Thursday, 26 September 2013

,

Monthel Waterfall, Kudus


,

XL Akuisisi AXIS Senilai Rp9,5 Triliun

JAKARTA - Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (XL) telah resmi mengakuisisi PT Axis Telekom Indonesia (AXIS). Kesepakatan ini diharapkan dapat mendorong konsolidasi yang akan mendukung pertumbuhan industri telekomunikasi di Indonesia.

Berapa jumlah biaya yang dikeluarkan untuk realisasi akuisisi ini? Melalui siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (26/9/2013), terungkap poin-poin kesepakatan perjanjian jual beli bersyarat. Salah satu poin ialah, Teleglobal (anak perusahaan Saudi Telecom Company) akan menjual 95% saham di AXIS kepada XL.

100 persen perusahaan AXIS dinilai sebesar USD865 juta (sekira Rp9,5 triliun), dengan catatan buku AXIS bersih dari utang dan posisi kas nol (cash free and debt free). Uang ratusan juta dollar Amerika Serikat itu kabarnya digunakan untuk membayar nilai nominal saham AXIS, serta membayar hutang dan kewajiban AXIS.

Penyelesaian transaksi akan dilakukan setelah terpenuhinya kondisi yang disepakati antara lain, diperolehnya persetujuan dari instansi pemerintah terkait. Selain itu, persetujuan pemegang saham XL melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) serta tidak ada perubahan dari kepemilikan spektrum.

Manfaat Akuisisi AXIS oleh XL
Lebih dari 65 juta pelanggan akan diuntungkan melalui kualitas layanan yang lebih prima dan cakupan jaringan yang lebih luas. Transaksi ini akan mendukung pengembangan industri telekomunikasi Indonesia sekaligus menjadi referensi untuk ekspansi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan dan belanja modal yang efisien.

Tidak hanya itu, akuisisi ini mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Rencana Broadband Nasional. Mengatasi permasalahan yang dihadapi XL melalui tambahan kapasitas spektrum untuk XL dan setelah transaksi ini mendapatkan persetujuan dari instansi pemerintah terkait, maka operator dapat meningkatkan kualitas layanan pelanggan dan memaksimalkan jaringan secara signifikan baik untuk 2G maupun 3G.

Selain itu, manfaat juga bisa dirasakan dengan pendayagunaan aset yang lebih baik, terutama untuk menara BTS XL dan peralatan jaringan, dengan pengurangan signifikan pada belanja modal (CAPEX) dan belanja operasional (OPEX).

Memperkuat posisi XL sebagai salah satu operator terdepan di industri, dengan operasi dan skala bisnis yang lebih besar, melalui jumlah pelanggan dan komunitas yang lebih besar, layanan data yang lebih kuat dan efektif untuk segmen anak muda serta bisnis yang saling menguntungkan antara XL dan AXIS yang memungkinan sinergi terhadap pendapatan dan efisiensi biaya di berbagai area.

Saturday, 21 September 2013

Hukum Merokok Dekat Orang yang Membaca Al Quran

Tidak henti-hentinya perdebatan tentang hukum merokok antara ulama’ salaf (tradisional) dan ulama’ khalaf (sekarang), sebagian dari mereka berpendapat haram dan sebagian yang lain menghukuminya dengan makruh, tapi dengan catatan bahwa hukum makruh tersebut condong kepada hukum haram.

Sedangkan sebagian besar para ulama’ telah menyepakati hukum haram merokok ditempat-tempat yang diangungkan atau dianggap mulia, seperti Masjid, Halaqoh pembaca Hadits-hadits Nabawi, Majlis Ilmi dan yang lainya.Wajar saja, mengingat tempat-tempat tersebut memiliki nilainya tersendiri. Sehingga menuntut siapapun yang memasuki kalangan tersebut harus tunduk pada etika dan norma yang berlaku.

Wednesday, 18 September 2013

Agustus Singkatan untuk Putra Kiai

Selelah lebaran dan 17 Agustus, seluruh pesantren akan mulai aktif lagi kegiatannya. Oleh karena itu Salim dan Salam berangkat kembali ke pesantrennya di Jawa Timur naik kereta api. Saat perjalanan mereka ngobrol-ngobrol.

"Lim tau tidak, kenapa putra-putra kiai di Jawa disebut Gus?" tanya Salam

"Ya karena untuk menghormati putra kiai, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Gus kan asal mulanya Agus/Bagus yang memiliki itu arti mulia", jawab Salim.

“Kamu lumayan juga bahasa Indonesianya,” Salam memberi apresiasi.

“Tapi, bukan sekedar itu Lim, sebutan Agus itu dari Agustus,” kata Salam.

"Loh kok bisa Lam?" tanya Salim penasaran

"Ya, Agustus kan kepanjangan dari "Aku Gus Teladan Untuk Santri he he he" Jawab Salam.

"Kamu bisa-bisa aja...," jawab Salim sambil senyum terpaksa.

Bila Soekarno tanpa Adanya NU...

Suatu ketika, terjadilah perbincanan antara dua orang santri yang bernama Salim dan Salam.

"Kang, tahu nggak kalau NU tidak terbentuk, Pak Soekarno bakalan kesulitan untuk menjadi Presiden RI pertama dan proklamator?”Tanya Salim pada Salam.

“Lho, kok bisa?”Salam menjadi heran akan pertanyaan dari kawannya itu.

“Bisa dong! Sebab Pak Soekarno kan pasti ada NO-nya kan? Kalau nggak ada NO, kan jadinya Soekar!” Jawab si Salim.

@@##@@

NB: Ejaan lama NU => NO (Nahdlatoel Oelama)
,

`Saat Habib Munzir Dimakamkan, Udaranya Sejuk Seperti AC`

Liputan6.com, Jakarta : Jenazah Habib Munzir Al Musawa pimpinan Majelis Dzikir Majelis Rasulullah kini telah dimakamkan di Pemakaman Keluarga Habib Ahmad bin Alwi Al Hadad atau yang lebih dikenal dengan Habib Kuncung di daerah Kalibata, Jakarta Selatan.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Fadel Muhammad yang ikut dalam pemakaman Habib Munzir mengaku cuaca pada saat sang ulama tersebut dibumikan sangat sejuk seperti AC. Hal itu menunjukkan sosok almarhum sangatlah mulia di hadapan Tuhan yang selalu mengobarkan semangat dakwah semasa hidupnya

Tuesday, 17 September 2013

,

Pesan Habib Munzir Sebelum Meninggal

Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa, pimpinan Majelis Rasulullah, meninggal pada Minggu (15/9/2013). Ini adalah gambar yang diambil pada 15 Februari 2013, ketika Munzir (paling kiri, berbaju hitam), berdampingan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono dalam acara peringatan Maulid Nabi, di lapangan Monas. | Dok Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai seorang ulama, banyak pesan yang telah disampaikan Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa, Ketua Majelis Rasulullah. Salah satu pesannya sebelum dia meninggal adalah menitipkan perjuangan dakwah.

Monday, 2 September 2013

Bahaya di Balik Penggunaan "Deodorant Spray"

Ilustrasi penggunaan deodoran

Seiring bertambahnya usia, seorang anak akan mulai memperhatikan penampilan. Saat beranjak remaja, mereka biasanya mulai mengkhawatirkan tubuhnya yang banyak berkeringat serta masalah bau badan. Untuk mengatasi problem ini, remaja biasanya mulai menggunakan deodoran. Ada beberapa pilihan yang umum digunakan seperti bentuk spray (semprotan) yang mengandung aerosol atau pun berbentuk stik.