Saturday, 29 October 2016

, , , , , ,

Videotren 2016, Ajang Pembuktian Kreativitas Santri

Karyabuatanku.com, Yogyakarta - Perkembangan teknologi digital dan media sosial menjadi tantangan bagi komunitas pesantren. Selama ini, komunitas pesantren bisa dibilang tertinggal dalam bidah dakwah melalui media sosial. Meski dibilang terlambat, santri tetaplah harus bekerja keras untuk dapat mengejarnya.

Hal inilah yang menjadi perbincangan dalam workshop Videotren, pada rangkaian Hari Santri Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (RMI) Nahdlatul Ulama, Sabtu (29/10). Agenda ini, diselenggarakan di Hall Hari Santri Nasional, di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta. Agenda ini, dihadiri oleh KH Abdul Ghaffar Rozien MEd (Ketua PP RMI-NU), Hakim Jaily (Direktur TV9) dan Hasan Chabibie (Pustekkom Kemdikbud).

Gus Rozien, Ketua PP RMI NU, menyampaikan, santri harus mengejar ketertinggalan dalam dakwah media sosial. "Meski terlambat, kita harus bekerja keras dan cepat mengejarnya. Untuk itu, mari kita banjiri konten-konten positif dan inspiratif, dari dunia pesantren, di media sosial," ungkap Gus Rozin.

Ketua PP RMI dan pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati Jawa Tengah ini, mengungkap bahwa media sosial menjadi media strategis untuk pengembangan dakwah. Dalam hal ini, santri-santri harus kreatif memproduksi konten. "RMI siap mendukung program kreatif ini," terangnya.

Media sosial juga menjadi platform strategis. "Kelebihan media digital sekarang adalah konvergensi, keterkaitan antar platform media sosial. Jadi, para santri bisa memproduksi konten pada multi media sosial," ungkap Hasan Chabibie, dari Pustekkom Kementrian Pendidikan Kebudayaan (Kemdikbud).

Hasan juga menyampaikan tentang wajah agama di media sosial. "Pesantren sudah saatnya menjadi solusi atas krisis radikalisme agama," jelas Hasan.

Direktur TV9, Hakim Jaily menyampaikan konfigurasi media mainstream dan media sosial. "Pesantren pada posisi mana? Kita perlu memilih dalam bermedia, sebagai produsen atau konsumen?," jelas Hakim. Ia menyampaikan, betapa komunitas santri yang jumlahnya besar, dapat berperan memproduksi konten-konten dakwah yang kreatif dan inspiratif.

Pada worskhop Videotren kali ini, juga diumumkan pemenang lomba Videotren. Juara I, pesantren Al-Munawwir Krapyak, dengan video "Santri Ndalem". Lalu, Juara II Pesantren Tebu Ireng, dan Juara III Sunan Drajat Lamongan, serta Ma'had Ali UIN Malang sebagai Juara Favorit. (*)

Friday, 28 October 2016

, , , ,

Google Peringati Sumpah Pemuda dengan Google Doodle

Karyabuatanku.com - Untuk kesekian kalinya, Google kembali menyemarakkan hari besar yang ada di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan Google Doodle edisi 28 Oktober 2016. Pada edisi tersebut, Google menampilkan enam orang pemuda pemudi yang menggunakan pakaian adat daerah Jawa, Betawi dan Bali.

Saat ditekan tombol Play, pengunjung Google akan melihat para pemuda maupun pemudi tersebut seakan-akan sedang membaca kata "Satu Tanah Air", "Satu Bangsa", dan "Satu Bahasa" yang muncul secara bergantian di bagian atas Doodle tersebut.

Sebagaimana yang kita tahu, Sumpah Pemuda merupakan tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.[1]

Sumpah Pemuda ini sendiri dilaksanakan pada 28 Oktober 1928 di Batavia (sekarang Jakarta) dan penamaan Sumpah Pemuda sendiri tidak dicetuskan pada saat kongres pemuda itu sendiri, melainkan seusai kongres dilangsungkan.

Berikut ini adalah bunyi teks yang dibaca 88 tahun silam, teks ini berada pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda:
1. Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia (Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia)2. Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia (Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia)3. Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia (Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia)
Sumber:
[1] Wikipedia - Sumpah Pemuda

, , , , , , , ,

Kalam KH Yusuf Chudlori - Tirulah Akhlak dan Perbuatan Rasulullah

"Kanjeng Nabi dulu memang jubahan, sorbanan. Tapi tunggu dulu, musuh-musuh Nabi juga pakai jubah dan sorban. Abu Jahal Abu Lahab dulu juga pakai sorban dan jubah." (KH Yusuf Chudlori - Pengasuh Pondok API Tegalrejo, Magelang)

Follow juga akun sosmed kami lainnya.
Semoga barokah. Aamiin.

Thursday, 27 October 2016

, , , ,

Imbauan PCNU Kota Pasuruan Mengenai Broadcast Aliansi Santri Pasuruan

Karyabuatanku.com, Kota Pasuruan - Kaum santri Jawa Timur, khususnya bagi yang berada di Kota Pasuruan digegerkan dengan adanya broadcast yang isinya berupa ajakan untuk aksi dengan mengatasnamakan aliansi santri Pasuruan pada 28 Oktober 2016 ini.

Adanya kabar tersebut direspon oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan dengan mengeluarkan edaran yang isinya berupa beberapa imbauan. Isi dari imbauan tersebut adalah:

1. Tidak turut serta bergabung dengan kelompok diatas dikarenakan persoalan penistaan agama tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

2. Pengurus NU di seluruh tingkatan diharapkan turut serta berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketentraman Kota Pasuruan di lingkungannya masing-masing dan tidak ter-provokasi dengan ajakan tersebut.
3. Menggiatkan doa dan istighotsah bersama di setiap masjid dan musholla agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, keselamatan, Taufiq dan HidayahNya kepada Bangsa Indonesia.
Selengkapnya, silakan baca edaran yang dikeluarkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan di bawah ini:

PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA 

KOTA PASURUAN
Jl. Untung Suropati No. 16 Kota Pasuruan 67116
Telp/Fax: (0343) 421 693 Website: pcnukotapasuruan.blogspot.com e-Mail: pcnukotapasuruan@gmail.com 



Nomor : 120/PC/A-1/L-7/X/2016                                            25 Muharram 1438 H
Lamp. : -                                                                                 26 Oktober 2016 M
Hal : HIMBAUAN


Kepada Yang Terhormat
  1. Pengurus MWCNU Kota Pasuruan
  2. Pengurus Ranting NU Kota Pasuruan
  3. Pengurus Lembaga NU Kota Pasuruan
  4. Pengurus BANOM NU Kota Pasuran

Di
        Tempat

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam silaturrahim kami sampaikan, semoga limpahan rahmat dan hidayah Allah SWT selalu menyertai kita semua dalam menjalankan segala aktifitas, Amiin.


