Wednesday, 11 October 2017

, , , , , ,

Kiai Said : Orang Jahat Tebar Fitnah agar Persatuan Bangsa Rapuh

Kendari, Karyabuatanku.com - Setiap anak bangsa harus terus memahami bahwa bangsa kita ini plural dan negara berdiri karena ada komitmen bersama untuk hidup berbangsa dan bernegara. Demikian nasehat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA saat memberikan Kuliah Umum dengan tema "Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Era Kekinian" yang diselenggarakan oleh Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (11/10/2017).

Saat ditemui di sela acara di kampus yang berdiri sejak 1964 itu, Kiai Said menegaskan bahwa semua pemeluk agama telah berkontribusi terhadap kekokohan persatuan dan persatuan. Hal ini dapat dibuktikan dengan bentuk negara kita yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

"Pancasila hasil rumusan kolektif dan relevan untuk masyarakat beragama, apapun agamanya," urai Kiai lulusan Pondok Pesantren Lirboyo ini.

Di universitas yang berdiri di areal 250 hektar di tengah Kota Kendari tersebut, Kiai Said lantas mengingatkan agar semua pihak saling bahu-membahu dan mengembangkan sikap saling menghormati.

"Era informasi digital ini mudah sekali orang jahat menebar fitnah agar persatuan kita rapuh. Karena itu kuatkan rasa saling menghormati di antara sesama pemeluk agama," tutup Kiai Said. (KSF/ANW)

Tuesday, 10 October 2017

, , , , , , , ,

Peringati Hari Santri, UNIRA Malang Hadirkan Dubes Ceko

Ivan Hotek, Duta Besar Ceko untuk Indonesia, dalam "Peringatan Hari Santri dan Leader Talks" di UNIRA Malang, Jatim, Selasa (10/10/2017).
MALANG, Karyabuatanku.com - Santri-santri di perguruan tinggi harus inovatif dalam ide-ide dan karya. Santri-santri milenial di pelbagai kampus haruslah siap menyerap pengetahuan dari pelbagai negara. Sebagai dosen, peneliti maupun mahasiswa, santri-santri zaman sekarang harus energik dan aktif mengimprovisasi pengetahuan.

Semangat dan inovasi bagi Santri Milenial inilah yang menjadi pesan Rektor UNIRA Malang, Hasan Abadi MAP dalam "Peringatan Hari Santri, Kuliah Umum dan Leader Talks" di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, Jawa Timur, Selasa (10/10/2017). UNIRA Malang merupakan kampus yang tergabung dalam kampus-kampus Nahdlatul Ulama, yang dikoordinasi Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU).

Hadir dalam agenda ini, Dubes Ceko Ivan Hotek, Wakil Bupati Malang, H Sanusi, Rektor UNIRA Malang, Hasan Abadi MAP, jajaran SKPD Malang Raya, dosen-dosen dari beberapa universitas dan aktifis-aktifis NGO.

Dubes Ceko, Ivan Hotek mengungkapkan pentingnya inovasi riset dan kerjasama dari pelbagai institusi. "Negara kami sedang gencar meningkatkan kerjasama dengan pelbagai negara, institusi dan lembaga akademik. Potensi-potensi dari negara kami dapat menjadi pelajaran berharga, begitu juga potensi dari Indonesia," ungkap Hotek.

Melalui ceramahnya, Ivan Hotek menegaskan ketertarikannya pada bidang pariwisata, terutama 'Halal Tourism' dan juga sektor energi terbarukan. "Dalam waktu dekat, kami bersama negara-negara di kawasan Eropa Tengah, akan menyelenggarakan Expo Tourism di Jakarta. Kami berharap tidak hanya terselenggara di Jakarta, tapi juga menjangkau kawasan-kawasan lain," terangnya.

Dubes Ceko juga siap membuka pintu kerjasama di bidang riset dan pendidikan untuk perguruan tinggi di Indonesia. "Kami siap membuka dan menjadi perantara untuk kampus-kampus di Indonesia. UNIRA Malang atau kampus lain, silakan bekerjasama untuk pengembangan riset," jelas Hotek.

Dalam penjelasannya, Hotek juga telah menjalin kerjasama dengan pemerintah Kota Batu dan Kabupaten Malang. Kerjasama Government to Government (G2G) ini dalam bidang wisata, agribisnis dan sektor pengembangan ekonomi.

Rektor UNIRA Malang, Hasan Abadi MAP mengungkapkan pentingnya inovasi dalam bidang riset dan kerjasama kelembagaan. "Kami sangat serius menyiapkan sumber daya dan menjalin kerjasama untuk inovasi pendidikan. Dalam waktu dekat, kami merancang program untuk riset dan vising lecturer di Ceko, dan begitu juga sebaliknya dengan perguruan tinggi dari sana," ungkap Hasan.

"Saya ingin agar santri-santri yang kuliah di UNIRA Malang maupun perguruan tinggi di bawah naungan NU maupun pesantren dapat terus meningkatkan level pengetahuan, dengan riset-riset kreatif dan inovasi di bidang teknologi. Inilah semangat sekaligus tantangan bagi santri milenial," jelas Hasan.

UNIRA Malang selama ini konsisten dalam pengembangan akademik kampus, juga dalam isu perdamaian. Untuk mendorong mahasiswa sebagai aktifis perdamaian dan diplomasi kemanusiaan, UNIRA membuka kelas 'Peace Education' untuk Kuliah Pascasarjana.

Saat ini, UNIRA Malang juga mengembangkan kampus II di Palaan, Kabupaten Malang. Diharapkan, kampus ini menjadi Laboratorium Peace Education untuk para aktifis dan akademisi mendalami kajian-kajian perdamaian serta merancang inisiasi moderatisme melalui perdamaian di berbagai kawasan. (*)

Dimuat juga di Pecinta Ulama

, , , , , , , , , ,

Kutipan Gus Dur: Menyesali Nasib Tak Akan Mengubah Keadaan

"Menyesali nasib tidak akan mengubah keadaan. Terus berkarya dan bekerjalah yang membuat kita berharga." (KH Abdurrahman Wahid - Gus Dur)

Follow juga akun sosmed kami:

Semoga berkah manfaat. Aamiin

Tag: Gus Dur, KH Abdurrahman Wahid, Kalam Gus Dur, Tebuireng, Menyesali Nasib, Baper, Semangat, Kerja, Pesantren, Nahdlatul Ulama, Kiai, Ulama, Ulama Nusantara, Kutipan Gus Dur, Quote, Quote Ulama Nusantara
, , , , , , ,

Kalam DR KHM Luqman Hakim: Puncak Harapan itu Allah

"Tatap hari penuh syukur, yaqin pada Allah & ikhlas, karena di depan ada harapan yang tiada tara. Dan puncak harapan, adalah Allah itu sendiri." (DR. KHM. Luqman Hakim) 

Follow juga akun sosmed kami: 

Semoga berkah manfaat. Aamiin 

Tag: Kiai, Ulama, Hikmah, Quote, Quote Ulama Nusantara, Ulama Nusantara, Islam NUsantara