lomba Desain Poster Dakwah Kreatif 2017 CSSMoRA ITS

Karyabuatanku.com, Surabaya - Internet yang seharusnya membuat penggunanya menjadi lebih mudah dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari malah menjadi tempat timbulnya kebencian antar satu sama lain. Hal itu dipicu oleh dengan cepatnya penyebaran kabar bohong (HOAX) melalui berbagai media, khususnya internet yang jika diperinci lagi melalui media sosial. Hal itu seakan membuat kebiasaan masyarakat Indonesia yang dulunya sangat santun agak berubah sedikit demi sedikit. 

Sebagai umat Islam, kita diperintah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk selalu melakukan tabayyun atau klarifikasi apabila ada kabar yang diragukan kebenarannya. Terlebih lagi Islam merupakan agama damai dan ramah sehingga mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Melalui lomba kali ini, kami CSSMoRA ITS mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam membendung peredaran HOAX dan menyatakan bahwa Islam merupakan agama damai dan ramah dengan mengikuti lomba kali ini. Harapannya, berita hoax akan sedikit berkurang dengan adanya event berikut ini.

Berikut ini adalah ketentuan-ketentuan mengenai Lomba Desain Poster Dakwah Kreatif 2017.

Syarat dan Ketentuan

1. Terbuka untuk umum
2. Peserta adalah Warga Negara Indonesia dibuktikan dengan foto/scan kartu tanda pengenal
3. Peserta tidak dipungut biaya apapun (GRATIS)
4. Desain orisinil dan belum pernah dipublikasikan pada kompetisi manapun sebelumnya
5. Tidak mengandung unsur SARA
6. Karya yang telah dikirimkan menjadi hak milik panitia
7. Peserta mengisi formulir pendaftaran di https://intip.in/lombadesain2017
8. Peserta mengirimkan maksimal 2 karya terbaik ke email super.hublu@gmail.com dengan format pengiriman [Dakwah Kreatif 2017]_[Judul Karya]_[Nama]_[Instansi]
9. Like dan Follow akun sosmed CSSMoRA ITS (Fanpage: CSS MoRA ITS, IG: @cssmoraits, Twitter: @cssmora_its)

Tema Poster

  • Peran Pemuda Membendung Hoax
  • Islam Damai, Islam Ramah
(Pilih salah satu, tapi boleh digabungkan)

Format Desain

1. Desain berukuran 1:1 (Persegi)
2. Desain terdiri dari gambar dan tulisan
3. Mencantumkan watermark Logo CSSMoRA ITS, Dakwah Kreatif dan AIS Nusantara x`(bisa diunduh di https://intip.in/logobuatlomba2017)
4. Karya dikirim dalam format .PNG dengan disertakan file .cdr/.ai/.psd

Hadiah

  • Juara 1: Rp.300.000,00 + e-sertifikat
  • Juara 2: Rp.200.000,00 + e-sertifikat
  • Juara 3: Rp.100.000,00 + e-sertifikat

Timeline Lomba

  • Pengiriman Karya: 14 - 26 Maret 2017
  • Sesi Penjurian: 27 - 28 Maret 2017
  • Pengumuman Pemenang: 29 Maret 2017

Contact Person

Awal: 0823-9220-8698
Email: super.hublu@gmail.com
Website: cssmoraits.com

Sumber:

Thursday, 2 March 2017

, , , , ,

Kiai Said Ajak WNI di Mesir Tahlil di Makam Cucu Rasulullah SAW dan Para Ulama Besar

Karyabuatanku.com, Kairo - Usai Konferensi Internasional di Universitas Al-Azhar, rangkaian kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA di Mesir berikutnya adalah ziarah ke makam para sahabat, tabiin, tabiit-tabiin dan ulama. Di antaranya ziarah ke makam Sayyidina Husain bin Ali bin Abu Tholib di kawasan Old Kairo.

"Ayo kita tahlil," ajak Kiai Said Aqil Siroj sesampai di makam Sayyidina Husain.

Tahlil dengan bacaan khas Indonesia pun berkumandang. Kiai Said memimpin langsung bacaan tahlil. Suasana khusyu' tercipta hingga tahlil usai. Kiai Said pun sedikit memberikan nasehat kepada para mahasiswa NU yang mengikuti ziarah.

"Kalian harus membiasakan ziarah ke makam, langsung mendatangi makamnya meski didoakan dari rumah juga sampai ke ahli kubur. Karena kita ini NU," kata Kiai Said.