Melihat berbagai perkembangan situasi yang cukup memanas terkait dengan kasus penistaan agama oleh oknum pejabat Negara dan seruan untuk turun ke jalan (Berdemo) oleh kelompok yang mengatasnamakan aliansi Santri Pasuruan yang akan dilaksanakan pada Hari Jum'at, tanggal 28 Oktober 2016 di depan Masjid Agung Al-Anwar Kota Pasuruan, Dengan ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan, menghimbau kepada segenap anggota Pengurus NU Kota Pasuruan dan jajaranya serta warga Nahdliyyin Kota Pasuruan sebagai berikut: 


1. Tidak turut serta bergabung dengan kelompok diatas dikarenakan persoalan penistaan agama tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. 
2. Pengurus NU di seluruh tingkatan diharapkan turut serta berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketentraman Kota Pasuruan di lingkungannya masing-masing dan tidak ter-provokasi dengan ajakan tersebut. 
3. Menggiatkan doa dan istighotsah bersama di setiap masjid dan musholla agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, keselamatan, Taufiq dan HidayahNya kepada Bangsa Indonesia.



Dengan surat himbauan ini kami sampaikan, agar kiranya diteruskan kepada warga Nahdliyyin di wilayah Kota Pasuruan, atas perhatiannya dihaturkan terima kasih. 


Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thoriq. 
Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 

Pengurus Cabang
Nahdlatul Ulama Kota Pasuruan

    Rois,                           Katib,                                 Ketua,                        Sekretaris


K.H. SAID KHOLIL        Ust. H. KHUDORI NOER        H. ABD. KHALIM MAS'UD          H. BASORI ALWI



Tembusan : - PWNU Jawa Timur di Surabaya
                   - Arsip

Berikut ini adalah bukti surat yang dikeluarkan oleh PCNU Kota Pasuruan:

Tuesday, 25 October 2016

, , , , , ,

Terkait Ahok, Ini Imbauan Kiai Adib Rofiuddin Buntet

Karyabuatanku.com - Pernyataan Gubernur DKI Jakarta terkait surat Al-Maidah Ayat 51, cukup membuat banyak perdebatan sengit di masyarakat. Bahkan tidak sedikit perdebatan tersebut berujung gesekan yang berpotensi menimbulkan konflik dan terpecah belahnya rakyat Indonesia.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren, KH Adib Rofiuddin, mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama alumni Buntet Pesantren yang ada di Jakarta dan sekitarnya, untuk bisa berfikir jernih dalam menanggapi polemik tersebut.

Kiai Adib menyampaikan, yang terpenting saat ini, adalah bagaiman kita menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Karena permasalahan ini, bisa saja menimbulkan perpecahan umat. Oleh karena itu, Kiai Adib meminta kepada para Kiai, Ulama, Ustadz, Habaib dan lainnya, untuk bersama menjaga keutuhan NKRI, jangan menggunakan emosi.

"Kita itu umatnya Nabi Muhammad. Diajarkan untuk menggunakan akhlak yang baik dalam menyelesaikan permasalahan ini," kata Kiai Adib.

Kiai Adib menjelaskan, makna dari lafadz aulia yang teradapat dalam ayat tersebut, di berbagai Negara diartikan sebagai kolega atau sahabat. Hanya di Indonesia saja yang mengartikan lafadz aulia dengan arti pemimpin. Selain itu, memaknai sebuah ayat juga, harus dilihat dari Asbabun Nuzul ayat tersebut.

"Jangan hanya melihat ayatnya saja, tapi juga asbabun nuzulnya juga," kata Kiai Adib.

Asbabun Nuzul surat Al-Maidah ayat 51, kata Kiai Adib, diawali saat Rasulullah dengan orang-orang Yahudi melakukan perjanjian untuk membayar Jizyah. Namun dalam perjanjian tersebut, ternyata orang Yahudi melakukan pengkhianatan, sehingga turunlah ayat tersebut.

"Sehingga, ayat ini sebenarnya diterapakan untuk orang yang berkhianat," kata Kiai Adib.

Walaupun begitu, Kiai Adib mempersilahkan kepada seluruh alumni untuk bebas memilih calon gubernur dari manapun. Tapi beliau meminta, kepada para alumni, untuk tidak sampai ikut terlibat dalam polemik yang saat ini berkembang. Beliau menginginkan, alumni Buntet Pesantren menjadi salah satu perekat persatuan bangsa, bukan menjadi penyebab retaknya ummat.

"Mau milih Ahok silakan, tidak memilih Ahok silakan. Kalau setuju dengan ahok, jangan teriak-teriak yang bisa membuat konflik, begitu juga yang tidak setuju pada ahok. Yang terpenting adalah, persatuan rakyat Indonesia tetap terjaga," kata Kiai Adib.

Sumber:

, , ,

Keputusan Bahtsul Masail FMPP Se-Jawa Madura XXX di Pondok Babakan Ciwaringin

Karyabuatanku.com - Bahtsul Masail adalah salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh kalangan pesantren, khususnya bagi kalangan Nahdliyin (warga Nahdlatul Ulama - NU). Hal itu dikarenakan dengan melakukan kegiatan seperti bahtsul masail terkadang antar peserta bahtsul masail bisa saling tukar pandangan, tukar dalil khususnya bidang fikih (fiqih/fiqh) dalam merumuskan beberapa persoalan yang akan menjadi bahasan dalam kegiatan bahtsul masail ini. 
Pada Jum'at-Sabtu (21-22/10/2016) atau bertepatan dengan 20-21 Muharram 1438 H, diadakan forum bahtsul masail yang diselenggarakan oleh Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) Se-Jawa Madura XXX. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat. Total ada empat komisi dalam kegiatan bahtsul masail ini yang kesemua jawaban Insyaallah sudah tersedia dalam postingan kali ini.

KEPUTUSAN BAHTSUL MASAIL 
FORUM MUSYAWARAH PONDOK PESANTREN (FMPP) SE-JAWA MADURA XXX 
Di PP Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat 
21-22 Oktober 2016 M/20-21 Muharram 1438 H 

KOMISI A
1. Implementasi Resolusi Jihad di Era Post Modern
2. Hukum Laundry Pakaian
3. Piagam Madinah Sebagai Konstitusi Negara untuk Masyarakat Plural
4. Ancaman Limbah Pabrik
5. Hukum Pokemon Go

KOMISI B
1. Menggugat Perda Syariat
2. 'Kekerasan' Terhadap Murid (Gegeran Guru Mencubit Murid)
3. Bermazhab Secara Manhaji

KOMISI C
1. Hukum Tax Amnesty
2. Fasilitas Wi-Fi di Masjid
3. Hukum Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta
4. Memperingati Hari Kemerdekaan (17 Agustus) dengan Pesta Pora/Hura-hura

KOMISI D
1. Hukum Mempekerjakan Buruh Asing
2. Hukum Ekspor Bahan Baku/Mentah
3. Hukum Melepas/Mencabut Status Kewarganegaraan Teroris

Untuk mengunduh hasil tiap komisi, silakan klik tulisan di bawah ini. 


Sunday, 23 October 2016

, , , , ,

KH Husein Muhammad - Jiwa Pesantren

Karyabuatanku.com - Hari Santri Nasional diperingati tiap 22 Oktober. Banyak orang yang turut merayakan, baik dengan kegiatan sosial, keagamaan atau bahkan literasi. Seperti apa yang dilakukan oleh KH Husein Muhammad, kiai kelahiran Cirebon 9 Mei 1953 ini menulis sebuah tulisan dengan judul JIWA PESANTREN di akun facebook pribadinya.

Dalam tulisannya itu, ia menjelaskan bahwa ada beberapa nilai yang ada di pesantren. Untuk lebih lengkapnya, silakan baca tulisan berikut ini.

JIWA PESANTREN

Pada awal kehadirannya, pesantren dimaksudkan sebagai institusi dengan visi profetik (cita-cita kenabian). Cita-cita ini tidak lain adalah cita-cita kemanusiaan. Ia bekerja untuk "memutus mata rantai penindasan manusia atas manusia, membebaskan manusia dari struktur sosial yang tiranik yang membodohi mereka, mengajarkan pengetahuan, dan menegakkan keadilan". Visi ini diungkapkan secara eksplisit oleh al-Qur'an :

الَر. كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Ketika saya belajar di Pesantren, Kiyai mengatakan : "Belajar dan mengaji itu untuk menghilangkan kebodohan". Kalimat ini tampak amat sederhana memang, tetapi ia amat mendasar, prinsipal. Kebodohan adalah kegelapan. Permusuhan lebih sering akibat dari kebodohan atau ketidakmengertian. Jadi kebodohan berpotensi untuk bertindak zalim.

Dari sumber keagamaan paling otoritatif inilah, lalu para pendiri pesantren menanamkan sejumlah nilai kehidupan profetik bagi komunitanya. Ia antara lain adalah:
  • Keikhlasan,
  • Kemandirian,
  • Kebersamaan,
  • Qana'ah (menerima apa adanya atas pemberian Tuhan dan
  • Al-Zuhd (kebersahajaan hidup).
Pendiri pondok pesantren "modern" Gontor; K.H. Imam Zarkasyi menyebut "Panca Jiwa" : 
  • Keikhlasan,
  • Kesederhanaan,
  • Persaudaraan,
  • Kemandirian dan 
  • Kebebasan.
Keikhlasan adalah yang pertama dan utama.

Nili-nilai profetik di atas adalah merupakan karakter Pesantren yang harus selalu ada dan menyertai hidup dan kehidupan pesantren dan komunitasnya, kapanpun dan di manapun. Jika nilai-nilai ini hilang dari institusi keagamaan ini, maka ia telah kehilangan jati dirinya, kehilangan jiwanya.

, , , , ,

Penjelasan Kemenag Mengenai Terjemahan Awliya Sebagai 'Teman Setia'


Karyabuatanku.com - Indonesia kembali digegerkan dengan adanya isu yang disebarkan oleh kelompok yang menginkan adanya kegaduhan di negara ini. Yang terbaru adalah pesan berantai yang tersebar di berbagai grup chat seperti whatsapp, line dan sebagainya. Dalam pesan yang tersebar itu berisi bahwa ada kesengajaan dalam penggantian terjemahan kata Awliya menjadi Teman Setia. Berikut ini adalah Penjelasan Kemenag Mengenai Terjemahan Awliya Sebagai 'Teman Setia' yang disampaikan melalui Siaran Pers Kementerian Agama No : S.297-01/B.VIII.3/HM.00/10/2016.

Soal Terjemahan Awliyâ Sebagai ‘Teman Setia’, Ini Penjelasan Kemenag

Jakarta (Minggu, 23/10/2016, 10.00 WIB) --- Pada beberapa edisi terbitan Terjemahan Al-Quran yang beredar saat ini, kata awliyâ pada QS Al Maidah: 51 diterjemahkan sebagai 'teman setia'. Pgs. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kemenag, Muchlis M Hanafi, menjelaskan bahwa terjemahan Al-Quran tersebut merujuk pada edisi revisi 2002 Terjemahan Al Quran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ.

Hal ini ditegaskan Muchlis menanggapi beredarnya postingan di media sosial tentang terjemahan kata 'awliya' pada QS Al-Maidah: 51 yang disebutkan telah berganti dari 'pemimpin' menjadi 'teman setia'. Postingan itu menyertakan foto halaman terjemah QS Al-Maidah: 51 dengan keterangan yang menyebutnya sebagai 'Al-Quran palsu'.

"Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Quran belakangan ini. Tuduhan bahwa pengeditan dilakukan atas instruksi Kementerian Agama juga tidak berdasar," tegas Muchlis di Jakarta, Minggu (23/10).

Menurut Muchlis, kata awliyâ di dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 42 kali dan diterjemahkan beragam sesuai konteksnya. Merujuk pada Terjemahan Al-Quran Kementerian Agama edisi revisi 1998 - 2002, pada QS. Ali Imran/3: 28, QS. Al-Nisa/4: 139 dan 144 serta QS. Al-Maidah/5: 57, misalnya, kata awliyâ diterjemahkan dengan 'pemimpin'. Sedangkan pada QS. Al-Maidah/5: 51 dan QS. Al-Mumtahanah/60: 1 diartikan dengan 'teman setia'.

"Pada QS. Al-Taubah/9: 23 dimaknai dengan 'pelindung', dan pada QS. Al-Nisa/4: 89 diterjemahkan dengan 'teman-teman'," tambahnya.

Terjemahan Al-Quran Kemenag, lanjut Muchlis, pertama kali terbit pada tahun 1965. Pada perkembangannya, terjemahan ini telah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan, yaitu pada tahun 1989-1990 dan 1998-2002. Proses perbaikan dan penyempurnaan itu dilakukan oleh para ulama dan ahli di bidangnya, sementara Kementerian Agama bertindak sebagai fasilitator.

"Penyempurnaan dan perbaikan tersebut meliputi aspek bahasa, konsistensi pilihan kata atau kalimat untuk lafal atau ayat tertentu, substansi yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, dan aspek transliterasi," terangnya.

Pada terjemahan Kementerian Agama edisi perdana (tahun 1965), kata awliyâ pada QS. Ali Imran/3: 28 dan QS. Al-Nisa/4: 144 tidak diterjemahkan. Terjemahan QS. Al-Nisa/4: 144, misalnya, berbunyi: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir sebagai wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin".

"Pada kata wali diberi catatan kaki: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong. Catatan kaki untuk kata wali pada QS. Ali Imran/3: 28 berbunyi: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong," jelas Muchlis.

Terkait penyebutan 'Al-Quran palsu' pada informasi yang beredar di media sosial, Doktor Tafsir Al-Quran lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini mengatakan, terjemahan Al-Quran bukanlah Al-Quran. Terjemahan adalah hasil pemahaman seorang penerjemah terhadap Al-Quran. Oleh karenanya, sebagian ulama berkeberatan dengan istilah "terjemahan Al-Quran". Mereka lebih senang menyebutnya dengan "terjemahan makna Al-Quran".

"Tentu tidak seluruh makna Al-Quran terangkut dalam karya terjemahan, sebab Al-Quran dikenal kaya kosa kata dan makna. Seringkali, ungkapan katanya singkat tapi maknanya padat. Oleh sebab itu, wajar terjadi perbedaan antara sebuah karya terjemahan dengan terjemahan lainnya," paparnya.

Terkait kata atau kalimat dalam Al-Quran yang menyedot perhatian masyarakat dan berpotensi menimbulkan perdebatan, Kemenag menyerahkan kepada para ulama Al-Quran untuk kembali membahas dan mendiskusikannya. Saat ini, sebuah tim yang terdiri dari para ulama Al-Quran dan ilmu-ilmu keislaman serta pakar bahasa Indonesia dari Badan Bahasa Kemendikbud, sedang bekerja menelaah terjemahan Al-Quran dari berbagai aspeknya.

Mereka itu, antara lain: Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. Huzaimah T Yanggo, Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, Dr. KH. A. Malik Madani, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, Dr. Muchlis M Hanafi, Prof. Dr. Rosehan Anwar, Dr. Abdul Ghofur Maemun, Dr. Amir Faesal Fath, Dr. Abbas Mansur Tamam, Dr. Umi Husnul Khotimah, Dr. Abdul Ghaffar Ruskhan, Dr. Dora Amalia, Dr. Sriyanto dan lainnya.

"Teks Al-Quran, seperti kata Sayyiduna Ali, hammâlun dzû wujûh, mengandung aneka ragam penafsiran. Oleh karena itu, Kementerian Agama berharap umat Islam menghormati keragaman pemahaman keagamaan," urainya.

Menurut Muchlis, terbitan terjemah Al-Quran dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memahami isi kandungan ayat suci. Namun, ia mengingatkan, dalam memahami ayat-ayat Al-Quran, hendaknya tidak hanya mengandalkan terjemahan, tetapi juga melalui penjelasan ulama dalam kitab-kitab tafsir dan lainnya.***

Jakarta, 23 Oktober 2016

Kepala Pusat Informasi
dan Humas Kementerian Agama

ttd

Mastuki HS

Download Siaran Pers Kementerian Agama No : S.297-01/B.VIII.3/HM.00/10/2016 Mengenai Terjemahan Awliyâ Sebagai 'Teman Setia' di sini.

Berikut ini adalah Preview Siaran Pers Kementerian Agama No : S.297-01/B.VIII.3/HM.00/10/2016 Mengenai Terjemahan Awliyâ Sebagai 'Teman Setia':




, , , ,

Kementrian Agama: Tidak Ada Quran Terjemahan Baru

Karyabuatanku.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan informasi yang beredar dan viral melalui media sosial bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Quran adalah tidak benar.

"Tak benar kabar yg nyatakan telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Quran, apalagi atas instruksi Kemenag. Akan ada klarifikasi siang ini," demikian penegasan Menag melalui akun twiternya @lukmansaifuddin yang diposting Minggu (23/10) pukul 08.16. Postingan ini langsung direspon luas oleh Netizen. Sampai pukul 09.16 WIB atau selang 1 jam, tercatat cuitan ini sudah diretweet oleh lebih dari 160 akun.

"Diklarifikasi pak, jangan sampai menimbulkan fitnah," demikian cuit @ratih_desiyanti merespon postingan Menag."Butuh ketegasan dan pencerahan dari pemerintah, terutama Menag, sbgai imam bagi rkyt Indonesia," cuit akun @mamayuli.

Sebelumnya telah beredar secara viral di media sosial informasi sebagai berikut:
Innalillahi wa innaillaihi roojiuun.... Telah dibagikan Al-Quran PALSU ke sekolah2 dg dalih wakaf Al-Quran. Tlg dicek surat Al-Maidah ayat 51 dst telah diganti tafsirnya...Semua anak sekolah se- Tangerang raya sdh dapat, anak saya jg dapat hr Kamis kemarin..setelah dicek ternyata isinya sdh dirubah...????????????Hampir semua yg dijual di GRAMEDIA dok... Tafsirnya diganti jadi teman setia..
Akan hal ini, Kementerian Agama melalui pejabat terkait dari Lembaga Pentashih Mushaf Quran Muchlis M Hanafi menjelaskan bahwa terjemahan Al-Quran tersebut merujuk pada edisi revisi 2002 Terjemahan Al Quran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ.

"Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Quran belakangan ini. Tuduhan bahwa pengeditan dilakukan atas instruksi Kementerian Agama juga tidak berdasar," tegas Muchlis.

Terjemahan Al-Quran Kemenag, lanjut Muchlis, pertama kali terbit pada tahun 1965. Pada perkembangannya, terjemahan ini telah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan, yaitu pada tahun 1989-1990 dan 1998-2002. Proses perbaikan dan penyempurnaan itu dilakukan oleh para ulama dan ahli di bidangnya, sementara Kementerian Agama bertindak sebagai fasilitator. (mks)

Sumber:

Friday, 21 October 2016

, , , , , , ,

Ma'arif NU untuk Pendidikan Indonesia Berkarakter dan Berdaya Saing

Karyabuatanku.com - Kami mengamati Pendidikan Indonesia hari ini mengarah pada kian lemahnya Pemerintah melalui Kemendikbud, kurang mengapresiasi peran Pesantren dan Lembaga Pendidikan Formal milik masyarakat sebagaimana LP Maarif NU  dalam ikut menyelenggarakan pendidikan. Demikian pula ada indikasi penyeragaman kondisi masyarakat, sehingga kebijakan Mendikbud kurang pertimbangkan masyarakat pedesaan dan kelas menengah bawah, khususnya dalam rencana pembuatan kebijakan 5 Hari Sekolah secara nasional. 

Sekolah 5 hari digagas dengan alsan alasan lebih banyak waktu untuk keluarga dan anak-anak agar tidak banyak waktu luang sekaligus menambah jam untuk pembinaan karakter sehingga guru tiap hari harus berada di kelas 8 jam (60 menit) dan pulang pukul 15.00. Beberapa pertanyaan kami:

a. Apa memang semua org tua bekerja hanya 5 hari?

Masih banyak mereka bekerja 6 hari baik yang di pabrik atau yang lain. Berarti pada hari Sabtu anak mereka semakin tidak terkontrol karena orang tua sedang kerja? 

b. Kami yakin justru progam ini akan menambah hari libur anak-anak (week end) untuk bertamasya / berpacaran dll (Sabtu & Ahad), Na'udzubillah.

Karena pada dasarnya dalam libur 2 hari pun orang tua tidak akan selamanya mengawal anak.

Libur Minggu saja (sehari), orang tua banyak yang tidak bisa mengurus anaknya kok malah akan ditambah.

Justru kalau sekolah 6 hari orang tua lebih berterima kasih kepada sekolah karena hanya mendampingi anak saat hari Ahad saja dan itupun sudah berat bagi mereka.

c. Ini akan menjadi persoalan dan kegaduhan dalam internal lembaga karena akan menimbulkan penumpukan guru di sebuah lembaga. 

d. Justru dengan pulang jam 15.00 akan memberangus peran masyarakat ikut berkiprah dalam pengawalan pendidikan. Ini akan membuat masyarakat akan acuh tak acuh dengan pendidikan. Ini melanggar pasal 54 ayat 1 & 2 , pasal 55 ayat 1.

Terkait dengan kebijakan ini,menurut kami dikhawatirkan akan mengebiri peran Pemerintah Daerah (PEMDA) dalam pendidikan utamanya terkait dengan kekhasan daerah (local wisdom) yang dijamin oleh UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ayat 18, ayat 5 & 6, juga pasal 18B ayat 2.

Bagi kami, character building harus berbasis uswah hasanah dan tidak cukup dengan retorika materi di kelas. Kalau masyrkt tidak diberi ruang untuk ikut terlibat dengan pendidikan karakter dan agama seperti dengan penyelenggaraan madrasah diniyyah (madin) ataupun TPQ, maka impossible pendidikan di Indonesia akan berhasil bahkan akan semakin jauh dari harapan.

Akhirnya, kami berharap, pemerintah harus melindungi bangsa ini dari upaya melemahkan pendidikan pesantren dan madrasah yang sudah dijamin oleh UU RI No 20 Th 2003 & PP RI 55 / TH 2007.

Demikian, Pesan #HariSantri kami, semoga bisa memberikan perspektif yang lebih utuh dalam upaya menjadikan pendidikan Indonesia lebih berkarakter dan berdaya saing.

Terima Kasih,

KH A. Mujib Imron, SH. MH
Ketua LP Maarif NU Kab Pasuruan

Wednesday, 19 October 2016

, , , ,

Sambut Hari Santri Nasional, PT KAI Gelar Lomba Busana Muslim


Karyabuatanku.com - Banyak cara yang dilakukan dalam menyambut datangnya Hari Santri Nasional pada 22 Oktober nanti. Salah satunya apa yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (Persero) Daop 8 Surabaya. 

Menyambut Hari Santri Nasional 22 Oktober ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api ini menyelenggarakan lomba peragaan busana muslim di Stasiun Mojokerto, Kamis (20/10/2016). 

Ada sekitar 150 pelajar tingkat SMP sederajat se Kota Mojokerto yang rencananya mengikuti lomba yang nantinya akan digelar di stasiun kereta api Kota Mojokerto.

Lomba busana muslim ini digelar dengan tujuan untuk membangun kreativitas dan rasa percaya diri bagi siswi dalam menggunakan busana muslim untuk sehari-hari maupun aktivitas di sekolah.

"Selain itu juga lomba ini kami gelar agar siswa siswi terbiasa menggunakan busana muslim sesuai dengan Syariat Islam sejak dini sekaligus menyalurkan bakat bagi mereka yang memiliki jiwa seni khususnya di bidang fashion," jelas Gatut Sutiyatmoko Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya mengenai tujuan pelaksanaan lomba.

Lomba busana muslim kali ini diakui Gatut juga untuk menginformasikan berbagai aktivitas PT KAI khususnya dan aktivitas di sekitar stasiun Kota Mojokerto. Harapannya setelah diadakannya kegiatan ini mampu memberikan wadah positif bagi generasi muda dan masyarakat.

"Sekaligus ini ajang promosi bernuansa Islami sesuai dengan peringatan Hari Santri Nasional tersebut. Di samping itu, kegiatan ini juga sebagai ajang sosialisasi tentang keselamatan perjalanan kereta api untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat turut menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api," imbuh Gatut.

Sementara itu, Gatut juga mengingatkan bahwa keterlibatan santri atau para tokoh muslim dalam kaitannya dengan perkeretaapiaan di negeri ini sudah berlangsung sejak lama.

Gatut mencontohkan, nama kereta api Bangunkarta yang merupakan kereta kelas eksekutif relasi Surabaya Gubeng-Gambir, dalam sejarahnya nama itu diberikan oleh Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid Presiden ke 4 Republik Indonesia.

"Sesuai catatan sejarah, nama Bangunkarta diberikan oleh tokoh Muslim Indonesia sekaligus Presiden RI ke-empat, yakni KH Abdurrahman Wahid atau lebih akrab dikenal oleh masyarakat dengan panggilan Gus Dur," pungkas Gatut.

Bangunkarta, lanjut Gatut merupakan singkatan dari nama stasiun asal dan tujuan kereta api yaitu, Surabaya, Jombang, Madiun dan Jakarta yang awalnya untuk mengakomodir para santri dari Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang akan bepergian menuju ke Ibu Kota Jakarta.[*]

Sumber:


, , , , , , ,

Download Logo Hari Santri Terbaru

Karyabuatanku.com - Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada (15/10/2015), pemerintah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. 

Alasan penetapan Hari Santri Nasional sendiri menurut Presiden yang kerap disapa dengan sapaan Jokowi ini salah satunya adalah untuk meneladani sikap rela berkorban untuk bangsa dari santri. "Semangat kebangsaan, cinta Tanah Air, rela berkorban untuk bangsa dan negara," ujar Presiden Jokowi saat Deklarasi Hari Santri Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (22/10/2015).[1]

Berikut ini adalah logo Resmi Hari Santri Nasional terbaru.
Logo Hari Santri dengan Background Transparan (.png)
Logo Hari Santri dengan Background Warna Putih
Logo Hari Santri dengan Background Warna Merah
Logo Hari Santri dengan Background Warna Hijau
Logo Hari Santri dengan Background Warna Abu-abu
Download semua logo Hari Santri Nasional (dalam file .zip) via Google Drive di sini.

[1] Sindonews.com - Ini Tujuan Jokowi Tetapkan Hari Santri Nasional
, , , , , , ,

Jadwal Rihlah Habib Umar bin Hafidz 2016


Karyabuatanku.com - Jadwal Rihlah Dakwah Al Allamah Al Habib Umar bin Hafidz
Jakarta 2016

Sabtu, 29 Oktober 2016 | 28 Muharram 1438 H
Ba'da Maghrib | Rauhah Haul Syeikh Abu Bakar bin Salim | Cidodol - Jakarta Selatan (Jaksel)

Ahad, 30 Oktober 2016 | 29 Muharram 1438 H
07.00 - 10.30 | Haul Syeikh Abu Bakar bin Salim | Cidodol - Jakarta Selatan (Jaksel)
16.30 - Isya' | Maulid di Al Fachriyyah

Senin, 31 Oktober 2016 | 30 Muharram 1438 H
20.00 -21.30 | Majelis Rasulullah SAW di Masjid Istiqlal - Jakarta Pusat (Jakpus)

Selasa, 1 November 2016 | 1 Shafar 1438 H
20.00 - 21.30 | Tabligh Akbar kerjasama dengan Kemenpora, GP Anshor Jakarta dan Ormas SBDS Tiga Serangkai | Taman Anggrek (TMII) - Jakarta Timur (Jaktim)

Dirilis Resmi Oleh
Majelis AlMuwasholah Baina Ulama AlMuslimin Indonesia

Sumber:

, , , , , , ,

Festival Hadrah Al-Banjari ITS 2016

Karyabuatanku.com - Dalam rangka Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Ke-56 Tahun 2016 ini, UKM Cinta Rebana ITS kembali mengadakan even berupa Festival Hadrah Al-Banjari ITS Se-Jawa Timur 2016. Festival ini sendiri akan dilaksanakan pada Kamis (10/10) yang bertepatan dengan Dies Natalis ITS Ke-56. Berikut ini adalah syarat, ketentuan dan tata tertib Festival Hadrah Al-Banjari ITS Se-Jawa Timur 2016.

A. KETENTUAN UMUM
1. Kategori dari festival ini adalah Sholawat Hadrah Al Banjari tingkat SMA sederajat, Mahasiswa dan Umum se-Jawa Timur
2. Jumlah personil dalam satu grup maksimal 10 orang
3. Untuk kategori SMA dan Mahasiswa, Peserta harus berasal dari satu institusi yang sama dan dibuktikan dengan Kartu Pelajar sekolah (untuk SMA) dan Kartu Mahasiswa (untuk mahasiswa)
4. Setiap grup shalawat menampilkan satu lagu wajib dan Jingle berdurasi maksimal 8 menit. Jingle memuat kalimat "Festival Hadrah Banjari ITS" dan "Dies Natalis ITS 56".
  • Untuk SMA : setiap grup menampilkan satu lagu wajib (Ya Rasulallah, Ya Nabi Salam 'Alaika, Ya Badrotim) yang diundi ketika Technical Meeting. Bagi yang tidak mengikuti Technical Meeting, lagu wajib akan diundi oleh panitia
  • Untuk Mahasiswa : setiap grup menampilkan satu lagu wajib (Ya Nabi Ya Min Qidam, Thola'ala Badru, Maulaya Sholli) yang diundi ketika registrasi peserta hari H
  • Untuk Umum : setiap grup menampilkan satu lagu wajib (Innahul Huluqul, Roqotaina, Qolbi shogir) yang diundi ketika registrasi peserta hari H
5. Festival dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Nopember 2016 mulai pukul 08.30 WIB - selesai, di Lapangan GOR PERTAMINA Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Keputih, Sukolilo, Surabaya
6. Kejuaraan ditentukan berdasarkan hasil penilaian dewan hakim dengan mengambil tiga peserta terbaik dari setiap kategori
7. Jika ada perubahan ketentuan maka akan diumumkan di kemudian hari

B. PENDAFTARAN PESERTA
1. Peserta adalah grup yang mendaftarkan diri sesuai dengan ketentuan
2. Pendaftaran bisa dilakukan di http://cintarebana.its.ac.id/daftarfesban
3. Konfirmasi pendaftaran dan pembayaran selambat-lambatnya pada hari Ahad, 30 Oktober 2016 pukul 12.00 WIB
4. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 7 Oktober sampai 30 Oktober 2016 pukul 23.59 WIB
5. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp 125.000 untuk kategori Umum serta Rp 115.000 untuk kategori SMA dan Mahasiswa (uang ditransfer ke nomor rekening BNI 0381605092 a.n Zuhrofatul Ulwiyah)
6. Contact Person : 
Iwan (085649712134) / Fahmi (085731163319)
7. Setiap perwakilan grup yang sudah terdaftar wajib mengikuti Technical Meeting dengan membawa bukti pembayaran
8. Technical meeting dilaksanakan pada hari Ahad, 6 Nopember 2016 di Hall Gedung SCC lt 3
9. Kuota peserta terbatas
10. Apabila hingga waktu yang tentukan kuota peserta untuk kategori SMA dan mahasiswa tidak terpenuhi maka kategori tersebut akan digabung menjadi 1 kategori

TATA TERTIB FESTIVAL HADRAH AL BANJARI UKM CINTA REBANA ITS 2016
Peserta harus melengkapi atau melunasi administrasi pendaftaran maksimal pada Ahad, 30 Oktober 2016 pukul 12.00 WIB
1. Peserta tampil sesuai dengan nomor urut undian yang diambil pada waktu Technical Meeting
2. Peserta mengambil undian lagu wajib ketika registrasi (untuk kategori SMA dan Mahasiswa)
3. Peserta dipanggil tiga kali tidak hadir akan dirolling per-shift dengan konsekuensi pengurangan nilai sebesar 5 point total
4. Pembagian shift :
  • Shift 1 (pukul 09.20-11.20)
  • Shift 2 (pukul 12.10-14.40)
  • Shift 3 (pukul 15.05-17.15)
  • Shift 4 (pukul 19.40.-21.40)
Apabila datang setelah shift habis, maka akan didiskualifikasi
5. Peserta wajib mengenakan Id Card sesuai dengan pengambilan nomor undian yang telah disiapkan oleh panitia
6. Durasi penampilan selama 8 menit
7. Durasi untuk persiapan selama 2 menit
8. Ketentuan isyarat lampu :
  • Lampu kuning pertama sebagai persiapan
  • Lampu hijau sebagai tanda mulai
  • Lampu kuning kedua sebagai tanda persiapan selesai
  • Lampu merah sebagai tanda selesai
9. Kriteria penilaian banjari:
a. Vokal (40)
* Suara
  • Keutuhan dan Power Suara
  • Kejernihan, Kehalusan Suara
  • Variasi Suara
  • Kesesuaian Vokal dan Backing Vokal
* Lagu
  • Peralihan Lagu
  • Keutuhan & Tempo Lagu
  • Keindahan Lagu
  • Kreativitas
b. Adab dan Syair (30)
  • Muro'atul kalimat ,
  • Kesiapan peserta dan Performance
  • Ekspresi dan Penghayatan
c. Musik Banjari (30)
  • Irama Dasar Banjari
  • Power Pukulan
  • Akurasi Pukulan
  • Tempo
  • Dinamika
  • Keutuhan
  • Variasi Banjari
  • Keserasian Banjari dan Lagu
10. Kriteria penilaian Jingle (10)
  • Kreativitas
  • Syair
  • Kesesuaian tema
  • Keserasian musik dan lagu
  • Aransemen jingle
11. Apabila ada akumulasi nilai yang sama, maka akan diprioritaskan pada nilai vocal untuk banjari
12. Setiap grup atau personil grup hanya boleh tampil satu kali penampilan
13. Keputusan dewan hakim tidak dapat diganggu gugat
14. Masing-masing kategori akan diambil 3 grup terbaik
  • Juara 1 berhak mendapatkan trophy, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp 2.000.000,00 + souvenir
  • Juara 2 berhak mendapatkan trophy, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp 1.500.000,00 + souvenir
  • Juara 3 berhak mendapatkan trophy, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp 1.000.000,00 + souvenir
  • Juara Jingle terbaik mendapatkan trophy dan sertifikat
Selengkapnya silakan cek di website resmi UKM Cinta Rebana ITS

Tuesday, 18 October 2016

, , , ,

Saat Garuda Muda Tunjukkan Prestasi dan Kearifan Lokal di Prancis

Karyabuatanku.com - Pemandangan tak biasa terjadi di Piala Dunia U-12 2016 yang diinisasi Danone Nations Cup (DNC) di Paris, Prancis. Garuda Muda Indonesia yang ikut bersaing dengan 400 anak dari 32 negara lainnya mampu menunjukkan prestasi dengan tetap menjujung tinggi kearifan lokal, yakni mencium tangan saat proses menyalami wasit di tiap pertandingan.

Foto yang memperlihatkan para punggawa Garuda Muda ketika mencium tangan wasit itu viral di media sosial. Hal ini berawal dari postingan akun twitter @awalsaptasaja bernama Awaluddin Saptarengg pada Sabtu (15/10) lalu. Postingan tersebut awalnya disebarkan melalui akun media sosial Path Awaluddin yang terkoneksi langsung dengan akun twitternya.

Sikap para punggawa Timnas U-12 memunculkan simpati dan kebanggaan tersendiri dari masyarakat Indonesia. Mereka memuji Garuda Muda yang tetap menunjukkan perilaku respect-nya kepada sang pengadil lapangan melalui cium tangan atau salim dalam istilah familiar masyarakat Indonesia.

Tak pelak perilaku para anak-anak Indonesia ini memunculkan beragam ekspresi dari wasit dan dua hakim garis ketika tangannya dicium. Hakim garis berambut agak pirang terlihat sumringah, wasit yang berada di posisi tengah terlihat tegak tanda penghormatan balik, sedangkan hakim garis yang satunya justru terlihat bingung melihat tingkah laku pasukan muda merah putih.

Tunas Muda Membanggakan
Di ajang resmi FIFA tersebut, Tim asuhan Jacksen F. Tiago ini berada di Grup E bersama Italia, Korea Selatan, dan Afrika Selatan. Di babak penyisihan, Indonesia berhasil menjadi juara grup dengan mengalahkan Italia 2 gol tanpa balas, berbagi angka 2-2 melawan Korsel, dan menang tipis 1-0 dari Afrika Selatan.

Dengan kata lain, pasukan muda merah putih tak terkalahkan. Setelah menjuarai Grup E, Indonesia melanjutkan langkah ke Putaran 16 Besar (15/10/2016). Sayang ketika itu Indonesia kalah 0-1 dari Argentina. Kekalahan juga dialami Mulkan Hanif, dan kawan-kawan ketika menghadapi Meksiko dengan skor telak 5-0. 

Berbeda dengan turnamen sepak bola untuk usia dewasa, Piala Dunia Danone Nations Cup juga menggelar pertandingan untuk menentukan peringkat dari seluruh negara peserta. Pada pertandingan melawan Tunisia, Tim AQUADNC (Aqua Danone Nations Cup) Garuda Muda tampil lepas sehingga mampu mengungguli Tunisia 1-0.

Terkait kemenangan tersebut, Tim Garuda Muda bercokol di ranking 11 peringkat dunia Danone Nations Cup 2016. Peringkat Indonesia berada di atas negara-negara besar seperti Prancis (15), Uruguay (16), Portugal (19), Belanda (22), Inggris (24), dan juga Italia (31). Di Asia, Indonesia menjadi peringkat kedua terbaik setelah Jepang (2). Sementara perwakilan Asia lainnya berada di bawah Indonesia, Korea Selatan (20) dan Cina (27). Selamat Garuda Muda! (Fathoni Ahmad)

Sumber: NU Online

, , , ,

Olimpiade Seni dan Maulidun Nabi 3 (OSMANA 3) 2016

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hot News!!!

Bergabunglah dengan kami untuk menyemarakkan Maulid Nabi SAW. STIKK ANNUR 2 mengadakan OSMANA (Olimpiade dan Seni Maulidun Nabi) 3 Se-Jawa Timur, yang bertemakan "Dengan seni, mari membentuk santri yang berkarakter, jenius dan religius" di PP. ANNUR 2 AL-MURTADLO Bululawang, Malang. 

Persyaratan Umum:
1) Lomba ini dikhususkan untuk LAKI-LAKI (selain da'i cilik), baik dari lembaga maupun non lembaga, yang berdomisili di Jawa Timur 
2) Setiap peserta melakukan pendaftaran sesuai waktu yang ditentukan 
3) Masing-masing lembaga diperkenankan mengirim maksimal 3 (tiga) perwakilan dalam setiap cabang perlombaan 

Pendaftaran:
24 September - 30 November 2016
Tempat: di Kantor Pondok Pesantren Annur 2 Al-Murtadlo Bululawang, Malang
Waktu: 08.00 - 17.00 WIB

Formulir Pendaftaran
Online

Formulir pendaftaran sekaligus Juknis Lomba dapat diunduh dengan meng-klik OSMANA 3 (https://www.facebook.com/Osmana-3-357696767894721)

Dan dikirimkan dalam bentuk scan gambar JPG ke email kami, OSMANA 3 dengan alamatosmana.annur2@gmail.com Atau ke no. WA 089-534-037-334-0/ 081-553-373-538

Technical Meeting:
Tanggal: 30 November 2016
Tempat: Gedung SMA Annur Bululawang, Malang
Jam: 13.00 WIB

Info lebih lanjut, hubungi:
1) Usman Ishaq (081-553-373-538) 
2) Jauhar Nahari (082-231-606-375)
3) Lutfi A (085-646-300-646)

Don't be late guys!

Segera bergabung dengan kami di OSMANA 3.

Supported by:

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Thursday, 13 October 2016

,

Awal Desember 2016, Pemkab Purwakarta Berlakukan Kebijakan Baca Kitab Kuning

Karyabuatanku.com, Purwakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, berencana memasukkan kurikulum tambahan dalam kurikulum Kultur Muatan Lokal pada pelajaran agama di setiap sekolah, mulai Desember 2016. Kurikulum kultur tersebut berupa belajar membaca Kitab Kuning bagi pelajar beragama Islam, dan bagi non-muslim diharuskan mendalami kitab ajaran agama masing-masing.

Kabar ini sebagaimana yang dimuat oleh fanpage milik Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi dengan nama yang hampir sama, Kang Dedi Mulyadi. Dalam postingan yang dimuat pada Senin, (10/10) itu terdapat pernyataan sebagaimana berikut ini:
Mulai awal Desember 2016 ini, para pelajar SD dan SMP di sekolah milik Pemkab Purwakarta akan mendapat pelajaran tambahan berupa baca, tulis Al Qur'an dan belajar membaca kitab kuning bagi pelajar beragama Islam, dan untuk pelajar non muslim belajar mendalami kitab agamanya masing-masing.
Nantinya satu guru Ngaji (Agama Islam) akan ditempatkan di setiap sekolah. Sementara untuk agama Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu karena jumlah pelajarnya sedikit akan digabungkan per agama di satu sekolah. Anggaran untuk para guru rohani ini kami siapkan sebesar Rp10 Milyar dari APBD Purwakarta.
Sementara sudah terdaftar 582 tenaga pengajar untuk seluruh agama. Mereka akan digaji sekitar Rp 1-1,5 juta per bulan.
Kebijakan yang terhitung baru dan pertama kalinya di Jawa Barat bahkan Indonesia ternyata mengundang apresiasi dari berbagai kalangan, di antaranya Ketua Rijalul Anshor Jawa Barat Kiai Ahmad Anwar Nasihin. Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatut Tarbiyah Liung Gunung Plered Purwakarta ini menyambut baik dan mengapresiasi kebijakan ini karena memililki dampak positif terhadap perkembangan keilmuan pelajar Purwakarta. 

Kiai Anwar, begitu dia disapa, turut mengusulkan agar guru yang mengajarkan Kitab Kuning di sekolah umum harus berasal dari pesantren. Alasannya, mempelajari Kitab Kuning bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan di dalamnya. Lebih dari itu, belajar Kitab Kuning sama dengan mentransfer kultur pesantren, ada adab dan etika yang harus dipenuhi oleh pelajar.

"Saya usulkan agar gurunya berasal dari pesantren yang kesehariannya mengurus para santri. Belajar Kitab Kuning bukan melulu persoalan ilmunya, akan tetapi ada etika, akhlak, dan adab yang harus dibiasakan. Kalau gurunya tidak biasa mengajar santri, saya kira malah tidak bagus nantinya," kata Kiai Anwar. 

Selain itu, silabus Kitab Kuning pun harus disusun dengan segera mengingat tingkatan pengajaran Kitab Kuning di pesantren berbeda-beda. Menurut Kiai Anwar, jika merujuk kepada Kitab Ta'limul Muta'allim, maka prioritas kitab yang diajarkan adalah Kitab Kuning berisi pelajaran Tauhid, menyusul kemudian pelajaran Fiqih dan terakhir Tashawuf atau Akhlak.

"Bentuknya bisa saja lokakarya para pimpinan pesantren agar ada benang merah. Nanti setelah pelajar ini belajar Kitab Kuning di sekolahnya, dia bisa juga melanjutkan ke pesantren. Maka tingkatan pengajaran kitabnya pun harus sudah disusun. Soal pendidikan, kita bisa merujuk pada Kitab Ta'limul Muta'alim," ujar Kiai Anwar menjelaskan.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Buntet Cirebon Kiai Faris el Haq mengatakan, penerapan kebijakan baru di Purwakarta ini menandakan komitmen pemerintah daerah setempat untuk mengintegrasikan antara pendidikan umum dengan pendidikan agama.

Pelajar yang belajar Kitab Kuning, menurut Kiai Faris, akan memperoleh pengetahuan baru, dan ketepatan referensi secara langsung dari para ulama penyusun Kitab Kuning tersebut. Menurut dia, tidak pernah ada pendapat penyusun Kitab Kuning yang subjektif menurut kesan pribadi penyusun. Seluruh pendapat dalam Kitab Kuning dapat diverifikasi kebenarannya secara akademik.

"Selain itu, mereka dapat berkah, iya toh? Para penyusun Kitab Kuning itu masyaAllah, mereka bukan saja menulis, tetapi mereka juga riyadhoh, latihan, wirid, tirakat sambil menulis kitab pada masanya. Melalui hasil penyusunan itulah dapat kita ketahui kedalaman ilmu para ulama. Ini kebijakan Bupati Purwakarta yang wajib hukumnya untuk didukung," ucap Kiai Faris.

Masih berkaitan dengan hal tersebut, Pemkab Purwakarta menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp 10 miliar untuk menggaji para guru agama di Purwakarta. Dana ini mencakup kebutuhan 582 tenaga rohani yang akan dipekerjakan untuk mendidik para pelajar di Purwakarta agar lebih mendalami agamanya masing-masing.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjelaskan latar belakang diberlakukannya kebijakan ini. Sejak isu ini bergulir, pria yang akrab disapa Kang Dedi tersebut tidak menampik kerap kali menerima pertanyaan tentang latar belakang pemberlakuan kebijakan ini, mengingat pelajaran agama sudah masuk dalam kurikulum di setiap sekolah.

Dedi menilai, kebijakan tersebut tidak akan mengganggu pelajaran agama yang termaktub silabus dan materinya di dalam kurikulum. "Justru kebijakan ini dapat membantu pelajar untuk lebih mendalami ajaran agama yang mereka yakini masing-masing," kata Dedi.

Untuk agama Islam, Dedi mencontohkan, selama ini pelajaran tersebut diberikan secara normatif sehingga cenderung monoton. Sementara, seluruh agama termasuk Islam membutuhkan pemahaman yang komprehensif, mencakup intelektual, analisa ilmiah, dan spiritualitas yang terkandung di dalamnya.

"Kalau keadaan ini terus dibiarkan, dapat memicu penyebaran pengetahuan agama yang katanya karena sumber pengetahuan tidak diketahui secara langsung oleh pelajar. Pengaruh jangka panjangnya, agama akan dipahami sebagai dogma, bukan standar perilaku kehidupan. Lebih parah lagi, akan semakin marak semangat kafir, mengkafirkan," ucap Dedi.

Berdasarkan alasan tersebut, Bupati yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda ini menegaskan, Kitab Kuning selain mengajarkan menghargai perbedaan pendapat, juga mengajarkan metodologi berpikir kepada para pembacanya. Ini penting agar pelajar di Purwakarta terbiasa dengan perbedaan pendapat atas sebuah persoalan.

Sebelum kebijakan ini efektif diberlakukan, Pemkab Purwakarta melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Forum Lintas Tokoh Agama, akan menggelar seleksi calon guru rohani.

Satu orang guru rohani agama Islam akan ditempatkan di satu sekolah. Sementara, untuk non-muslim karena jumlah pelajarnya sedikit, berdasarkan klasifikasi agama akan ditempatkan di satu sekolah untuk mendapatkan pengajaran sesuai agama masing-masing.

Menag Akan Adopsi Kebijakan Pemkab Purwakarta dalam Bidang Keagamaan
Selain kabar mengenai akan diberlakukannya kebijakan pelajaran tambahan berupa baca, tulis Al Qur'an dan belajar membaca kitab kuning bagi pelajar beragama Islam, dan untuk pelajar non muslim belajar mendalami kitab agamanya masing-masing oleh Pemkab Purwakarta bagi para pelajar SD dan SMP di sekolah milik Pemkab.
Masih ada kabar lain yang datang dari Purwakarta. Kabar itu berupa ketertarikan Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifudin yang menyatakan ketertarikannya terhadap beberapa kebijakan yang dibuat oleh Pemkab Purwakarta.Ketertarikan itu disampaikan oleh Menag di sela-sela peresmian Pondok Pesantren Baitul Quran di Desa Karoya Kecamatan Tegalwaru Purwakarta, Kamis (13/10).

Lukman mengaku tertarik, karena beberapa program bisa diadopsi untuk dijadikan program nasional. Setidaknya, ada dua program yang membuatnya tertarik. Seperti antar jemput jamaah haji dari rumah calon haji menuju asrama, begitupun dari asrama ke rumah. 

Alat transportasi yang digunakan adalah seluruh mobil dinas yang melekat pada jabatan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Program lainnya adalah konsep pendidikan agama tambahan bagi siswa muslim dan non muslim. Siswa muslim mempelajari kitab kuning dan siswa non muslim mempelajari kitab keagamaan masing-masing.

"Sungguh kita mengapresiasi. Saya sebagai Menteri Agama sangat bersyukur dan mendukung penuh seluruh kebijakan ini," ungkapnya.

Pemkab Purwakarta, sambung Lukman, berhasil mengakomodir segenap kepentingan umat beragama di daerahnya.

"Ini penting untuk dijadikan Pilot Project secara nasional," tambahnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya segera mengirim tim khusus untuk menindaklanjutinya. "Kita lihat perkembangan di Purwakarta. Kita contoh," ucapnya.

Ia sepakat pendidikan tidak hanya berkutat pada aspek kognitif saja, melainkan harus membangun aspek religi.

"Hakikatnya kan membangun amalan keimanan dan amalan kehidupan. Tim saya segera mempelajari itu," pungkasnya.[*]

Sumber :
Metrotvnews.com & Kompas.com