Tuesday, 19 March 2019

Sorry! Netijen Udah Paham Rencanamu, Bro!

Karyabuatanku.com - Salah satu artis tuiter negara berkembang, negara +62 alias Indonesia, Haikal Hassan yang acap kali dianggap sebagai salah satu ulama oleh salah satu kelompok di negeri ini kembali mengeluarkan statement yang memancing netijen yang beralamatkan di tuiter.

Pada hari Senin 18 Maret 2019 pukul 12:19 WIB, beliaw membuat postingan di Twitter. Melalui postingan itu, ia seakan-akan melupakan pelajaran IPS yang dulu pernah didapat waktu masih sekolah dasar. Berikut ini adalah cuitannya di tuiter:


Pembaca pasti sudah bisa menebak apa tujuan si Haikal ini. Yup, postingan tersebut pastinya bertujuan untuk menggiring opini bahwa Indonesia telah bergabung dengan (baca: dikuasai) China! Tapi, tidak semudah itu Ferguso!

Warga net negeri ini sudah tahu kebiasaan dirimu di beberapa kesempatan terakhir. Sebelum ini, ente salah waktu menjelaskan perbedaan Kafir dan Kuffar, padahal perbedaannya cukup simpel. Mufrod atau jomblo dan satunya berupa Jama' atau bersama-sama. Heuheu

Bagaimana respon netijen melihat cuitan dari sutad Haikal? Ternyata respon dari warga net cukup bagus. Bahkan ada yang menanggapinya dengan guyon. Mau tahu? Langsung aja ke barang bukti yang telah diamankan dari TKP.

Kesimpulannya, jangan mau dibodohi oleh orang yang merasa sok yes. Budayakan tabayun ya gaes. Jangan suka terima informasi sepotong-potong meskipun kelian semua adalah pengabdi diskonan! Camkan itu!

Monday, 31 December 2018

,

Enaknya Jadi Orang Gak Tahu atau Lupa

Enaknya Jadi Orang Gak Tahu atau Lupa

Karyabuatanku.com - Memang paling enak itu jadi orang yang tidak tahu atau orang yang lupa. Mengapa demikian? Jawabannya simpel. Karena keduanya tidak akan terkena hukum.

Orang yang tidak tahu itu tidak akan dikenai suatu hukum karena tidak memiliki pengetahuan mengenai suatu perkara yang sedang dihadapi.

Sedangkan untuk orang yang sedang lupa itu juga tidak kalah enaknya. Hal ini dikarenakan orang yang sedang tidur, mabuk, dan lupa tidak dikenai taklif karena ia sedang dalam keadaan tidak sadar (hilang akal). Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

ุฑูุน ุงู„ู‚ู„ู… ุนู† ุซู„ุงุซ: ุนู† ุงู„ู†ุงุฆู… ุญุชู‰ ูŠุณุชูŠู‚ุธ ูˆุนู† ุงู„ุตุจูŠ ุญุชู‰ ูŠุญุชู„ู… ูˆุนู† ุงู„ู…ุฌู†ูˆู† ุญุชู‰ ูŠููŠู‚

Diangkatkan pembebanan hukum dari tiga (jenis orang): orang tidur sampai dia bangun, anak kecil sampai dia baligh, dan orang gila sampai ia sembuh. (HR. Bukhari, Abu Daud, al-Tirmidzi, al-Nasai, Ibnu Majah dan al-Daruquthni dari Aisyah dan Ali bin Abi Thalib).

Dalam hadits lain dikatakan:

ุฑูุน ุนู† ุฃู…ุชู‰ ุงู„ุฎุทุงุก ูˆุงู„ู†ุณูŠุงู† ูˆู…ุง ุงุณุชูƒุฑู‡ูˆุง ุนู„ูŠู‡

Umatku tidak dibebani hukum apabila mereka terlupa, bersalah, dan dalam keadaan terpaksa. (HR. Ibnu Majah dan al-Thabrani).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak sah taklif apabila;
1. Orang gila dan kanak-kanak karena golongan ini tidak berakal dan tidak mampu memahami sama sekali dalil taklif dan bagi kanak-kanak pula mereka tidak cukup umur serta tidak mampu memahami dan melaksanakan perintah dengan sempurna.

2. Orang tidur ketika tidurnya, orang lupa ketika lupanya, dan orang mabuk ketika mabuknya, karena mereka tidak mampu memahami dalil taklif dalam keadaan tersebut.

Jadi, menjadi seorang yang berilmu itu memang ada enaknya, ada susahnya. Enaknya adalah kita bisa menjadi panutan, tempat bertanya bagi siapapun yang membutuhkan jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapinya.

Di sisi lain, menjadi orang yang berilmu itu juga ada tidak enaknya, yakni terkena hukum yang mengikat, dalam hal ini adalah hukum dari ilmu yang ia pahami. Misalkan saja, seorang yang mengetahui bahwa perkara A itu tidak baik maka akan berusaha untuk meninggalkan atau menghindari perkara A. Namun, seseorang yang tidak tahu kemungkinan besar akan melakukan kebalikan dari seseorang yang mengetahui hukum dari yang telah ia pelajari.

Sleman, 31 Desember 2018

Tuesday, 30 October 2018

, , , ,

Gus Yahya: Kejernihan Hati Termasuk Akal

Gus Yahya: Kejernihan Hati Termasuk Akal

"Yang namanya akal itu bukan cuma logika, tetapi semua hal yang digunakan untuk menimbang, termasuk kejernihan hati."
(KH. Yahya Cholil Staquf - Katib Aam PBNU)

Klik link berikut ini untuk menuju postingan instagram:

Follow juga akun sosmed kami:

Semoga berkah manfaat. Aamiin

Visitors

Followers

Now

Karyabuatanku. Powered by Blogger.