Monday, 31 December 2018

,

Enaknya Jadi Orang Gak Tahu atau Lupa

Enaknya Jadi Orang Gak Tahu atau Lupa

Karyabuatanku.com - Memang paling enak itu jadi orang yang tidak tahu atau orang yang lupa. Mengapa demikian? Jawabannya simpel. Karena keduanya tidak akan terkena hukum.

Orang yang tidak tahu itu tidak akan dikenai suatu hukum karena tidak memiliki pengetahuan mengenai suatu perkara yang sedang dihadapi.

Sedangkan untuk orang yang sedang lupa itu juga tidak kalah enaknya. Hal ini dikarenakan orang yang sedang tidur, mabuk, dan lupa tidak dikenai taklif karena ia sedang dalam keadaan tidak sadar (hilang akal). Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

رفع القلم عن ثلاث: عن النائم حتى يستيقظ وعن الصبي حتى يحتلم وعن المجنون حتى يفيق

Diangkatkan pembebanan hukum dari tiga (jenis orang): orang tidur sampai dia bangun, anak kecil sampai dia baligh, dan orang gila sampai ia sembuh. (HR. Bukhari, Abu Daud, al-Tirmidzi, al-Nasai, Ibnu Majah dan al-Daruquthni dari Aisyah dan Ali bin Abi Thalib).

Dalam hadits lain dikatakan:

رفع عن أمتى الخطاء والنسيان وما استكرهوا عليه

Umatku tidak dibebani hukum apabila mereka terlupa, bersalah, dan dalam keadaan terpaksa. (HR. Ibnu Majah dan al-Thabrani).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak sah taklif apabila;
1. Orang gila dan kanak-kanak karena golongan ini tidak berakal dan tidak mampu memahami sama sekali dalil taklif dan bagi kanak-kanak pula mereka tidak cukup umur serta tidak mampu memahami dan melaksanakan perintah dengan sempurna.

2. Orang tidur ketika tidurnya, orang lupa ketika lupanya, dan orang mabuk ketika mabuknya, karena mereka tidak mampu memahami dalil taklif dalam keadaan tersebut.

Jadi, menjadi seorang yang berilmu itu memang ada enaknya, ada susahnya. Enaknya adalah kita bisa menjadi panutan, tempat bertanya bagi siapapun yang membutuhkan jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapinya.

Di sisi lain, menjadi orang yang berilmu itu juga ada tidak enaknya, yakni terkena hukum yang mengikat, dalam hal ini adalah hukum dari ilmu yang ia pahami. Misalkan saja, seorang yang mengetahui bahwa perkara A itu tidak baik maka akan berusaha untuk meninggalkan atau menghindari perkara A. Namun, seseorang yang tidak tahu kemungkinan besar akan melakukan kebalikan dari seseorang yang mengetahui hukum dari yang telah ia pelajari.

Sleman, 31 Desember 2018

Tuesday, 30 October 2018

, , , ,

Gus Yahya: Kejernihan Hati Termasuk Akal

Gus Yahya: Kejernihan Hati Termasuk Akal

"Yang namanya akal itu bukan cuma logika, tetapi semua hal yang digunakan untuk menimbang, termasuk kejernihan hati."
(KH. Yahya Cholil Staquf - Katib Aam PBNU)

Klik link berikut ini untuk menuju postingan instagram:

Follow juga akun sosmed kami:

Semoga berkah manfaat. Aamiin

Monday, 22 October 2018

, ,

Logo Hari Santri Nasional 2018

Logo Hari Santri Nasional 2018

Karyabuatanku.com - Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada (15/10/2015), pemerintah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Alasan penetapan Hari Santri Nasional sendiri menurut Presiden yang kerap disapa dengan sapaan Jokowi ini salah satunya adalah untuk meneladani sikap rela berkorban untuk bangsa dari santri. "Semangat kebangsaan, cinta Tanah Air, rela berkorban untuk bangsa dan negara," ujar Presiden Jokowi saat Deklarasi Hari Santri Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (22/10/2015) sebagaimana dikutip dari Sindonews.

Pada tahun 2018 ini, Hari Santri Nasional telah memasuki perayaan ke-4 dengan mengangkat tagline Bersama Santri, Damailah Negeri. Makna dari tagline ini sendiri seperti apa yang dikatakan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya, santri memiliki tanggung jawab untuk merawat ke-Indonesiaan.

"Tentu ini tanggung jawab (santri) yang lebih besar untuk ikut menjaga dan merawat ke-Indonesiaan," ujarnya saat ditemui di gedung Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (19/10) seperti yang dilansir dari jawapos.com. (*)

Visitors

Followers

Now

Karyabuatanku. Powered by Blogger.