Setelah tahlil di makam Sayyidina Husain bin Ali bin Abu Tholib, Kiai Said mengajak untuk ziarah ke makam Ibn Atha'illah as-Sakandari. Sufi besar ini sangat mempengaruhi Kiai Said Aqil di samping Syaikh as-Syadzili.

"Masih ada waktu, kita ke makam Syaikh Ibn Atha'illah." Ajak Kiai Said Aqil Siroj.

Selesai tahlil di makam Syaikh Ibn Atha'illah, Kiai Said kembali mengingatkan pentingnya ziarah kubur. Di samping itu juga mengenang kehidupan Syaikh Ibn Atha'illah.

"Ilmu yang tinggi, luas wawasan itu tidak ada artinya saat seseorang tidak mampu menghadirkan kekhusyu'an di dalam hatinya," ujar Kiai Said.

Karena itu, imbuh Kiai Said, sejak dini hati manusia harus dilatih agar selalu berzikir kepada Allah.

"Menjadikan hati kita khusyu' tempat bersemayamnya Allah," kata Kiai Said. Berikutnya ziarah dilanjut ke makam Imam Waqi'. (ANW/KSF/KIA)

Sumber:
KBA Aswaja - KH Said Aqil Siroj Ajak WNI di Mesir Tahlil di Makam Cucu Rasulullah SAW Dan Para Ulama Besar

Keterangan Foto:
[-]Foto Atas: Ketum PBNU ziarah di makam Sayyidina Husain bin Ali bin Abu Tholib
[-]Foto Tengah: Ketum PBNU ziarah di makam Syaikh Ibn Atha'illah as-Sakandari
[-]Foto Bawah: Ketum PBNU ziarah di makam Imam Waqi'

, , , ,

Grand Syaikh Al-Azhar Serukan Pemuka Agama Lawan Islamophobia

Karyabuatanku.com, Kairo - Grand Syaikh Al-Azhar Prof Ahmed El-Tayyeb menyeru kepada lembaga-lembaga keagamaan di timur dan barat untuk bertindak melawan Islamophobia. Hal tersebut disampaikannya kepada para pemuka agama saat Konferensi Kairo. 

El-Tayyeb berpidato saat pembukaan konferensi Internasional tentang kemerdekaan dan kewarganegaraan di Kairo, Mesir pada Selasa (28/2) waktu setempat. Pada konferensi tersebut hadir para pemuka dan perwakilan agama dari 50 negara.

El-Tayyeb mengatakan, ada standar ganda yang sangat jelas ketika terjadi kekerasan yang dilakukan atas nama Islam. Ada penilaian yang tampak tidak adil ketika kekerasan dilakukan atas nama Islam, dibandingkan dengan kekerasan yang dilakukan atas nama agama lain.

"Hal ini sangat menyedihkan, sekelompok orang sesat telah menyimpang dari prinsip agama yang sebenarnya. Kemudian mereka memobilisasi seluruh dunia untuk menentang Islam," kata El-Tayyeb, dilansir dari Ahramonline, Rabu (1/3).

Menurutnya, jika lembaga-lembaga keagamaan di seluruh dunia tidak bersatu melawan Islamophobia, maka Kristen dan Yahudi di masa depan akan menghadapi prasangka yang sama. Ia juga menyampaikan kepada para pemuka agama yang datang dari berbagai negara, jangan menghubungkan agama mana pun dengan teroris. 

Selain itu, El-Tayyeb mengimbau, agar lembaga-lembaga keagamaan harus menyebarkan prinsip dan moral agama untuk menghadapi situasi dunia yang sedang memburuk. Dikatakan dia, Al-Azhar menolak menggunakan kata minoritas. Al-Azhar lebih memilih untuk menerapkan konsep kewarganegaraan. Konsep tersebut telah dipraktikan Nabi Muhammad dalam komunitas Muslim pertama di Madinah. 

Di akhir pidatonya, El-Tayyeb memuji Presiden Mesir, Abdel-Fattah El-Sisi atas bantuan untuk terselenggaranya konferensi, meski sadang sibuk. Konferensi berlangsung pada Selasa (28/2) dan Rabu (1/3). Kepala Gereja Ortodoks Koptik, Paus Tawadros II juga berpartisipasi dalam konferensi yang digelar Al-Azhar tersebut.

Sumber:

Wednesday, 1 March 2017

, , , , , , ,

PBNU Sambut Baik Lahirnya Aswaja NU Center PBNU

Karyabuatanku.com, Jakarta - Ketua PBNU KH Hanief Saha Ghofur menyambut baik lahirnya Aswaja NU Center PBNU. Hal itu dia sampaikan dalam acara Pengukuhan Aswaja NU Center LD PBNU di gedung PBNU, Rabu (1/3). 

KH Hanief menyebut, Aswaja NU Center PBNU akan menjadi rujukan untuk mengembangkan keilmuan Aswaja, tidak hanya di Jatim dimana Aswaja NU Center telah berdiri sejak 2011, tapi juga di daerah lain. 

Sejak pengukuhan Aswaja NU Center PBNU, pria yang juga dosen di Universitas Indonesia ini menyebut Aswaja NU Center akan berdiri di seluruh wilayah di Indonesia. "Saya mengharap di setiap PWNU di seluruh Indonesia ada Aswaja Center," tegas dia. 

Alumni Pesantren Sidogiri ini menyebut pentingnya Aswaja NU Center. Karena Aswaja itu ibarat ruh bagi NU. "Organisasi ini lahir karena Aswaja," jelas dia. 

Kelahiran NU bertujuan untuk mengembangkan dan membimbing umat tentang ke-Aswajaan. "Aswaja adalah jantung bagi kehidupan NU," tegas pria kelahiran Probolinggo ini. 

Instruksi PBNU 
PBNU dalam waktu dekat akan menginstruksikan pada sekolah dan madrasah di bawah NU untuk mengajarkan hal-hal Ke-Aswaja-an ini. KH Hanief menyebut misi Aswaja NU Center sangat besar. "Karena sebenarnya, termasuk sebagian pesantren salaf pun juga terkadang belum memahami apa yang merajut semua keilmuan Aswaja ini," papar KH Hanief. 

"Saya dulu di Sidogiri. Di sana ada an Najah. Di antara yang memberikan materi ada KH Basori Alwi. Sebelum itu belum ada pendidikan keaswajaan di Sidogiri," kisahnya seraya menambahkan di pesantren lain ada potensi dinamikanya juga seperti itu. 

Melihat fakta seperti itu, KH Hanief menyebut, pekerjaan kita besar untuk meng-NU-kan orang NU dan mengaswajakan orang Aswaja. "Kami harap Aswaja NU Center menjadi ujung tombak pendidikan keaswajaan itu," pungkasnya. [Faris K]


, , , ,

Islam Nusantara Menjawab Kegelisahan Dunia

Karyabuatanku.com, Kairo - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA memasuki hari kedua Muktamar Majelis Hukama' Muslimin bersama Grand Syeikh al-Azhar, Syaikh Ahmed Thayyeb. Momentum bertemu Grand Syaikh pada hari pertama Muktamar telah dimanfaatkan untuk menyampaikan isu-isu kekinian di Indonesia dan peran Nahdlatul Ulama. 

"Syaikh Ahmad Thayyeb menyimak tentang informasi dunia Islam terutama dari Nahdlatul Ulama," kata Kiai Said Aqil saat ditemui di Hotel Fairmont Heliopolis, Kairo. 

Jadwal Kiai Said Aqil selama kunjungannya di Mesir cukup padat. Hal ini membuat pihak KBRI di Mesir berupaya menunda jadwal kepulangannya ke Indonesia. 

"Beberapa televisi Timur Tengah dan Mesir minta wawancara, lalu agenda bertemu tokoh-tokoh serta keinginan beliau silaturahmi dengan guru-guru beliau saat studi di Ummul Qura, cukup menyita waktu. Kita upayakan kepulangan Kiai Said ditunda sehari," kata Mas IIman, Ketua PCINU Mesir. 

Sementara itu PCINU Mesir juga telah menyiapkan acara dialog kebangsaan tentang peran ulama Nusantara bagi dunia. Rencana dialog tersebut akan digelar di Auditorium Syaikh Ibrahim Hamrosy Fakultas Lughah Universitas al-Azhar, Darrasa, Kairo. 

"Dialog ini dengan pembicara tunggal Kiai Said Aqil dan diikuti Mahasiswa dan para dosen al-Azhar," kata Kang Amud, Ketua Panitia. (ANW/KSF/KIA) 

Foto: Ketum PBNU bersama Grand Syeikh al-Azhar, Syeikh Ahmed Thayyeb