Wednesday, 15 June 2016

Filled Under: , , , ,

CSSMoRA Terbitkan Deklarasi Kebangsaan dan Antiradikalisme

CSSMoRA Terbitkan Deklarasi Kebangsaan dan Antiradikalisme
Karyabuatanku - Sebuah komunitas santri yang menamakan diri Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) menerbitkan Deklarasi Kebangsaan Antiradikalisme. Deklarasi ini menjadi acara penutup bagi serangkaian acara musyawarah pimpinan nasional (Muspimnas) CSSMoRA yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Wahdah, kota Bandung Jawa Barat.

CSSMoRA adalah suatu organisasi yang menaungi santri penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), suatu beasiswa yang diberikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kepada santri yang akan meneruskan studi di bangku perkuliahan. 

Deklarasi yang berlangsung Akhir pekan (12/6) kemarin ini dipimpin oleh Ketua Umum CSSMoRA Nasional, M. Zidni Nafi dan diikuti oleh para ketua CSSMoRA Perguruan Tinggi yang hadir dalam acara muspimnas ini. Berikut ini adalah teks lengkap deklarasi kebangsaan anti-radikalisme:

Deklarasi Kebangsaan Anti-Radikalisme

Berangkat dari kesadaran dan tekad bersama tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan negera Indonesia dengan tetap mengedepankan nilai-nilai ajaran Islam kepesantrenan sebagai warisan dari khazanah keilmuan ulama Nusantara, maka pada hari ini, Ahad 12 Juni 2016 di Pondok Pesantren Al-Wahdah kota Bandung, CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) dengan ini menyatakan untuk mendeklarasikan bahwa:

1. CSSMoRA menolak gerakan kelompok yang mengatanasmakan Islam demi mendirikan negara Islam untuk mengganti Negara Kesatuan Republik Indonesia

2. CSSMoRA menolak gerakan kekerasan dan kekejaman yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan tertentu

3. CSSMoRA menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, NKRI dan UUD 1945

4. CSSMoRA meneguhkan Islam Indonesia yang toleran, moderat, damai dan harmonis

Bandung, 12 Juni 2016

Sumber:
NU Online - CSSMoRA Terbitkan Deklarasi Kebangsaan dan Antiradikalisme

Comments
0 Comments



0 comments: